Selasa, 7 Desember 2021

Sekda Kota Cirebon Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri 2021

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Little Black Coffee and Tea Buka Cabang Baru, Hadirkan Konsep Collab Space

Cirebon,- Little Black Coffee and Tea kini melebarkan sayapnya dengan membuka cabang yang kedua untuk para pecinta kopi di...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Cirebon,- Santri memiliki peran strategis menjaga keutuhan negara. Para santri juga telah berperan untuk mewujudkan perdamaian dunia.

Peringatan hari Santri 2021 digelar melalui upacara di halaman Balai Kota Cirebon, Jumat (22/10/2021) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si.

“Tema hari santri tahun ini yaitu santri siaga jiwa raga,” tutur Agus. Tema tersebut mengandung makna bahwa santri harus senantiasa siap jiwa dan raga untuk membela persatuan dan kesatuan negara.

Loading...

Dijelaskan Agus, sejarah telah membuktikan bahwa santri memiliki peran yang penting membela kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga tercetus resolusi jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

BACA YUK:  Layanan Cirebon Siaga 112 Wakili Indonesia di Kompetisi ASEAN ICT Awards 2022

“Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pendidikan, namun juga merupakan wadah untuk dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” tutur Agus.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan tema santri siaga jiwa dan raga merupakan pernyataan sikap santri Indonesia untuk senantiasa menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Tema ini juga menjadi penting dan relevan di era pandemi Covid-19,” tutur Yaqut. Dimana santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M + 1D. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan tak lupa untuk senantiasa berdoa.

Pada kesempatan itu, Menteri Agama juga mengapresiasi pengalaman sejumlah pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan atas dampak pandemi Covid-19. Ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan untuk menghadapi pandemi Covid-19 di tengah berbagai keterbatasan fasilitas. “Modal utama yaitu tradisi kedisiplinan dan sikap kehati-hatian yang selama ini diajarkan oleh kiai dan nyai kepada santri-santrinya,” tutur Yaqut.

BACA YUK:  Peringati HKN 2021, RS Sumber Kasih Gelar Lomba Senam Maumere

“Tahun ini, ada kado istimewa juga untuk santri,” tutur Agus. Yaitu keluarnya Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Terbitnya aturan tersebut merupakan dukungan pemerintah terhadap penguatan peran pesantren.

Peraturan presiden ini secara khusus mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan pesantren. “Pada peringatan hari santri ini mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama,” tutur Yaqut.

Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden No 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan tersebut merujuk pada tercetusnya resolusi jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia hingga melahirkan peristiwa heroik 10 November 1954 yang diperingati sebagai hari Pahlawan. (*)

BACA YUK:  Indikator Terpenuhi, Apakah Kota Cirebon Masuk Level 1?

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bersama Generasi Muda, ReSkills Ajak Berdayakan Masyarakat Melalui Charity Learning Festival 2.0

Jakarta,- ReSkills EdTech (ReSkills), sebuah startup global dari Malaysia dan juga platform edukasi yang menghubungkan calon pelajar dengan master...

Daftar Produk Brand Fladeo Sandal dan Sepatu Trendy untuk Wanita

Fashion sepatu dan sandal memang menjadi hal yang banyak dicari meskipun hanya digunakan sebagai alas kaki. Salah satunya brand Fladeo yang menjadi incaran bagi...

Anggaran Rumah Ambruk Habis, Dinsos Kota Cirebon Berikan Baper Stok

Cirebon,- Hujan deras dan angin kencang terjadi di Kota Cirebon pada Jumat (3/12) hingga Sabtu (4/12) dini hari mengakibatkan rumah ambruk karena tertimpa pohon...

Wakil Wali Kota Eti Bersyukur Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon Hampir Nihil

CIREBON – Peredaran Rokok Ilegal di Kota Cirebon hampir nihil. Ada beberapa faktor pendukungnya. Salah satunya adalah tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menghindari rokok...

More Articles Like This