Selasa Pagi, Rutin Kegiatan Story Telling di Perpustakaan 400

0
39
Story Telling Setiap Selasa Pagi di Perpustakaan 400

Cirebon,- Setiap selasa pukul 09.00 WIB, ada pemandangan berbeda di Perpustakaan Umum Daerah 400 Cirebon. Di sana ada kerumunan anak-anak dan pengunjung lainnya yang sedang menyaksikan story telling dari seorang ibu berusia hampir 50 tahun, Lismah Rahmawati Rosyid.

Sejak bulan suci Ramadan, secara rutin diadakan Story Telling setiap Selasa pagi. Bukan hanya sebatas story telling, Lismah juga menuangkan kreativitas seperti merajut, membuat anyaman dari kain bekas, dan lainnya. Tanpa biaya alias gratis dan sukarela, Lismah melakukan kegiatan ini. Anak-anak pun menyambut antusias Lismah saat membawakan story telling.

Aston Hotel

“Adanya kegiatan story telling ini merupakan inisiatif saya karena concern dengan minat baca anak dan juga passion saya memang di dunia anak. Dan alhamduillah masyarakat mulai mengapresiasi kegiatan story telling ini,” ungkapnya kepada About Cirebon.

Lokasi rumah yang berada dekat dengan Perpustakaan Umum Daerah 400 menjadikan Lismah berkeinginan mengembangkan pendidikan di bidang ini, dengan memanfaatkan fasilitas di perpustakaan tersebut. Dia terinspirasi dari perpustakaan di luar negeri yang memiliki banyak kegiatan positif.

“Program library di luar negeri itu saya akui hebat, dan itu jadi inspirasi bagi saya. Perpustakaan di luar sangat kaya dengan program yang menarik dan edukatif untuk menciptakan dan mewujudkan generasi berliterasi. Kemudian semua programnya itu gratis,” terangnya.

Istana Kerang

Melihat hal tersebut, Lismah berharap perpustakaan di Cirebon kedepannya tidak hanya menunggu pengunjung yang datang untuk membaca dan meminjam buku saja. Melainkan mengikuti perpustakaan di negara maju yang menjadikan perpustakaan sebagai kebutuhan masyarakat untuk belajar, mendapatkan banyak informasi, dan melakukan banyak aktivitas positif.

“Harapan saya budaya literasi akan menjadi habit masyarakat Cirebon dan perpustakaan harus bisa menjadi agent of change masyarakat madani yang berbudaya,” tegasnya.

Lisma mengaku, sebenarnya banyak program yang ingin dia terapkan di Perpustakaan 400 ini. Dia ingin ada kegiatan lain seperti reading challenge, discussion group, bedah buku, temu dengan penulis atau animasi buku dan kursus-kursus yang lain. Tapi, dimulai dari yang sederhana dan basic yaitu story telling untuk anak.

“Saya selalu optimis story telling ini nantinya akan menjadi pondasi program rutinitas di perpustakaan, meski saat ini belum banyak yang tahu dan yang datang masih sedikit. Namun saya tetap istiqomah dengan program ini,” ujarnya.

Kegiatan ini pun disambut baik oleh Kepala Perpustakaan 400, Korneli. Dia mengaku story telling ini sangat bermanfaat.

“Selain untuk anak-anak, kegiatan ini juga bisa diikuti para remaja bahkan ibu-ibu. Karena di dalamnya ada kegiatan bercerita sembari menciptakan kreativitas, semisal merajut, membuat anyaman dari kain bekas dan sebagainya,” ungkapnya.

Terpopuler

Pihaknya juga mengajak bagi masyarakat yang punya kemampuan untuk sama-sama berkumpul menciptakan kreativitas dan ide baru, untuk mengembangkan dunia usaha. Sudah ada buku sebagai panduan di perpustakaan, ada tutornya, dan diaplikasikan dalam karya. (AC560)