Sultan Sepuh XIV: Suatu Kehormatan Adanya Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid di Cirebon

0
21
Sultan Sepuh XIV saat memberikan sambutan pada Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid di Keraton Kasepuhan

Cirebon,- Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid yang berlangsung di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Sabtu (5/5/2018).

Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Ketua DMI, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, Dirjen Pariwisata, Wali Kota Cirebon, Bupati Cirebon, dan stakeholder lainnya.

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat mengatakan kegiatan Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid yang diselenggarakan di Cirebon, semoga dapat memberikan semangat pada kita semua untuk terus memelihara masjid sebagai destinasi wisata religi.

Aston Hotel

“Sebelum adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Cirebon sudah menjadi tujuan wisata ziarah,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Lanjut dia, terdapat tiga tempat ziarah utama di Cirebon ini, yaitu makam Sunan Gunung Jati, Masjid Sunan Gunung Jati Sang Cipta Rasa, dan Rumahnya Sunan Gunung Jati.

Kata Sultan,masjid ini tidak hanya sekedar untuk beribadah, tetapi bagaimana masjid ini fungsinya bertambah menjadi tujuan wisata religius dan ini menjadi potensi ekonomi untuk masjid itu sendiri serta masyarakat sekitarnya.

“Tentunya ini menjadi potensi daerah kita semua dan leluhur kita meninggalkan sesuatu yang masih bermanfaat sampai sekarang, Alhamdulillah,” ungkapnya.

Banyak sekali destinasi wisata ziarah atau religius di Cirebon, yaitu Situs Plangon, Situs Syeh Magelung Sakti, dan situs-situs keramat lainnya. Bahkan, bukan peninggalan Islam saja, tetapi yang tertua seperti gereja Katolik ada di Cirebon.

Untuk itu, Sultan Sepuh XIV memohon doa dan dukungan dari DMI untuk terus memelihara dan melestarikan peninggalan-peninggalan ini. Kami mohon juga bisa diangkat dan promosikan destinasi wisata Cirebon.

“Kami dari Kesultanan Cirebon menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada Komjen Pol. H. Syafruddin selaku Wakil Ketua DMI sebagai Khalifah Panata Tajug sesuai dengan amanat Sultan Gunung Jati “Ingsun titip tajug lan fakir miskin,” bebernya.

Sultan menjelaskan ada 42 petatah-petitih Sunan Gunung Jati salah satunya “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”. Maksud dari “Titip tajug” adalah menitipkan masjid, akhlak, shalat, dan hablum minallah, sedangkan “Titip fakir miskin” adalah menitipkan masyarakat kita, bangsa kita, dan negara kita.

“Itulah yang diamanatkan oleh Sunan Gunung Jati Cirebon,” jelasnya.

Selain itu, Sultan menambahkan bahwa tentunya ini suatu kehormatan bagi warga Cirebon, Pemerintah Kota Cirebon, Keluarga besar Kesultanan Cirebon atas diselenggarakannya simposium destinasi wisata religi berbasis masjid.

“Tentunya kita tahu banyak sekali destinasi wisata religi di Indonesia, tetapi alhamdulillah Cirebon diberi kehormatan menjadi tuan rumah simposium destinasi wisata religi berbasis masjid,” tutupnya. (AC212)

Bagikan:
Signup for the newsletter