Selasa, 19 Oktober 2021

Selama 5 Tahun, Warga Kriyan Kota Cirebon dapat Pelatihan Membatik

Populer

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Jalan Tol Akses Bandara Kertajati Rampung 100%, Siap Dioperasikan

Majalengka,- Pembangunan jalan tol akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah rampung. Akses ini terhubung langsung dengan jalan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

GH Kopi Cirebon Hadirkan Live Musik Jazz

Cirebon,- Setelah menghadirkan program Movie Night setiap Sabtu malam, kini GH Kopi Cirebon di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung,...

BukuWarung dan Alfamart Bekali 11.000 UMKM dengan Keterampilan Pembukuan Digital

Jakarta,- BukuWarung memperluas jangkauan komitmennya untuk meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM Indonesia. Kali ini, BukuWarung berkolaborasi dengan PT Sumber Alfaria...

Cirebon,- Melalui program kerja sama Korea Arts and Culture Education Service (KACES) dengan Sinau Art dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon di bidang seni budaya, warga Kriyan Kota Cirebon mendapatkan pelatihan membatik.

Ketua Harian Umum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Cirebon, Dr. Siska mengatakan dengan diberikan program tersebut di daerah Kriyan, ingin mengubah citra buruk yang ada di daerah setempat.

“Kami ingin mengubah citra buruk yang ada di wilayah tersebut, agar menjadi daerah unggulan yang ada di Kota Cirebon,” ujarnya di Basecamp Pelatihan Seni Membatik RW 17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Selasa (9/10/2018).

Loading...

Lebih lanjut, pelatihan membatik yang diberikan di wilayah tersebut untuk anak-anak dan warga sekitar. Batik yang dibuat juga memiliki ciri khas sendiri, yaitu menggunakan pewarna alami.

BACA YUK:  BPBD Kota Cirebon Siapkan Antisipasi Hadapi Bencana di Musim Hujan

“Bahan-bahannya diambil dari pepohonan yang banyak terdapat di daerah Kriyan, bisa daun kelor, daun mengkudu, daun suji maupun pewarna alami lainnya,” terangnya.

Menurut Siska, penggunaan pewarna alami tidak akan mencemari lingkungan. Bahkan, dunia saat ini juga lebih menyukai yang alami serta harga jualnya lebih tinggi.

Selain itu, lanjut Siska, yang menjadi ciri khas dari batik Kriyan adalah motifnya. Karena, pihaknya membebaskan mereka membuat motif apapun.

“Dari pihak Korea pun tidak memaksakan motif-motif tertentu untuk dibuat. Karena pada dasarnya, batik memiliki filosofi yang salah satunya berasal dari daerah pembuat batik itu sendiri,” terangnya.

Sehingga, kata Siska, warga Kriyan pun dibebaskan untuk membuat sejumlah motif yang nantinya diharapkan bisa menjadi ciri khas dari batik produksi Kriyan.

Kedepan, pihaknya meminta kepada warga Kriyan untuk melakukan penanaman pohon yang berguna sebagai pewarna alami batik mereka. Sehingga, nantinya pembatik juga akan membeli pohon dari mereka dan perekonomian warga juga akan tumbuh.

BACA YUK:  Siswi SMKN 1 Jamblang Cirebon Jadi Anggota Parlemen Remaja DPR 2021

“Lima tahun ke depan, kami berharap daerah Kriyan bisa menjadi kampung batik yang maju di Kota Cirebon, dan kampung yang semua warganya menjadi perajin dan pengusaha batik, bukan buruh batik,” harapnya.

“ Tanggal 15 Oktober nanti, 85 karya seni batik dari Kriyan ini sudah harus dibawa ke Korea,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum P2TP2A Kota Cirebon, Ira Irawati menyambut baik adanya program kerja sama ini. Apalagi, ini dilakukan selama lima tahun.

“Ini merupakan langkah awal yang baik, dan kami meminta kepada semua pihak di Kota Cirebon untuk ikut mendukung program tersebut. Program Ini juga dipantau oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan,” kata Ira.

Ira pun mengaku sangat senang melihat antusiasme yang diperlihatkan warga Kriyan dalam pelatihan membatik ini.

“Baru satu hari, tapi hasilnya luar biasa, mereka sangat senang, tekun dan penuh semangat mempelajari teknik dan cara membatik ini,” tutupnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Akselerasi Implementasi Kampus Merdeka, Tim Program Matching Fund UGJ Gelar Workshop

Cirebon,- Tim Program Matching Fund Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Workshop Teaching Factory Digital Marketing dan...

Horison Ultima Kertajati Siap Beroperasi Akhir Tahun 2021

Bekasi,- PT Metropolitan Land Tbk (Metland) melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari melanjutkan pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati yang berlokasi di jalan Kadipaten...

Kunjungan Masa Reses, Fitria Pamukasawati Dapat Aduan Infrastruktur

Cirebon,- Sambangi warga RW 14 Permata Harjamukti Utara, Kota Cirebon, Wakil Ketua DPRD dari fraksi PDI Perjuangan, Fitria Pamungkaswati banyak mendapat aspirasi. Kegiatan tersebut...

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Yayasan...

More Articles Like This