Selalu Kangen dengan Suasana dan Kenangan di Cirebon

Cirebon,- Sebi Sebrina, wanita kelahiran tahun 1994 ini mengaku selalu rindu dengan suasana Cirebon. Kota Udang yang sudah ditinggali olehnya selama 7 tahun, membuat Sebi menjadi wanita mandiri dan kuat.

Pasca lulus SMK tahun 2013, Sebi langsung bekerja sembari kuliah di Cirebon. Namun sejak tahun 2019 lalu, Sebi memutuskan berkarir di salah satu perusahaan properti di Jakarta. Hal inilah yang membuatnya sangat rindu akan suasana Cirebon.

“Aku berpendapat bahwa aku bisa sampai di titik ini, berkat tinggal 7 tahun di Cirebon. Mengantarkan aku menjadi sosok wanita mandiri, dan Cirebon merupakan tempat aku belajar banyak hal,” ungkapnya kepada About Cirebon, Rabu (23/6/2021).

Sebi merupakan dara asli Bogor yang merantau di Cirebon. Dulu, dia bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang docking kapal dan pelayaran. Usai bekerja, Sebi melanjutkan aktivitasnya sebagai mahasiswi kelas karyawan di Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Jurusan Akuntansi.

BACA YUK:  Festival Kartini Dari Meta Jadikan Perempuan Wirausaha Lebih Berdaya Melalui Teknologi Digital

“Bukan hanya tentang pengalaman kerja atau ilmu perkuliahan yang aku dapatkan di Cirebon, aku juga bisa belajar banyak tentang sifat orang-orang, baik buruknya manusia, kejamnya dunia perantauan, susahnya bertahan hidup, sampai mudahnya rizki yang aku dapat selama di Cirebon,” bebernya.

Sempat merasakan kejenuhan berada di Cirebon, karena Sebi berharap ingin secepatnya berkarir lebih luas di kota besar.
Namun saat ini, setelah 2 tahun meninggalkan Cirebon, ternyata rasa rindu semakin dalam di Kota Cirebon.

“Yang tadinya aku dulu pengen cepat pergi dari Cirebon, pada akhirnya sekarang kadang tiap 1 bulan bisa beberapa kali aku main ke Cirebon, ternyata apa-apa selalu Cirebon, jenuh di ibukota aku larinya ke Cirebon. Bahkan sampai ngomong ke diri sendiri ternyata jiwa aku tuh masih nyaman tinggal di Cirebon,” bebernya.

BACA YUK:  KAI Blacklist Penumpang Pelaku Pelecehan Seksual untuk Naik Kereta Api

Salah satu hal yang dirindukan Sebi di Cirebon yakni biasanya setiap pulang kerja atau pulang kuliah dia suka pergi kuliner dengan sesama teman perantauan. Sekedar ngemil dari ujung pelabuhan sampai keliling alun-alun Cirebon. Ngemall, menikmati bubur toha, bakso langganan pinggir jalan, martabak Rudi, seblak Siliwangi, kebab depan Masjid At-Taqwa, dan masih banyak lagi.

“Selain kulinernya, hal yang aku kangenin itu suasana pulang kerja balik mandi shalat langsung kuliah sampai di jalan kehujanan, pulang malam anak gadis sendirian. Kangen juga tiap weekend suka ngebolang, kangen ngisi event acara endorse, transit ke cafe atau resto-resto Cirebon, jadi model makeup, dan banyak lagi yang aku kangenin,” tambah wanita yang suka dengan warna kuning tersebut.

BACA YUK:  Upgrade Ilmu-ilmu Baru, Dokter Fasyakes Ikuti Seminar Tingkatkan Kompetensi tentang Penyakit Hepatobilier

Cirebon bagi Sebi adalah salah satu pengaruh besar dalam proses kedewasaan dan penghantar hidup hingga berada di titik ini. Pelajaran tentang arti kehidupan yang luar biasa, tamparan keras yang dia dapatkan selama di Cirebon, sampai akhirnya Sebi merasa matang dan dewasa hingga orang-orang terdekatnya merasa salut dan bangga padanya.

Saat ini, selain sibuk bekerja menjadi Sekretaris Director Urban and Development Urban (Director Utama) di salah satu properti di Jakarta, Sebi juga sibuk membuat konten Youtube di channelnya Miss_SS. Tidak hanya itu saja, wanita yang hobi membuat kerajinan tangan (handicraft) ini juga aktif menerima endorse di akun media sosialnya. (AC560)

(Dilihat: 67 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.