Sabtu, 30 Mei 2020

Senin Besok, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Akan Pertemukan Pihak Terkait Rusaknya Situs Matangaji

Populer

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Sumber Ditutup Sementara Selama 14 Hari

Cirebon,- Dua Pedagang Pasar Sumber Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Positif Covid-19 setelah dilakukan tes massal swab pada tanggal 18 Mei...

Masuk Zona Biru, Kabupaten Cirebon Tidak Perpanjang PSBB

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cirebon berakhir pada hari ini, Jumat 29 Mei 2020.Pemerintah Daerah Kabupaten...

Mulai Besok Grage Mall dan Grage City Mall Siap Beroperasi Kembali

Cirebon,- Setelah menutup sementara operasional mall, Grage Group memutuskan Grage Mall dan Grage City Mall akan dibuka kembali besok,...

Tanpa Gejala Klinis, Dua Pedagang Pasar Sumber Terkonfirmasi Positif Covid-19

Cirebon,- Dua pedagang Pasar Sumber terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil test swab massal menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction)...

Kondisi Rumah Sangat Memprihatikan, Baznas Kota Cirebon Turun Tangan⁣ ⁣

Cirebon,- Sungguh mengejutkan saat memasuki rumah warga di RT 005 RW 001 No. 196 Gg. Rebon Pesisir Selatan Kelurahan...

Cirebon,- Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr. Tresnawaty meninjau langsung Situs Petilasan Matangaji yang berada di kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (21/2/2020).

Situs Petilasan Matangaji merupakan situs bersejarah Sultah Kasepuhan V, Sultan Muhammad Sofiudin atau yang dikenal dengan Sultan Matangaji. Namun, kondisi saat ini petilasan tersebut sudah rata dengan tanah.

“Secara pribadi saya prihatin yah, karena besar di Cirebon sedih banget bukti nyata sejarah Kota Cirebon menjadi seperti ini,” ujar dr. Tresnawaty saat ditemui About Cirebon di lokasi.

Secara kedewanan, lanjut Tresnawaty, harus melakukan sesuatu tindakan dan diberesi segera. Karena kalau dilihat situs tersebut, sebagian sudah hancur dan tertimbun.

Loading...

“Saya sempat konsultasi, apakah ini bisa diberesi atau tidak. Kalau memang bisa diperbaiki, sekalian saja diperbaiki dan betul-betul dibatasi inilah situs bersejarah,” terangnya.

“Ini juga harus dijadikan situs yang resmi dan diakui oleh pemerintah dan harus dilestarikan. Anggap saja ini sudah rusak, tapi kalau ada kesempatan untuk diperbaiki, ya diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk kita semua,” tambahnya.

Pihaknya berharap, kedepan kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali. Kalau ini yang pertama di Kota Cirebon, jadikan kejadian ini terakhir di Kota Cirebon.

dr. Tresnawaty menegaskan bahwa hari Senin besok akan dijadwalkan bertemu dengan pihak terkait untuk membicarakan langkah kedepan untuk menangani Situs Petilasan Matangaji.

“Kami akan memanggil pihak-pihak terkait hari Senin (24/2) untuk mendengarkan dan akan memberikan deadline waktu. Kalau tidak ada deadline waktu, nanti lupa,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Sudrajat, selaku Sejarahwan Cirebon mengungkapkan bahwa kejadian ini sebagai suatu keprihatinan kami sebagai masyarakat Kota Cirebon karena bisa terjadi seperti ini.

“Ini pembelajaran yah. seperti yang disampaikan dr. Tresnawaty kejadian ini yang pertama dan terakhir kali di Kota Cirebon,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau dan memberikan deadline waktu untuk dikembalikan dan dijadikan situs petilasan Matangaji menjadi permanen. Ini merupakan bukti sejarah untuk anak cucu kita, bahwa Cirebon memiliki catatan sejarah yang sangat besar.

“Saya menghimbau kepada para pengembang, jangan seenaknya saja. Demi kepentingan bisnis, namun menghancurkan dan menghilangkan situs bersejarah,” katanya.

Sudrajat menambahkan bahwa Kota Cirebon dengan luas kurang lebih 40 KM persegi, ada ratusan situs. Namun yang sudah terdaftar menjadi situs cagar budaya melalui SK Wali Kota maupun SK Provinsi dan Pusat, baru sekitar 70-an.

“Namun masih banyak situs yang belum didaftarkan menjadi situs cagar budaya. Karena kaitannya dengan anggaran, sebuah tempat yang dijadikan sebuah situs harus ada pertanggungjawaban,” bebernya.

“Minimal juru pemelihara untuk pemeliharaan. Nah, ini kedepannya sebagai pembelajaran agar kita kembali mendata dan mendorong untuk segera dijadikan situs cagar budaya yang terdaftar,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kepala Daerah di Ciayumajakuning Sepakat Perniagaan Antar Wilayah Ada Kelonggaran⁣

⁣Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau...

Tren Kopi Susu Literan, Lebih Hemat dan Bisa Untuk Hampers

Cirebon,- Belum selesai dengan tren kopi susu, akhir-akhir ini berbagai Coffee Shop mulai mengembangkan produksi kopi susu dengan kemasan literan.Apalagi, di tengah situasi Pandemi...

Mulai Hari ini Objek Wisata Keraton Kasepuhan, Goa Sunyaragi, dan Makam Sunan Gunung Jati Dibuka Kembali

Cirebon,- Setelah pusat perbelanjaan dan masjid diperbolehkan untuk ibadah Salat Jumat di Kota Cirebon, kini tempat wisata di Cirebon juga mulai buka.Sudah hampir 3...

Moment RAFI 2020, Layanan Data Telkomsel Alami Peningkatan

Jakarta,- Momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang baru saja berlalu, pemanfaatan layanan berbasis data Telkomsel mengalami peningkatan.Seperti layanan data mengalami peningkatan yang tertinggi...

Setiap Pekan, PT Soca Samudera Nusantara Rutin Berbagi Nasi dan Masker

Cirebon,- PT Soca Samudera Nusantara membagikan nasi kotak dan masker kepada para pengendara yang melintas di Jalan Pangeran Cakrabuana, Kelurahan Sendang, Kabupaten Cirebon, Jumat...

More Articles Like This