Spirit RUN di Awal Tahun

Spirit RUN di Awal Tahun

 

Oleh : @Bakhrulamal

 

Orang yang bodoh adalah orang yang mengharapkan hasil berbeda dengan menggunakan cara yang sama (Albert Einstein)

 

Akhir tahun 2012 nanti malam resmi di tutup dan di gantikan dengan tahun yang baru yaitu tahun 2013. Cita-cita, harapan dan target-target yang disusun di tahun 2012 tentunya menjadi perenungan tersediri malam hari nanti. Suka dan duka, bahagia dan kecewa berbaur menjadi satu dalam bungkusan seremonial yang biasa kita namakan Happy New Years Party (pesta tahun baru).

 

Jakarta sebagai barometer Negara Indonesia telah mempersiapkan pestanya sendiri. Pesta itu mereka namakan dengan Jakarta Night Festival. Tidak tanggung-tanggung, 16 lokasi panggung di persiapkan guna memberikan hiburan yang menarik bagi warga Jakarta. Konsep acaranya pun begitu menarik karena menggunakan sistem bebas kendaraan. Artinya acara yang mengambil ruas jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman ini free dari kendaran dan di penuhi oleh ribuan pejalan kaki.

 

Euforia itu ternyata tidak hanya milik Kota Besar sekelas Jakarta saja tetapi Kota-kota kecilpun mempersiapkan diri untuk menggelar acara satu tahunan ini. Salah satunya adalah Kota kelahiran saya yaitu Kota Cirebon. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kota yang memiliki cita-cita untuk menjadi provinsi inipun tidak mau kalah. Area balai kota, Grage Mall hingga Puncak Gronggong telah bergegas mempersiapkan event masing-masing.

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

 

Di jalan daerah masuk Balai Kota biasanya sengaja di tutup dan masyarakatpun tumpah ruah dari mulai masyarakat Indramayu, Kuningan, Cirebon bahkan Tegal dan Brebes. Tujuanya satu, melepas penat dengan menyaksikan keindahan Kota menutup tahun. Di Grage santer terdengar akan diadakan pesta rakyat menyambut tahun baru. Yang tentunya masih menjadi favorit adalah puncak gronggong, karena dari situ pesta kembang api di tengah kota terlihat dengan begitu jelas.

 

Lalu pentingkah segala macam acara ini di lakukan. Jawabanya ada dua pilihan, yang pertama penting dan kedua tidak penting. Mari kita mulai dari yang pertama :

 

A.    PENTING

 

Perayaan tahun baru bisa kita kenang sebagai bentuk kerja keras sepanjang tahun. Keringat, usaha dan segala macam hal yang telah di lakukan kemudian di rayakan. Tertawa dan bahagia bertemu kembali dengan kawan-kawan lama ataupun orang terkasih mungkin menjadi pilihan yang menarik. Bagi yang menutup tahunya dengan target sukses tentunya menjadi hal yang sangat indah. Tetapi bagi yang gagal memenuhi targetnya, moment tahun baru ini tentunya dapat menjadi obat pelipur lara untuk melupakan persoalan yang rumit di sepanjang tahun. Kemudia yang kedua,

 

B.     TIDAK PENTING

 

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

Tidak penting disini bukan tidak penting secara teologis yang tentunya akan memunculkan perdebatan. Tetapi tidak penting disini dalam artian bahwa, refleksi, ketenangan dan rencana menyiapkan suatu rencana yang baru lebih penting dari perayaan itu sendiri. Seperti apa yang Jallaludin Rumi katakan bahwasanya manusia itu selalu resah. Resah dengan atau karena hawa nafsu, selalu ingin lebih dan lebih. Untuk membatasi keresahan itu maka lebih baik tetap tenang dan beristirahat untuk hal-hal baru yang lebih menantang di tahun yang akan datang.

 

Dari kedua skema menyikapi tahun baru di atas, semuanya memiliki value tersediri yang tentunya harus di sikapi secara Mulat Sariro Hangroso Wani (mawas diri untuk kemudian berani bersikap). Tidak ada yang salah di antara keduanya tetapi yang pasti jangan terlena. Tahun yang akan datang biasanya lebih sulit, lebih menuntut kita untuk cekatan dan berani.

 

Ada sedikit masukan untuk bagaiamana tahun yang akan di hadapi, masukan ini berupa spirit, spirit itu saya sebut dengan RUN.

 

 

 

 

1.      RENCANAKAN

 

Rencanakan segala macam kegiatan yang dimulai dari hal penting hingga hal-hal yang bukan menjadi perioritas. Setiap kegiatan harus sesuai dan tidak manipulatif. Kegiatan tahun lalu pun di upayakan di tulis kembali untuk mengingatkan kita bahwa ada hal yang tidak selesai kemarin.

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

 

2.      UPAYAKAN

 

Upayakan kegiatan-kegiatan itu menjadi bentuk nyata yang memiliki hasil. Jerih payah dan tetap focus pada rencana yang kita mulai diawal tadi. Jangan tergoda dengan rencana yang datang di tengah-tengah tahun yang biasanya justru menjadi godaan untuk menggagalkan seluruh rencana.

 

3.      NILAI

 

Nilai segala bentuk usaha yang kita lakukan. Sudah maksimalkah atau sejauh

mana perkembanganya.

 

RUN ini di harapkan menjadi masukan yang berarti di awal tahun karena setelah perayaan dan perenungan, tentunya kita akan menemukan pertanyaan “Apa yang hendak kita persembahkan di tahun yang akan datang”. Ini adalah pertanyaan yang kita jawab sendiri. Pertanyaan yang harus memiliki passion bahwa jangan melakukan hal yang sama jika kita ingin mengharapkan sesuatu yang berbeda. Dulu kita masih ada waktu tidur, tahun akan datang di kurangi. Kemarin kita terlalu leha-leha hingga target tercecer, yang akan datang kita harus lebih semangat.

 

Melalui tulisan ini saya pun ingin menyampaikan, selamat Tahun Baru 2013, semoga apa yang kita harapkan bisa tercapai dengan baik dan maksimal. Selamat menikmati hiburan dan perenungan. (Penulis adalah Authors of Nulis Yuk dan bagian dari The Institute for Liberal Studies, pojok payung UNDIP). 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *