Rabu, 27 Oktober 2021

Temuan Pecahan Keramik di Alun-alun Kasepuhan Diduga Berusia Ratusan Tahun

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Serpihan keramik yang diduga berusia ratusan tahun ditemukan di Alun-alun Kasepuhan Cirebon, Senin (23/8/2021). Saat ini, Alun-alun Kasepuhan Cirebon tengah dalam revitalisasi.

Penemuan keramik tersebut diketahui pertama kali oleh anggota Laskar Macan Ali Kota Cirebon. Saat itu, anggota Laskar Macan Ali tertarik untuk masuk ke area pembangunan.

BACA YUK:  Petani Garam di Desa Rawaurip Cirebon Keluhkan ini kepada KSP

Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz mengatakan penemuan pecahan keramik yang diduga berumur ratusan tahun ini awalnya anggotanya tertarik memasuk Alun-alun Kasepuhan yang sedang direnovasi. Pihaknya menduga pecahan keramik tersebut peninggalan era Dinasti Ming.

Loading...

“Saat anggota kami tertarik masuk ke Alun-alun Kasepuhan ternyata menemukan pecahan keramik-keramik. Kalau kami menduga, ini peninggalan Dinasti Ming,” ujar Diaz saat ditemui di Sekretariat Laskar Macan Ali, Senin (23/8/2021).

Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz saat menjelaskan penemuan pecahan keramik di Alun-alun Kasepuhan

Lanjut Diaz, diduga pecahan keramik yang ditemukan di Alun-alun Kasepuhan yang dulunya bernama Sangkala Buana, konon tempat bertemunya masyarakat dengan Sultan Cirebon. Dan juga konon menjadi tempat hukuman bagi orang-orang yang bersalah.

“Temuan pecahan keramik ini bisa saja seserahan yang dikirimkan untuk Cirebon tapi pecah di Alun-alun Sangkala Buana. Intinya alun-alun Sangkala Buana merupakan sebuah tempat yang sangat bersejarah dan perlu dijaga kelestariannya,” ungkap Diaz.

Pihaknya menduga di area Alun-alun Kasepuhan masih terdapat pecahan-pecahan atau barang-barang yang usianya Diatas 300-400 tahun. Namun, Diaz mengaku akan sulit karena membutuhkan biaya yang besar apabila dilakukan penggalian.

“Saya menduga didalamnya masih banyak. Tapi untuk melakukan penggalian kembali butuh biaya yang besar,” katanya.

Menurut Diaz, pihaknya akan mengirimkan pecahan-pecahan keramik tersebut ke balai arkeologi dan cagar budaya untuk diteliti. Hal tersebut untuk membuktikan bahwa Alun-alun Kasepuhan merupakan tempat bersejarah. (AC212)

BACA YUK:  Horison Ultima Kertajati Siap Beroperasi Akhir Tahun 2021
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana...

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

More Articles Like This