Selasa, 30 November 2021

Sepekan Razia Masker, Petugas Gabungan di Kabupaten Cirebon Menjaring Puluhan Ribu Pelanggar

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Catat Tanggalnya, TDA Cirebon Gandeng Lintas Institusi Gelar Pesta Wirausaha dan Vaksinasi

Cirebon,- Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Cirebon bersama Polres Cirebon Kota, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan komunitas lainnya akan...

Cirebon,- Operasi Yustisi Protokol Kesehatan yang dilaksanakan petugas gabungan Polresta Cirebon, Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, dan Satpol PP Kabupaten Cirebon dalam sepekan terakhir berhasil menjaring puluhan ribu pelanggar.

Mereka diberi sanksi teguran, sanksi sosial, hingga sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp 100 ribu.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi mengatakan jumlah pelanggar yang terjaring operasi yustisi sejak 14 hingga 20 September 2020 mencapai 12.644 orang.

Loading...

Menurutnya, Syahduddi, rata-rata bentuk pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan ialah tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Mereka terjaring operasi yustisi tingkat Polresta Cirebon dan Polsek jajaran. Setiap hari 27 Polsek jajaran Polresta Cirebon juga menggelar operasi yustisi bersama TNI dan Satpol PP,” ujar Syahduddi saat ditemui About Cirebon usai menghadiri Bhakti Sosial Forkompimda Jabar di The Radiant, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Minggu (20/9/2020).

BACA YUK:  Wakil Wali Kota Cirebon Optimis Ekonomi Kota Cirebon Segera Bangkit

Dari 12.644 pelanggar yang terjaring operasi yustisi, lanjut Syahduddi, 11.957 orang di antaranya diberikan sanksi teguran. Mereka juga diingatkan mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan setiap saat, khususnya selalu mengenakan masker saat beraktivitas keluar rumah.

Selain itu, terdapat 34 pelanggar yang diberi teguran tertulis. Petugas juga memberikan sanksi sosial berupa mengucapkan Pancasila kepada 441 pelanggar dan sanksi fisik seperti push up serta menyapu jalanan terhadap 137 orang yang terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan.

“Untuk sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp 100 ribu diberikan kepada 75 pelanggar dan berhasil mengumpulkan Rp 1.940.000. Uang tersebut langsung disetorkan untuk kas daerah,” ungkapnya.

Syahduddi mengatakan, setiap harinya pola operasi yustisi yang diterapkan di tingkat Polresta Cirebon ialah dua stasioner dan satu mobile. Sementara operasi yustisi tingkat Polsek jajaran ialah satu stasioner dan satu mobile.

BACA YUK:  Wakil Wali Kota Cirebon Optimis Ekonomi Kota Cirebon Segera Bangkit

Dalam operasi stasioner para petugas akan bersiaga di ruas jalan protokol untuk mendisiplinkan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan dalam operasi mobile petugas akan berkeliling ke pusat keramaian masyarakat dan mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan kepada setiap warga yang ditemui.

“Jadi, setiap harinya ada 57 kegiatan operasi yustisi yang dilaksanakan Polresta Cirebon hingga Polsek jajaran. Hasilnya juga kami laporkan setiap hari untuk bahan evaluasi bersama Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon,” katanya.

Pihaknya mengakui, dalam operasi yustisi yang digelar selama sepekan terakhir jumlah pelanggar yang terjaring cenderung bertambah setiap harinya. Namun, Syahduddi menegaskan pada dasarnya para pelanggar tersebut telah membawa masker tetapi tidak mengenakannya dan hanya disimpan di saku maupun tas.

Operasi Yustisi Protokol Kesehatan juga rencananya digelar selama dua pekan dan nantinya akan dievaluasi di akhir kegiatan.

Pihaknya berharap, kesadaran masyarakat Kabupaten Cirebon meningkat dalam mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pelanggar yang disanksi administrasi berupa denda itu mereka yang benar-benar tidak membawa masker. Kalau warga yang membawa masker tetapi tidak mengenakannya kami berikan sanksi sosial,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Harga Minyak Goreng Harus Diredam

Jakarta,- Gejolak kenaikan harga minyak goreng hingga akhir tahun diprediksi masih terus merangkak naik. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik...

Ratusan ASN di Kota Cirebon Dapat Anugerah Satyalancana Karya Satya

Cirebon,- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan anugerah kepada 218 Aparatur Sipil Negara (ASN). Anugerah...

Hadirkan Program Yes Preneur, Anis Matta: UMKM Masa Depan dan Pilar Ekonomi Indonesia

Cirebon,- Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta bersama rombongan terus melakukan roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, Ketua Umum bersama rombongan mengunjungi...

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27 -28 November 2021 di Lapangan...

More Articles Like This