Kamis, 28 Januari 2021

Sultan Sepuh XIV Prihatin Atas Rusaknya Situs Petilasan Matangaji

Populer

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Saung Kopi Gowes Hadir di Jalur Favorit Bersepeda, ini Konsepnya⁣

Cirebon,- Berada di jalur favorit bersepeda dengan view pesawahan dan berlatar gunung Ciremai, Sakowes (Saung Kopi Gowes) hadir untuk...

Program Jelajah Rasa, Kandang Ayam Hadirkan Menu Korean Taste⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kandang Ayam Resto yang yang berlokasi di Jalan Sudarsono No. 281A, Kota Cirebon, pada Januari 2021 menghadirkan program...

Agrowisata dan Edukasi Griya Hidroponik Tawarkan Konsep Petik Sendiri⁣

Cirebon,- Griya Hidroponik Cirebon yang berada di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung, Kabupaten Cirebon menjual segala macam produk sayuran...

Vinotel Cirebon Sudah Bisa Terima Tamu

Cirebon, 7 September 2016 - Cirebon yang sedang berkembang membuat bisnis hotel budget semakin menjamur. Salah satunya, Vinotel Hotel...

Cirebon,- Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Arief Natadiningrat sangat prihatin atas kejadian rusaknya petilasan Matangaji yang berada di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Situs Petilasan Matangaji merupakan situs bersejarah Sultan Kasepuhan V Sultan Muhammad Sofiudin atau yang dikenal dengan Sultan Matangaji.

“Dengan adanya kejadian bahwa ada developer yang tanpa koordinasi dengan kita dan kemudian langsung diratakan, kita sangat prihatin sekali,” ujar Sultan Sepuh XIV saat ditemui About Cirebon di Keraton Kasepuhan Cirebon, Kamis (20/02/2020).

Loading...
BACA YUK:  Rindu Siswa Belajar di Sekolah

Lanjut Sultan, dengan alasan developer, bahwa di tempat tersebut bukan situs cagar budaya. Padahal, tempat tersebut adalah petilasan cagar budaya.

“Kami sudah menyurati Wali Kota Cirebon untuk supaya dilindungi dan dikembalikan. Silakan developer membangun, tapi tidak merusak cagar budaya,” ungkapnya.

“Kejadian ini mohon menjadi pelajaran untuk cagar budaya lainnya,” tambahnya.

Situs Petilasan Matangaji ini, kata Sultan, memiliki nilai sejarah. Apalagi, Sultan Matangaji adalah seorang pahlawan, yakni tempat tersebut merupakan tempat persembunyian Sultan saat melawan Belanda pada saat itu.

“Di Cirebon ini banyak sekali situs-situs yang bersejarah. Seperti kita tahu, Cirebon merupakan kota yang sangat tua dan memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan situs-situ peninggalan banyak di luar keraton seperti situs tersebut,” jelasnya.

Menurut Sultan, Sultan Sepuh V Keraton Kasepuhan atau Sultan Matangaji itu sekitar tahun 1800-an. Dari Undang-undang cagar budaya, kalau disebut sebagai cagar budaya adalah yang usianya diatas 50 tahun dan mempunyai nilai sejarah atau nilai-nilai tertentu.

“Sehingga, situs petilasan Matangaji sudah disebut cagar budaya. Tetapi kelemahannya, hampir pemerintah belum didata dan didaftarkan termasuk situs petilasan Matangaji ini,” katanya.

Situs petilasan Matangaji ini, kata Sultan, merupakan salah satu jalur yang dilalui oleh Sultan Matangaji. Itu juga bagian dari Goa Sunyaragi.

BACA YUK:  Polresta Cirebon Bantu Bersihkan Sisa Puing Bencana Puting Beliung di Desa Slangit

“Kejadian ini sudah satu bulan yang lalu. Oleh karena itu kami sesalkan juga baru tahu dan laporan sekarang,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

JNE Cabang Cirebon Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Cirebon,- JNE perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman, menyalurkan bantuan untuk korban banjir yang terjadi pekan lalu di Desa...

Revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Cirebon Ditargetkan Selesai Februari

Cirebon,- Revitalisasi Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon ditargetkan rampung pada bulan Februari 2021 mendatang. Pembangunan Alun-alun Kejaksan yang bersumber dari dana hibah Provinsi Jawa Barat, saat...

Gamis Menjadi Tren Busana Muslimah Semua Usia

Cirebon, - Gamis dan hijab merupakan kebutuhan bagi wanita muslimah. Hal ini menjadikan peluang bagi Putry Endang Hutami untuk membuka usaha di bidang fashion,...

Kota Cirebon Terapkan PSBB Secara Proposional Sampai 8 Februari 2021

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proposional selama 14 hari dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. Pembatasan aktivitas...

More Articles Like This