Selama Tiga Hari, Penindakan Penggunaan Masker di Kabupaten Cirebon Capai Ratusan Pelanggar

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon tengah gencar melakukan razia penggunaan masker di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau New Normal.

Penindakan dan kesadaran penggunaan masker yang berlangsung serentak sejak tanggal 26 Agustus 2020 di wilayah Kabupaten Cirebon dengan dibagi menjadi tiga tim.

Dadang Priyono, selaku Wakil Sekretaris Tim Penindakan Penggunaan Masker Kabupaten Cirebon mengatakan dalam tiga hari terakhi, tim penindakan dan kesadaran penggunaan masker secara masif melakukan razia masker di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Sejak tanggal 26 Agustus sampai hari ini atau selama tiga hari kita mendapatkan 143 pelanggar yang diberikan hukuman ringan atau teguran lisan, 347 teguran tertulis, dan 12 diberikan sanksi sosial,” ujar Dadang saat ditemui About Cirebon, Jumat (28/8/2020).

BACA YUK:  Gedung Pemerintah di Kabupaten Cirebon Bakal Gunakan PLTS Atap

Menurut Dadang, Penindakan Penggunaan masker saat ini berbeda saat kurun waktu 15 sampai 30 Juli 2020 kemarin yang hanya 260 pelanggar.

Penindakan dan kesadaran penggunaan masker di wilayah Kabupaten Cirebon, tambah Dadang, akan diberikan sanksi secara bertahap.

Dimana, 5 hari pertama akan diberikan sanksi ringan, kemudian 5 hari kedua akan diberikan sanksi sedang, dan 5 hari ketiga akan diberikan sanksi berat.

“Untuk sanksi sosial yang diberikan seperti membersihkan fasilitas umum ataupun menyanyikan lagu wajib, menghafal Pancasila, dan lainnya,” ungkap Dadang.

BACA YUK:  Info Loker : Toristik Barbershop

Sanksi sosial ini, kata Dadang, dalam rangka untuk membangun kesadaran masyarakat dan kita ingin mendapatkan dukungan dari masyarakat.

“Dalam operasi ini sukses berjalan bukan mengenai jumlah pelanggarnya, namun bagaimana membangun kesadaran masyarakatnya,” bebernya.

Dalam operasi ini, kata Dadang, tidak menitik beratkan kepada masyarakat, namun juga kepada pelaku usaha, dalam hal ini pusat perbelanjaan, pertokoan yang mungkin abai kepada protokol kesehatan.

Karena, Sesuai dengan peraturan Bupati (Perbup) nomor 53 tahun 2020, sanksi sedang yang diberikan bisa berupa pengambilan kartu identitas dan sanksi sosial.

BACA YUK:  BAZ Kabupaten Cirebon Salurkan Bantuan Senilai Rp 107 juta

“Sedangkan untuk sanksi berat, berupa denda adminstratif penghentian usahanya bagi pelaku usaha, dan sampai pembekuan izin usaha,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 8 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.