Seniman Cirebon akan Tampilkan Simfoni Tarling di Kancah Nasional

Cirebon, 26 Februari 2017,- Cirebon sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan seni tradisi dan budaya, baik yang lahir pada masa lampau ataupun yang lahir era kekinian, menjadi proyeksi artistik yang melahirkan gagasan dan semangat untuk senantiasa melestarikan, mengembangkan, bahkan melakukan proses penciptaan karya baru.

Seni tradisi yang tercipta pada masa lampau menjadi kekayaan yang menyebabkan Cirebon menjadi rujukan atau referensi para seniman untuk senantiasa berkarya dan mencipta. Salah satu kekayaan seni tradisi Cirebon yang masih digemari dan diterima dengan baik oleh masyarakat Cirebon dan sekitarnya adalah Tarling.

Maka sudah sepatutnya Cirebon dan Tarling adalah satu kesatuan yang semoga tak dapat dipisahkan. Tarling akan senantiasa berurat dan mengakar di Cirebon. Tanah wali akan senantiasa mempersembahkan karya terbaik bagi keberlangsungan bumi nusantara.

BACA YUK:  KAI Buka Rekrutmen untuk Berbagai Formasi Sampai 3 Agustus 2022

Tarling dari masa ke masa selalu melahirkan maestro pada setiap zamannya. Dari mulai tercipta hingga kini, tarling mampu melahirkan seniman yang digemari dan dicintai oleh masyarakat. Sebut saja Jayana, Abdul Adjid, Sunarto, Hj Ningsih, Hj Uun, Nunung Alvi, Diana Sastra dan lainnya.

Pertunjukan bertajuk “Simfoni Tarling” yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 dan 8 April 2017 di Graha Bhakti Taman Ismail Marzuki Jakarta pukul 20.00 – 21.30 WIB dengan melibatkan seniman dari berbagai daerah di Nusantara, khususnya seniman Cirebon.

BACA YUK:  Komisi II DPRD Kota Cirebon Soroti Minimnya Pendapatan Daerah Terkait Kapal Ikan

Dedi Kampleng, selaku sutradara mengatakan, Simfoni Tarling merupakan sebuah seni pertunjukan, perpaduan antara orchestra dan original tarling yang berkolaborasi dengan seni tari, seni sastra dan multi media, serta berbagai seni lainnya yang menjadi kekayaan nusantara.

Di tengah derasnya gempuran pertunjukan seni musik, baik yang datang dari barat maupun industri musik dalam negeri, menyebabkan para Seniman Cirebon dari berbagai latar belakang kesenian yang berbeda mencoba menghadirkan Simfoni Tarling.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar yang hendak menjejerkan Tarling di jalur musik nusantara. Sehingga, Tarling kini bukan semata milik masyarakat Cirebon, tetapi menjadi kesukaan dan kebanggaan masyarakat nusantara,” ujarnya.

BACA YUK:  Kenakan Kebaya dan Batik Saat Upacara Kemerdekaan, Bentani Hotel Dukung Kebaya Goes to UNESCO

Simfoni Tarling yang disutradarai oleh Dedi Kampleng akan menghadirkan maestro tarling dari setiap zamannya, seperti: Sunarto Marta Atmadja, Hj. Ningsih, Hj. Uun Kurniasih, Nunung Alvi, dan Diana Sastra dengan iringan Oeblet Tabuhan Nusantara Ethnic Orchestra.

“Kami berharap ketika suatu kesenian yang dipentaskan dengan kemasan menarik dan kekinian dengan tanpa mengurangi nilai-nilai mendasar dari kesenian itu sendiri, akan mengembalikan kesenian, khususnya tarling, setia ada di hati masyarakat. Kami sadari, sebagai generasi penerus, kami dan kita semua masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melestarikan segala kesenian yang ada di bumi Nusantara,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 10 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.