Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Akan Melanjutkan Program Almarhum Sultan Sepuh XIV

Cirebon,- Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin telah dinobatkan menjadi Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon pada Minggu 30 Agustus 2020 lalu, mengantikan almarhum ayahnya PRA Arief Natadiningrat.

Walaupun dalam penobatan menjadi Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon diwarnai penolakan, PRA Luqman akan tetap melanjutkan program dari Sultan Sepuh XIV.

Saat dihubungi melalui pesan singkat, PRA Luqman Zulkaedin menjelaskan akan melanjutkan program-program Almarhum Sultan Sepuh XIV yakni revitalisasi keraton, peningkatan ekonomi kreatif, hingga syiar Islam.

BACA YUK:  Dukung Pemberdayaan UMKM, DKUKMPP Kota Cirebon Siap Gelar Cirebon Festival 2024

“Saya akan melanjutkan program beliau (Sultan Sepuh XIV) seperti revitalisasi keraton, pelestarian adat tradisi keraton, peningkatan ekonomi kreatif dan syiar Islam,” ujar PRA Luqman, Rabu (2/9/2020).

Luqman menambahkan, selain itu akan menyiapkan keraton menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan sehingga dapat meningkatkan ekonomi kreatif.

“Mengenai Syiar Islam akan meningkatkan hubungan dengan pesantren-pesantren dan melakukan revitalisasi Masjid Agung Sang Cipta Rasa,” ungkapnya.

Mengenai adanya penolakan pada saat acara Jumenengan atau pengukuhan Sultan Sepuh XV, menurut Luqman, penolakan tersebut tidak berdasar.

BACA YUK:  Gedung Bundar Akan Jadi Zona Kreatif Warga Kota Cirebon, Ini Fasilitasnya

“Menyampaikan pendapat adalah hak setiap orang, marilah kita sampaikan dengan cara bijaksana dan santun,” ungkap Luqman.

Luqman menjelaskan bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon sudah berusia 600 tahun dari sejak jaman Sunan Gunung Jati sampai dengan Sultan Sepuh XV. Adat tradisi turun temurun di Keraton Kasepuhan Cirebon tetap terjaga.

Sejak Jaman Sunan Gunung Jati, kata Luqman, adat tradisi tetap terjaga di Keraton Kasepuhan Cirebon. Pengganti Sultan sepuh adalah putra, anak laki-laki. Apabila Sultan tidak memiliki anak laki-laki, akan dilanjutkan kepada adik Sultan laki-laki.

BACA YUK:  Tahun Kabisat, 1 Bayi Lahir di RSIA Cahaya Bunda Cirebon

“Alhamdulillah kami telah melaksanakan tradisi seni budaya serta juga memelihara bangunan keraton, museum secara baik,” bebernya.

“Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat maupun pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” pungkasnya. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *