Seorang Difabel Ini Menyelesaikan Finswimming 3.000 Meter pada event Navy Open Tournament Lanal Cirebon

Cirebon,- Navy Open Tournament 2019 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI AL ke-74 dan Hari Jadi Cirebon ke-650, diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat, Surabaya, dan Jakarta.

Kejuaraan yang dilombakan pada event Navy Open Turnament 2019 yakni Finswimming nomor laut dan dayung perahu karet. Ada sebanyak 88 peserta di kategori Finswimming nomor laut dan 24 peserta kategori dayung perahu karet.

Dari puluhan peserta, ada salah satu peserta difabel yang berhasil menyelesaikan 3.000 meter pada event Finswimming nomor laut dengan waktu 1 jam 9 menit.

Namanya Rahmat Hidayatullah, pria asal Tasikmalaya dan sekarang tinggal di Cimahi merupakan seorang marbot masjid dan guru ngaji. Sehari-harinya, Rahmat tinggal di Masjid Al-Dzikri Yayasan Nurul Hikmah, Babakan Muncang, Desa Padaasih, Cimahi.

BACA YUK:  Pemkab Cirebon Siap Dukung Kelancaran Arus Lebaran 2024

Walaupun memiliki keterbatasan, namun semangatnya tinggi untuk mengikuti kejuaraan Finswimming nomor laut. Bahkan, Rahmat juga pernah pengikuti berbagai event Finswimming di berbagai daerah seperti di selat Suramadu, pantai Kuta, di Palu dan masih banyak lagi prestasinya.

Pria kelahiran 3 Maret 1985 ini sebelum menggeluti olahraga Finswimming, Rahmat pernah menjadi atlet kursi roda sprint.

Baca Yuk: Navy Open Tournament 2019 Bisa Meningkatkan Pariwisata Laut Cirebon

Menurut Rahmat, kejuaraan Finswimming nomor laut di Navy Open Tournament merupakan yang ke enam kali. Pertama kali mengikuti event di Palu, kemudian Selat Madura, di pantai Kuta dengan kategori 5 KM.

“Walaupun memiliki keterbatasan tidak menjadi masalah buat kita, yang penting bagaimana kita mau pasti kita mampu, dan memiliki tekad yang kuat,” ujarnya saat ditemui About Cirebon usai perlombaan, Sabtu (14/9/2019).

BACA YUK:  Tahun 2024, Hari Jadi Cirebon Alami Perubahan di Tahun Peringatan

Lanjut Rahmat, menggeluti olahraga renang ini baru berjalan kurang dari dua tahun, sebelumnya menjadi atlet kursi roda sprint 100 meter.

“Dulu waktu 2011, antar pelajar juara pertama mengikuti sprint 100 meter,” ungkapnya.

Rahmat yang pertama kali bisa berenang dari akhir tahun 2016, dan enam bulan kemudian bisa handal berenang di laut karena bekerja sama dan dididik oleh Angkatan Laut Cirebon.

“Untuk latihan renang, seminggu itu bisa tiga kali di kolam renang. Sampai turun di olahraga renang ini untuk mencari pengalaman dan memberikan motivasi kepada orang-orang,” terangnya.

Pria lulusan pesantren Asyafah Cilandodong, Singaparna pimpinan KH. Udin Badudin akan serius mendalami olahraga renang.

BACA YUK:  Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Akan Dilakukan Bila Jalur Arteri Cirebon Alami Kepadatan

“Karena olahraga renang itu kan Sunnah Rosul,” kata Rahmat.

Sementara itu, Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Agung Nugroho mengatakan Rahmat berhasil mencapai garis finish dengan waktu yang cukup fantastis untuk ukuran atlet difabel yakni 1 Jam 9 Menit dengan jarak 3.000 meter.

“Ini harus menjadi motivasi bagi teman-teman difabel yang lain dan juga bagi masyarakat yang memang tinggal khususnya di daerah Pantura,” ujarnya.

“Mereka orang Bandung pun yang tidak memiliki laut, justru senang dengan olahraga laut. Nah bagaimana ini kegiatan ini menjadi salah satu ajang untuk meningkatkan motivasi dan animo khususnya generasi muda untuk lebih cinta terhadap olahraga perairan,” pungkasnya. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *