ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus
ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus
ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus
ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus

Jakarta, 12 Oktober 2017,- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengumumkan diberlakukannya aturan validasi kartu SIM dengan nomor KTP dan Kartu Keluarga (KK). Aturan ini untuk meningkatkan perlindungan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia.

Aturan yang  akan  diberlakukan mulai 31 Oktober ini bukan hanya berlaku untuk calon pelanggan seluler baru tapi juga untuk pengguna lama baik prabayar maupun pascabayar. Sehingga para pengguna ponsel harus melakukan registrasi ulang untuk terhindar dari pemblokiran bagi SIM yang tidak tervalidasi. Nantinya SIM yang terblokir, maka pelanggan tidak bisa berkirim SMS, telepon dan tidak bisa akses internet.

Dalam rilis yang diterima About Cirebon, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara aku aturan ini sudah diinisiasi sejak 2016 dan bukan aturan baru.

“Sudah saya sampaikan kepada teman-teman operator sekarang sudah bukan waktunya fokus kuantitas pelanggan tapi kualitas,” kata Rudiantara, Rabu (11/10/2017).

Cara registrasi ulang kartu perdana bisa dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK# dan dinyatakan berhasil jika data telah divalidisi pihak operator.

Saat ini data pelanggan seluler dengan NIK terdaftar berjumlah sekitar 36 juta, dan 23 juta diantaranya adalah pelanggan Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Indonesia.

Operator telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat tanggal 28 Februari 2018. (AC350)

How you feel for this post?
9
1
0
0
4
4
1
2
0
Bagikan:
loading...
Signup for the newsletter