Minggu, 25 Oktober 2020

Tahun 2020, DAK Pembangunan Fisik SD di Kabupaten Cirebon Sebesar Rp. 21 Milyar

Populer

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Siswa MANU Putra Buntet Cirebon Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Cirebon,- Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon, Alif Luqman Jayadi (18) lolos menjadi...

Inilah 3 Tuntutan Aksi Unjuk Rasa Gerakan Mahasiswa Cirebon di Jalan Nasional

Cirebon,- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cirebon (GMC) melakukan aksi unjuk rasa di Simpang 4 Pemuda Bypass...

Kantor BRI Cabang Cirebon Kartini Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Secara Virtual⁣

⁣Cirebon,- Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedes (PHS) periode pertama tahun 2020...

Cirebon,- Tahun 2020, sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cirebon, akan menerima bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Dana yang akan didistribusikan sebesar Rp 21.423.200.00 tersebut untuk meningkatkan mutu sarana dan prasarana belajar.

Bupati Cirebon, Drs.H.Imron,M.Ag mengingatkan kepada para pengguna anggaran, untuk bisa mengunakan anggaran tersebut dengan baik. Ia juga meminta kepada para sekolah, untuk bisa transparan dalam menggunakan anggaran ini.

Loading...

“Harus transparan dalam menggunakan anggaran ini,” ujar Imron, saat menghadiri acara sosialisasi DAK Fisik Bidang Pendidikan Dasar di Hotel Apita, Rabu (15/7/2020).

BACA YUK:  Sekda Kota Cirebon: Peran ASN Dalam Sosialisasi dan Edukasi Dapat Menurunkan Pelanggaran

Dengan transparannya penggunaan anggaran ini, maka para penggunaan anggaran, tidak lagi harus takut, jika didatangi oleh oknum-oknum yang datang menanyakan proses pembangunan yang sedang dilakukan.

Karena menurut Imron, biasanya cukup banyak oknum-oknum yang datang dan mencari-cari kesalahan.

“Lagi benernya saja, masih dicari kesalahannya. Apalagi kalau penggunaannya salah. Oleh karena itu, harus transparan. Kalau penggunaannya benar, kenapa harus takut kalau ada yang datang menanyakan proses penggunaan anggaran tersebut,” kata Imron.

Menurut Imron, pendidikan merupakan salah satu bidang yang paling sentral, untuk bisa mendorong kemajuan sebuah daerah. Oleh karena itu, salah satu program yang paling ditekankan dalam masa kepemimpinannya adalah masalah pendidikan.

Dengan adanya perhatian yang maksimal terhadap pendidikan, menurut Imron, bisa mengubah pola pikir dan krakter masyarakat di Kabupaten Cirebon. Karena, potensi yang ada di Kabupaten Cirebon sangat besar dan layak untuk dikembangkan.

Namun jika pendidikannya rendah, lanjut Imron, maka pengelolaan potensi tersebut tidak terkelola dengan baik.

“Untuk bisa mengelola potensi dengan baik, dibutuhkan SDM yang berkualitas. Melalui pendidikan inilah, SDM di Kabupaten Cirebon akan lebih baik,” ungkapnya.

BACA YUK:  Bupati Cirebon Minta Bidan Kawal Pencegahan Covid-19 di Tingkat Desa

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto mengatakan pembangunan fisik dari DAK untuk SD ini bertujuan untuk mewujudkan standar Saranan dan prasarana belajar.

Pihaknya berharap, dengan adanya bantuan DAK fisik SD ini sarana dan prasarana belajar bisa sesuai dengan standar pendidikan nasional.

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan DAK fisik untuk SD, bisa sesuai dengan standar pendidikan nasional,” harapnya.

Ronianto juga menjelaskan, bahwa anggaran DAK yang alokasinya mencapai Rp 21 Milyar, akan digunakan untuk berbagai kebutuhan fisik sekolah.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan seperti rehabilitasi prasarana belajar, rehabilitasi perpustakaan, rehabilitasi ruang guru dan sekolah, pembangunan ruang kelas baru dan pembangunan toilet siswa dan guru.

“Adanya DAK ini, bertujuan agar sarana dan prasarana belajar, sesuai dengan standar pendidikan nasional,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Daop 3 Cirebon Mencatat Kenaikan Penumpang Sebesar 3 Persen di Bulan Oktober

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon mencatat ada kenaikan volume penumpang sebesar 3 persen pada bulan Oktober 2020. Manager Humas...

Libur Panjang Maulid Nabi, 53 Perjalanan KA Jarak Jauh Melintas di Daop 3 Cirebon

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan sebanyak 53 perjalanan kereta api jarak jauh pada libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pekan...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Menurut Imron, untuk...

More Articles Like This