Seorang Pasien yang Dirawat di Ruang Isolasi RS Waled Sudah Mulai Membaik

Cirebon,- Seorang warga Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon yang dirawat di Ruang Isolasi Rumah Sakit Waled, Kabupaten Cirebon mulai membaik.

Menurut dokter yang menangani pasien tersebut, dr. Ahmad Fariz mengatakan hasil pemeriksaan pasien tersebut bahwa pasien saat masuk ke rumah sakit Waled pada Senin (27/1) terdiagnosa adanya peradangan akibat infeksi paru-paru.

“Karena saat ini kita mengevaluasi ada isu mengenai corona virus, maka kita lihat dari paparan. Setelah evaluasi beliau baru pulang dari Taiwan, maka kita evaluasi apakah Taiwan ada keterkaitan dengan corona virus,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Selasa (28/1/2020).

BACA YUK:  Luas Wilayah Kota Cirebon Bertambah, Perlu Pemuktahiran Data Jelang Pemilu 2024

Menurut Departemen Kesehatan maupun dari berbagai perhimpunan, lanjut Fariz, ada dua jenis klarifikasi setidaknya apakah orang itu dalam investigasi atau dalam pengawasan dan dalam pemantauan.

“Kalau dalam pengawasan itu, orang-orang yang dengan gejala, seperti pasien yang sedang kami tangani saat ini. Kalau dalam pemantauan yaitu orang yang kontak dengan pasien atau dengan paparan, tapi tidak muncul gejala,” jelasnya.

BacaYuk : Khawatir Virus Corona, Pasien di RS Waled Cirebon Dirawat di Ruang Isolasi

Dari kemarin sampai saat ini, kata Fariz, secara perkembangan klinis pasien yang dirawat diruang isolasi RS Waled Kabupaten Cirebon mulai membaik. Secara pemeriksaan laboratorium dalam batas normal, hanya dari gambaran rontgen dadanya ada infeksi di daerah paru-paru sebelah kiri.

BACA YUK:  Jangan Lengah, Rawat Mata Saat Ramadan untuk Rayakan Lebaran Tanpa Gangguan Pandangan

“Untuk perkembangan secara klinis pasien sudah mulai membaik,” katanya.

Pasien ini, saat berada di Taiwan maupun sebelum berangkat ke Taiwan memang sudah ada keluhan dan setelah pulang ke Indonesia kondisinya masih belum membaik.

“Untuk hasil lab biasanya dalam 7 sampai 14 hari sudah keluar. Namun untuk isolasi pasien sendiri bisa sampai 14 hari atau dua minggu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Waled Kabupaten Cirebon, dr. Budi S. Soenjaya menambahkan pasien atas nama SH (44) datang ke rumah sakit Waled dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas.

BACA YUK:  Lewat Program Mekaar, Menteri BUMN Ingin Retas Kemiskinan di Kota Cirebon

“Kami memiliki tim untuk penanggulangan KLB (Kejadian Luar Biasa), karena pasien tersebut ada riwayat baru pulang dari Taiwan untuk mengikuti seminar. Sehingga kami langsung menempatkan pasien di ruang isolasi sambil diperiksa lab dan ronsen,” ujarnya.

Menurut dr. Budi, pasien sampai pagi ini sudah tidak panas, sesak mulai berkurang, batuk berkurang, dan pasien bisa beristirahat dengan nyenyak.

“Hasil laboratorium sementara masih batas baik. Tapi masih kami terus monitor perkembangannya. Sedangkan untuk anggota keluarga yang kontak langsung dengan pasien juga kita follow up,” tukasnya. (AC212)

(Dilihat: 12 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.