Terapkan Teknologi AR, Aplikasi GWIDO Resmi Diluncurkan Keraton Kasepuhan

Cirebon,- Keraton Kasepuhan Cirebon resmi meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama GWIDO, yang berlangsung di Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu (1/3/2020).

Aplikasi dengan teknologi Augmented Reality (AR) ini bisa mengetahui sejarah Keraton Kasepuhan dan Goa Sunyaragi.

Sultan Sepuh XIV, PRA. Arief Natadiningrat mengatakan hadirnya aplikasi GWIDO merupakan suatu lompatan, karena perkembangan zaman sudah memasuki era industri 4.0.

“Melalui teknologi ini kami ingin menyimpan beberapa adat, tradisi, budaya, sejarah, baluarti, kegiatan dan lain sebagainya agar bisa diketahui, bahkan dicintai oleh kita semua,” ujar Sultan Sepuh.

Kehadiran aplikasi GWIDO, lanjut Sultan, untuk memudahkan para wisatawan yang mau ke Cirebon dan kita ingin pariwisata di Cirebon tidak ketinggalan.

BACA YUK:  158 Jemaah Haji Asal Kota Cirebon dan 4 Jemaah Kabupaten Cirebon Diberangkatkan

“Saya kira keraton-keraton lain belum memiliki aplikasi seperti ini yah. Mungkin ini yang pertama yah, ada kemungkinan seperti itu,” terangnya.

Membuat aplikasi GWIDO ini, Keraton Kasepuhan bekerja sama dengan CV. Akses Digital. Dengan menggunakan teknologi AR, aplikasi ini disebut-sebut yang pertama di Kota Cirebon.

Faisal Akbar, dari CV Akses Digital mengatakan teknologi AR memiliki objek 3D ke dunia nyata dalam waktu yang bersamaan, sehingga terkesan menarik dan unik.

“Dalam bahasa Indonesia, AR disebut dengan teknologi Realitas Tertambah. Sehingga dengan fitur ini, pengguna hanya butuh men-scan barcode objek tertentu dimana museum. Maka, nanti akan muncul objek dalam bentuk 3D,” beber Faisal.

BACA YUK:  Info Loker : Matematika Sakamoto

Dalam aplikasi GWIDO, Faisal menjelaskan bahwa aplikasi ini dilengkapi dengan tiga fitur lainnya, seperti fitur informasi, acara, dan juga fitur bilingual dalam dua bahasa.

Fitur informasi yang dihadirkan dalam aplikasi ini yaitu memuat sejarah atau informasi detail mengenai berbagai objek museum dan bangunan-bangunan yang ada di Keraton Kasepuhan dan juga Goa Sunyaragi.

“Di fitur acara, berisi informasi agar pengguna aplikasi ini tidak ketinggalan berita acara-acara yang diadakan di Keraton maupun Goa Sunyaragi,” bebernya.

Tidak hanya turis domestik, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh turis asing. Sebagaimana terdapat fitur bilingual dalam aplikasi ini yang memuat dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

BACA YUK:  Inspirasi dari Majalengka : Bisa Produksi Penny Farthing Era 1880-an

“Nama GWIDO sendiri merupakan plesetan dari kata Guide, bahkan dalam bahasa Polandia adalah pemimpin. Tapi eksistensinya adalah untuk menyampaikan informasi kepada wisatawan,” jelas Faisal.

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon berharap, dengan dibuatnya aplikasi ini dapat lebih banyak menarik minat, terutama generasi muda untuk berkunjung ke Keraton Kasepuhan dan Goa Sunyaragi.

“Dengan memanfaatkan teknologi trend sekarang, tempat wisata bersejarah diharapkan tidak hanya menjadi destinasi sekedar berwisata, tetapi untuk sarana melestarikan kebudayaan dan sejarah Indonesia, terutama Cirebon,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 28 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.