Sukses Gelar Kelas Macrame, Aston Cirebon Hotel Ingin Seni Macrame Lebih Dikenal

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center sukses menggelar kelas Macrame yang diselenggarakan, Minggu (30/10/2022). Acara yang berlangsung di Nana Land Aston Cirebon Hotel, Jalan Brigjen Darsono, Bypass, Kabupaten Cirebon ini diikuti 25 peserta.

Kelas Macrame yang diselenggarakan Aston Cirebon Hotel ini berkolaborasi dengan Dwita Siregar atau pemilik Bikin-Bikin Cirebon. Dimana, kelas ini untuk memberikan pelatihan yang dapat mengakses kreatifitas masyarakat, baik tamu hotel ataupun tamu dari luar hotel.

Anindya Vika, selaku Marketing Communication Aston Cirebon Hotel & Convention Center mengatakan Aston Cirebon Hotel selalu konsisten membuat kelas kreatif setiap bulannya. Kali ini, lanjut Vika, berkolaborasi dengan Dwita Siregar atau Owner Bikin-Bikin Cirebon dengan membuka kelas Macrame.

BACA YUK:  Gelaran Porprov XIV Tahun 2022 Resmi Dimulai, Kontingen Kota Cirebon Siap Bertanding

Macrame sendiri, kata Vika, merupakan seni yang menyatukan simpul yang terdiri dari beberapa tali untuk membuat sebuah karya tangan. Banyak orang tidak tahu apa itu Macrame, padahal Macrame sendiri dapat menghasilkan banyak produk seperti gantungan kunci, hiasan toples, pajangan rumah, gelang dan masih banyak lagi.

“Oleh karena itu Aston merekrut Ibu Dwita Siregar sebagai ahli yang sudah berkecimpung lama di dunia karya seni,” ujar Vika kepada About Cirebon, Senin (31/10/2022)

Vika menjelaskan, tujuan kelas ini diadakan karena pihaknya ingin karya seni Macrame lebih dikenal oleh masyarakat luas dan kami ingin membuat masyarakat atau anak-anak dapat mengasah kreatifitas mereka di hari Minggu.

BACA YUK:  Persiapan Arus Mudik Lebaran Lebih Awal, Korlantas Polri dan Rombongan Cek Jalur Pantura

“Kami berharap dari kelas ini para peserta memiliki skill baru sehingga dapat berjualan dengan produk hasil karya mereka sendiri.” kata Vika.

Pihaknya bersyukur, ternyata antusias masyarakat tinggi terhadap kelas Macrame. Kelas ini diikuti oleh 25 orang yang notabene nya Ibu-Ibu. Namun ternyata selain Ibu-Ibu, kelas ini juga diminati oleh kaum pria.

“Ada 4 pria yang mengikuti kelas ini diantaranya 2 bapak-bapak dan 2 remaja. Kelas ini berlangsung selama kurang lebih 4 jam. Bu Dwita sangat sabar dan detail dalam mengajari murid-murid nya,” pungkas Vika. (HSY)

BACA YUK:  Tren Busana Pengantin Tahun 2023 Menurut Ar'Q by Arief Rachmanto Simpel dan Elegan

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *