Seminar Internasional Bahas Jejak-jejak Laksamana Cheng Ho, ini Tujuannya

0
37

Cirebon,- Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda, dan Olahraga, Kabupaten Cirebon menggelar Seminar Internasional yang bertajuk “Jejak-jejak Laksamana Cheng Ho” yang berlangsung di Aston Cirebon Hotel, Senin (26/11/2018).

Pada kegiatan seminar tersebut menghadiri empat pembicara, yakni Prof. Wan Ming Profesor of History Institute of Executive President and Secretary General, Chineses Society History of China’s Foreign Relation, Prof. Tan Ta Sen Admiral Cheng He’s History Expert Pariculary for Indonesia.

Aston Hotel

Kemudian ada Prof. Dr. Nina H. Lubis, M. Hum Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran dan Dr. Rafan S. Hasyim, M. Hum. Philologist, author of the book “Jejak-jejak Laksamana Cheng Ho di Keratuan Singhapura-Cirebon”

Hartono, Kadis Kebudayaan, Pariwisata Pemuda, dan Olahraga, Kabupaten Cirebon mengatakan kegiatan ini dalam rangka mengupayakan menggali dan meluruskan sejarah yang ada di Cirebon.

“Tujuan dari seminar ini adalah untuk mengungkap kembali dengan argument yang benar, dengan data yang valid,” ujarnya kepada About Cirebon.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Lanjut dia, dalam kesempatan ini mengundang narasumber dari Tiongkok, Singapore, Unpad dan Cirebon. Keempat narasumber tersebut merupakan para ahli yang mengetahui tentang sejarah berdirinya Cirebon.

“Sekali lagi, kami ingin menggali sejarah Cirebon dengan data yang valid sebagai bahan referensi dan kebijakan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menentukan langkah pembangunan, khususnya dalam bidang budaya,” ungkapnya.

Rincian dari tujuan kegiatan tersebut, kata Hartono, adalah kita mencari bahan, dokumen yang nanti akhirnya bisa dijadikan bahan ajar untuk generasi muda yang ada diwilayah Cirebon.

“Setelah kami mengetahui sejarah yang valid, alur yang benar, nanti titik-titik peninggalan Cheng Ho itu akan kami revitalisasi untuk lima sampai sepuluh tahun kedepan, itu akan kita jadikan salah satu titik destinasi wisata sejarah,” katanya.

Yang akan direvitalisasi, menurut Hartono, antara lain yang semula orang datang ke Gunung Jati hanya ziarah ke makam Sunan Gunung Jati, disana juga ada peninggalan guci. Peninggalan guci itu, nantinya akan dijadikan salah satu titik baru destinasi wisata.

“Jadi semua orang bisa melihat peninggalan-peninggalan Cheng Ho dan hubungan dengan sejarah Cirebon,” jelasnya.

“Kami akan usulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan untuk dibuka sebagai akses baru, museum yang bisa dinikmati oleh umum,” imbuhnya.

Kemudian yang kedua, revitalisasi kelenteng-kelenteng yang ada di Wilayah Kabupaten Cirebon akan didata, mana kelenteng yang tertua dan akan dijadikan destinasi wisata.

“Lalu, situs-situs yang ada di Singhapura Desa Sinarbaya yang konon katanya menurut para ahli sejarah, sebelum berdirinya kerajaan Cirebon ada Keratuan Singhapura, disitu juga akan direvitalisasi sebagai destinasi wisata ziarah dan sejarah,” terangnya.

Rencananya, revitalisasi akan berlangsung pada tahun 2020 dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) baru, Bupati Baru akan mencantumkan atau menanggalkan kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan perjalan Cheng Ho tersebut. (AC212)