Minggu, 11 April 2021

Sembako untuk Para Pejuang Qur’an terdampak Covid-19

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Diundur, Pembukaan Alun-Alun Kejaksan Jadi 12 April 2021

Cirebon,- Operasional Bus Rapid Transit (BRT) dan Alun-alun Kejaksan rencananya akan dilaunching Rabu (7/4/2021). Namun, karena ada beberapa hal...

Berawal dari Marketing Hotel, Rintis Usaha Baru di Bidang Kuliner⁣

Cirebon,- Mengawali usaha dari nol merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Siti Mutmainah . Setelah bertahun-tahun lamanya berkarir di dunia...

Aston Cirebon Hotel Kembali Hadirkan Kampoeng Ramadhan

Cirebon,- Setelah tahun lalu tidak menghadirkan Kampoeng Ramadhan, tahun ini Aston Cirebon Hotel & Convention Center kembali menghadirkan Kampoeng...

Wakili Cirebon, Carissa Dinobatkan Jadi Puteri Cilik Jawa Barat Budaya 2021⁣

⁣Cirebon,- Carissa Aretha Zara yang merupakan perwakilan Cirebon untuk mengikuti ajang Puteri Cilik Jawa Barat, mendapatkan Juara 3rd Runner...

Cirebon,- Selasa (17/11), PPPA Daarul Qur’an Cirebon terus mendistribusikan amanah bantuan paket sembako dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon. Pada kesempatan ini, tim PPPA mendistribusikannya untuk para guru ngaji dan pejuang qur’an di Wilayah Kota Cirebon. Diantaranya ialah para Pengajar di Rumah Tahfidz Bintang Qur’an, Rumah Tahfidz Jakatawa, Rumah Tahfidz Muhita, Rumah Tahfidz BCA dan Rumah Tahfidz Lobunta.

BACA YUK:  Rayakan Ulang Tahun dengan Sharing MPASI Seru Bersama Ibu-ibu Hebat⁣

Total 27 Paket sembako yang didistribusikan untuk para pengajar di Rumah Tahfidz, yang saat ini aktivitas belajar mengajar serta menghafal Qur’an sebagian besar dibatasi dengan adanya pandemic covid-19 ini. Pun demikian, pemasukan dan usaha para Pengajar Rumah Tafidz mempunyai dampak yang luar biasa dari pandemic ini. Salahsatunya Ustadzah Syarifah, pengelola dan pengajar Rumah Tahfidz Jakatawa, Kota Cirebon.

Loading...

Ustadzah Syarifah, berjuang sendiri sejak ditinggal sang suami untuk mengelola Rumah Tahfidz Jakatawa yang terletak diujung Kota Cirebon Utara. Sebanyak 30 santri menghafal di Rumah Tahfidz tersebut. Sejak pandemic Covid-19 banyak santri yang tidak datang mengikuti proses belajar, karena daerah tersebut ada beberapa yang positif covid-19 sehingga proses belajar mengajar dibatasi. Demikian pula pemasukan untuk keberlangsungan penghidupan para Pengajar ikut berkurang.

“Alhamdulillah, terimakasih atas bantuannya. InsyaAllah sangat membantu kebutuhan harian para Pengajar yang saat ini mulai berkurang pemasukannya” Ujar Ustadzah Syarifah. (rilis)

BACA YUK:  Penyumbang Pajak Terbesar, Telkomsel Diganjar Penghargaan dari DJP
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kolega Barbershop Dengan Service dan Barberman No. 1 Kini Hadir di Cirebon ⁣⁣

⁣Cirebon,- Kolega Barbershop kembali melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka cabang di berbagai daerah. Kali ini, Kolega Barbershop yang berpusat...

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju area depan Toko Karomah Anak,...

Rayakan Ulang Tahun dengan Sharing MPASI Seru Bersama Ibu-ibu Hebat⁣

Cirebon,- Memperingati hari ulang tahun anak keduanya bernama Keiichi yang ke-1 tahun, pasangan Alvino Tedjasentosa dan drg. Yonora Muljadi mengadakan perayaan sederhana. Dalam kegiatan...

Jelang Bulan Puasa, WKM Kuningan Gelar Gowes Munggahan

Cirebon,- Menjelang bulan ramadhan, Warung Kopi Manis (WKM) Kuningan yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Kabupaten Kuningan (samping Kuningan Islamic Center) gelar gowes bersama,...

More Articles Like This