Selasa, 4 Agustus 2020

Senin Besok, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Akan Pertemukan Pihak Terkait Rusaknya Situs Matangaji

Populer

Layanan Rapid Test di Stasiun Cirebon Hanya Rp. 85 ribu, Ini Syaratnya

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon bekerja sama dengan RNI Group menyediakan pemeriksaan Rapid...

Penertiban Aset PT KAI Daop 3 Cirebon Diwarnai Penolakan Warga

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon melakukan penertiban 2 aset berupa rumah perusahaan yang...

Dalam Tiga Hari, Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah 8 Orang

Cirebon,- Sejak hari Jumat 31 Juli sampai 2 Agustus 2020, kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 8 orang....

Telkomsel Hadirkan Paket ilmupedia E-Learning Session dengan kuota data 10GB senilai Rp. 10

Jakarta,- Telkomsel kembali menghadirkan inisiatif baru untuk mendukung aktivitas pembelajaran jarak jauh, terutama memasuki masa Tahun Ajaran baru 2020/2021,...

Bakso Lobster Mantan Tawarkan Harga Terjangkau

Cirebon,- Baso Lobster yang tengah viral, kini bisa ditemui di Bakso Lobster Mantan (Mantap Tenan) di Kota Cirebon.Bertempat di...

Cirebon,- Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr. Tresnawaty meninjau langsung Situs Petilasan Matangaji yang berada di kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (21/2/2020).

Situs Petilasan Matangaji merupakan situs bersejarah Sultah Kasepuhan V, Sultan Muhammad Sofiudin atau yang dikenal dengan Sultan Matangaji. Namun, kondisi saat ini petilasan tersebut sudah rata dengan tanah.

“Secara pribadi saya prihatin yah, karena besar di Cirebon sedih banget bukti nyata sejarah Kota Cirebon menjadi seperti ini,” ujar dr. Tresnawaty saat ditemui About Cirebon di lokasi.

Loading...

Secara kedewanan, lanjut Tresnawaty, harus melakukan sesuatu tindakan dan diberesi segera. Karena kalau dilihat situs tersebut, sebagian sudah hancur dan tertimbun.

“Saya sempat konsultasi, apakah ini bisa diberesi atau tidak. Kalau memang bisa diperbaiki, sekalian saja diperbaiki dan betul-betul dibatasi inilah situs bersejarah,” terangnya.

“Ini juga harus dijadikan situs yang resmi dan diakui oleh pemerintah dan harus dilestarikan. Anggap saja ini sudah rusak, tapi kalau ada kesempatan untuk diperbaiki, ya diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk kita semua,” tambahnya.

Pihaknya berharap, kedepan kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali. Kalau ini yang pertama di Kota Cirebon, jadikan kejadian ini terakhir di Kota Cirebon.

dr. Tresnawaty menegaskan bahwa hari Senin besok akan dijadwalkan bertemu dengan pihak terkait untuk membicarakan langkah kedepan untuk menangani Situs Petilasan Matangaji.

“Kami akan memanggil pihak-pihak terkait hari Senin (24/2) untuk mendengarkan dan akan memberikan deadline waktu. Kalau tidak ada deadline waktu, nanti lupa,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Sudrajat, selaku Sejarahwan Cirebon mengungkapkan bahwa kejadian ini sebagai suatu keprihatinan kami sebagai masyarakat Kota Cirebon karena bisa terjadi seperti ini.

“Ini pembelajaran yah. seperti yang disampaikan dr. Tresnawaty kejadian ini yang pertama dan terakhir kali di Kota Cirebon,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau dan memberikan deadline waktu untuk dikembalikan dan dijadikan situs petilasan Matangaji menjadi permanen. Ini merupakan bukti sejarah untuk anak cucu kita, bahwa Cirebon memiliki catatan sejarah yang sangat besar.

“Saya menghimbau kepada para pengembang, jangan seenaknya saja. Demi kepentingan bisnis, namun menghancurkan dan menghilangkan situs bersejarah,” katanya.

Sudrajat menambahkan bahwa Kota Cirebon dengan luas kurang lebih 40 KM persegi, ada ratusan situs. Namun yang sudah terdaftar menjadi situs cagar budaya melalui SK Wali Kota maupun SK Provinsi dan Pusat, baru sekitar 70-an.

“Namun masih banyak situs yang belum didaftarkan menjadi situs cagar budaya. Karena kaitannya dengan anggaran, sebuah tempat yang dijadikan sebuah situs harus ada pertanggungjawaban,” bebernya.

“Minimal juru pemelihara untuk pemeliharaan. Nah, ini kedepannya sebagai pembelajaran agar kita kembali mendata dan mendorong untuk segera dijadikan situs cagar budaya yang terdaftar,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bupati Minta Dinas Sering Diskusi Dalam Menjalankan Program

Cirebon,- Berkaca dari peristiwa Hari Raya Idul Adha, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag meminta kepada dinas-dinas untuk lebih...

Dalam Tiga Hari, Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah 8 Orang

Cirebon,- Sejak hari Jumat 31 Juli sampai 2 Agustus 2020, kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 8 orang. 8 orang tersebut merupakan kasus...

Saat Arus Balik Iduladha, Pertamina Siapkan Mobile Storage Untuk Dukung Pasokan BBM

Jakarta,- PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III menyiagakan Mobile Storage di beberapa SPBU untuk menjaga pasokan BBM saat arus balik Iduladha...

Tidak Ada Pemasukan Selama Pandemi, Wisata Goa Sunyaragi Bertahan Demi Melestarikan Situs

Cirebon,- Sejak dibukanya kembali objek wisata taman air Goa Sunyaragi pada tanggal 30 Mei 2020 pada masa Pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan belum ada peningkatan...

Rajaview, Cara Menaikkan Views YouTube dengan Mudah

YouTube saat ini menjadi salah satu platform yang banyak digunakan. Terlebih lagi, siapapun bisa memproduksi konten di YouTube. Menariknya, kita juga bisa mendapatkan uang...

More Articles Like This