Jumat, 14 Agustus 2020

Terdakwa Pembunuhan Santri di Cirebon Divonis 13 Tahun dan 10 Tahun, Serta Denda Rp. 1 Milyar

Populer

Inilah Tambahan 16 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 16 kasus baru. Penambahan baru tersebut merupakan kasus ke-79 sampai...

8 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali

Cirebon,- Delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300, Senin...

Budidaya Ikan Dalam Ember Semakin Diminati di Tengah Pandemi⁣

Cirebon,- Budidaya ikan lele dan ikan patin merupakan salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk...

Sentosa Live Seafood Market Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Sentosa Live Seafood Market by Kharisma hadir di Kota Cirebon. Restoran Seafood hidup pertama di Kota Cirebon ini...

Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon Tembus 106 Kasus ⁣

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 6 kasus. Sehingga, kasus terkonfirmasi sampai hari ini, Rabu...

Cirebon,- Masih ingat dengan penusukan salah seorang santri yang terjadi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada bulan September 2019 lalu?.

Hari ini, (14/1/2020) Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1B Cirebon menjatuhkan hukuman penjara selama 13 tahun kepada Yadi Supriyadi alias Acil dan 10 tahun penjara kepada Rizki Mulyono alias Nono, pelaku penusukan santri dalam sidang pembacaan vonis.

Dalam pembacaan vonis, yang dipimpin Ketua majelis hakim Aryo Widiatmoko menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia. Dengan dituntut pasal 170 ayat 2 KUHP dan pasal 80 ayat 3 undang-undang perlindungan anak.

Loading...

Baca Yuk: Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pelaku Penusukan Santri di Jalan Cipto

Selain itu, masing-masing terdakwa didenda sebesar Rp. 1 Milyar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan.

Suryaman Tohir, selaku Jaksa Penuntut Umum mengatakan bahwa keputusan hakim sangat tepat dan pilihan pasalnya pun sudah tepat dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Maka diputuskan 13 tahun penjara, karena salah satu terdakwa sudah pernah melakukan tindakan pidana. Dan semua terdakwa sudah menyadari dan menyesali perbuatannya,” ujarnya saat ditemui About Cirebon usai persidangan.

Selain itu, lanjut Suryaman semua barang bukti milik terdakwa disita oleh negara seperti sepeda motor dan senjata tanjam dihancurkan.

“Jaksa menerima keputusan majelis hakim agar masyarakat tahu bahwa jangan melakukan hal itu. Untuk masalah banding, itu hak dia,” tukas Suryaman.

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa, Suparman mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk terdakwa mendapatakan hukuman ringan.

“Namun keputusan dari majelis hakim dan keputusan 13 tahun penjara untuk Yadi dan 10 tahun untuk Rizki, sebagai kuasa hukum menerima,” ujarnya.

Pertimbangan menerima keputusan vonis majelis hakim, kata Suparman, karena sudah sesuai dengan perbuatannya. Bila mana sudah bebas, pihaknya berharap bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat.

“Kami dari kuasa hukum telah menerima keputusan majelis hakim dan sudah mengakui bersalah, serta kedua terdakwa sudah bertobat,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bupati Cirebon: Minta Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Cirebon,- Terus melonjaknya jumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19, membuat pemerintah pusat menekankan kepada pemerintah daerah, untuk tegas dalam...

Mobil Mikrobus yang Terlibat Kecelakaan di Tol Cipali Tidak Laik Jalan

Cirebon,- Mobil Mikrobus Elf yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 184.300 yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia tersebut tidak laik jalan.Berdasarkan...

Sopir Elf Ditetapkan sebagai Tersangka Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali ⁣

Cirebon,- Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cipali KM 184.300 pada hari Senin (10/8) lalu, Satlantas Polresta Cirebon sudah menetapkan satu...

42 Orang Sembuh Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah dua kasus. Sehingga, total keseluruhan sampai tanggal 13 Agustus 2020 mencapai 108 kasus terkonfirmasi.Dari...

Grab Cirebon Sosialisasi Layanan Grab Protect dari Kantor ke Kantor

Cirebon,- Di tengah pandemi, Grab terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pelanggan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.Seperti yang dilakukan Grab Cirebon dengan...

More Articles Like This