Sultan Kasepuhan: Sebelum Islam Masuk ke Indonesia, Alat Beduk Sudah Ada

0
44

Cirebon,- Sebelum ada alat komunikasi yang secanggih seperti sekarang ini, seperti pelantang suara, sound system dan lainnya, hingga jadwal salat yang sudah bisa diakses dengan mudah.

Dulu untuk mengetahui masuknya waktu salat lima waktu, menggunakan jam matahari dan hanya menggunakan beduk sebagai tanda masuknya waktu salat lima waktu.

Aston Hotel

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pra. Arief Natadiningrat mengatakan di samping jam matahari untuk menandakan masuknya waktu salat, ada alat komunikasi berupa beduk.

“Sebelum Islam ada, memang sudah ada alat beduk ini,” ujarnya usai melakukan tradisi Dugdag di Langgar Agung Keraton Kasepuhan, (16/5/2018).

Kemudian, Lanjut Sultan, beduk dimanfaatkan oleh umat Islam dan Wali Songo untuk keperluan ibadah seperti waktu-waktu tertentu. “Tentunya ini mendukung syariat Islam,” katanya.

Istana Kerang

Salah satunya tradisi yang masih dilakukan sampai sekarang ini, Keraton Kasepuhan melakukan tradisi Dugdag. Di mana, untuk menandakan masuknya bulan suci Ramadan, beduk di Langgar Agung Kasepuhan dipukul dengan bertalu-talu.

Menurut Sultan, beduk yang digunakan bernama Beduk Samogiri dan sudah ada ratusan tahun yang lalu di Langgar Agung, hanya saja sudah diperbaiki beberapa kali kulitnya karena bolong.

“Kemudian ada juga beduk peninggalan Sunan Gunung Jati di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang bernama Sanggurumangir,” tandasnya. (AC212)