Minggu, 25 Oktober 2020

Terdakwa Pembunuhan Santri di Cirebon Divonis 13 Tahun dan 10 Tahun, Serta Denda Rp. 1 Milyar

Populer

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Siswa MANU Putra Buntet Cirebon Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Cirebon,- Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon, Alif Luqman Jayadi (18) lolos menjadi...

Inilah 3 Tuntutan Aksi Unjuk Rasa Gerakan Mahasiswa Cirebon di Jalan Nasional

Cirebon,- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cirebon (GMC) melakukan aksi unjuk rasa di Simpang 4 Pemuda Bypass...

Kantor BRI Cabang Cirebon Kartini Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Secara Virtual⁣

⁣Cirebon,- Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedes (PHS) periode pertama tahun 2020...

Cirebon,- Masih ingat dengan penusukan salah seorang santri yang terjadi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada bulan September 2019 lalu?.

Hari ini, (14/1/2020) Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1B Cirebon menjatuhkan hukuman penjara selama 13 tahun kepada Yadi Supriyadi alias Acil dan 10 tahun penjara kepada Rizki Mulyono alias Nono, pelaku penusukan santri dalam sidang pembacaan vonis.

Dalam pembacaan vonis, yang dipimpin Ketua majelis hakim Aryo Widiatmoko menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia. Dengan dituntut pasal 170 ayat 2 KUHP dan pasal 80 ayat 3 undang-undang perlindungan anak.

Loading...
BACA YUK:  Kopi Bunda Hadir sebagai Teman Menunggu

Baca Yuk: Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pelaku Penusukan Santri di Jalan Cipto

Selain itu, masing-masing terdakwa didenda sebesar Rp. 1 Milyar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan.

Suryaman Tohir, selaku Jaksa Penuntut Umum mengatakan bahwa keputusan hakim sangat tepat dan pilihan pasalnya pun sudah tepat dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Maka diputuskan 13 tahun penjara, karena salah satu terdakwa sudah pernah melakukan tindakan pidana. Dan semua terdakwa sudah menyadari dan menyesali perbuatannya,” ujarnya saat ditemui About Cirebon usai persidangan.

Selain itu, lanjut Suryaman semua barang bukti milik terdakwa disita oleh negara seperti sepeda motor dan senjata tanjam dihancurkan.

“Jaksa menerima keputusan majelis hakim agar masyarakat tahu bahwa jangan melakukan hal itu. Untuk masalah banding, itu hak dia,” tukas Suryaman.

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa, Suparman mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk terdakwa mendapatakan hukuman ringan.

“Namun keputusan dari majelis hakim dan keputusan 13 tahun penjara untuk Yadi dan 10 tahun untuk Rizki, sebagai kuasa hukum menerima,” ujarnya.

BACA YUK:  Tingkat Kesadaran dan Pemahaman Konsumen Rendah, BPKN Lakukan Sosialisasi dan Edukasi

Pertimbangan menerima keputusan vonis majelis hakim, kata Suparman, karena sudah sesuai dengan perbuatannya. Bila mana sudah bebas, pihaknya berharap bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat.

“Kami dari kuasa hukum telah menerima keputusan majelis hakim dan sudah mengakui bersalah, serta kedua terdakwa sudah bertobat,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Daop 3 Cirebon Mencatat Kenaikan Penumpang Sebesar 3 Persen di Bulan Oktober

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon mencatat ada kenaikan volume penumpang sebesar 3 persen pada bulan Oktober 2020. Manager Humas...

Libur Panjang Maulid Nabi, 53 Perjalanan KA Jarak Jauh Melintas di Daop 3 Cirebon

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan sebanyak 53 perjalanan kereta api jarak jauh pada libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pekan...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Menurut Imron, untuk...

More Articles Like This