Sabtu, 4 April 2020

Sejumlah Pernikahan di Cirebon Ditunda Akibat Virus Corona

Populer

Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Jadi Dua Orang

Cirebon,- Pasien positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 bertambah satu orang di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut disampaikan Gugus Tugas...

Mulai 1 April sampai 1 Mei 2020, Daop 3 Cirebon Batalkan 15 Perjalanan KA Argo Cheribon, Ini Daftarnya

Cirebon,- Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3...

Grage Mall dan Grage City Mall Akan Tutup Sementara Selama Dua Pekan

Cirebon,- Mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, Grage Group akan menutup sementara Grage Mall dan...

Kota Cirebon Tidak Terapkan Lockdown, Warga Datang dari Wilayah Epicentrum Akan Dipantau

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon tidak akan menerapkan lockdown wilayah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon usai kegiatan...

Dua Mobil Water Canon Dikerahkan Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan Kota Cirebon

Cirebon,- Sat Brimob Batalyon C Pelopor Polda Jawa Barat bersama dengan Polres Cirebon Kota, unsur TNI, serta Satpol PP...

Cirebon,- Dampak wabah virus Corona atau covid-19, sejumlah pernikahan di Cirebon diundur. Seperti yang diceritakan AR’Q Griya Pengantin, ada sepuluh calon pengantin yang menunda acara pernikahannya.

Arief Rachmanto, Pemilik AR’Q Griya Pengantin mengatakan ada sepuluh calon pengantin yang menunda acara pernikahannya karena virus Corona.

“Semua calon pengantin ini menunda karena keinginan sendiri,” ujar Arief saat ditemui About Cirebon di galerinya, Jalan Katiasa, Kota Cirebon, Rabu (25/3/2020).

Menurut Arief, hampir seluruh teman-temannya yang menggeluti bidang rias pengantin sangat terasa penurunanya dari dampak virus Corona ini.

Loading...

“Karena ini sudah menjadi job, akibatnya mempengaruhi dampak dari perputaran pendapatan temen-temen yang seprofesi setiap bulannya,” terang Arief.

Walaupun banyak yang menunda acara pernikahannya karena dampak virus Corona ini, bagi Arief tetap disyukuri. Karena penundaan ini bisa beristirahat.

“Kalau saya memanfaatkan banget jadi ajang liburan aku. Karena, aku yang biasanya ngga pernah istirahat, jadi sekarang kaya disuruh istirahat,” ungkapnya.

Kalau dibilang ada penurunan, kata Arief, jelas ada penurunan, karena ada sepuluh wedding yang harus ditunda acaranya. Kalaupun ada yang tetap memaksa untuk menggelar, pihaknya akan menerapkan kriteria sendiri.

Arief Rachmanto

“Kalau ada yang memaksa, saya akan memberikan cash tambahan dari produk-produk yang dipakai. Atau, menggunakan produk rias sendiri, termasuk baju yang dikenakan pun punya sendiri,” terangnya.

“Karena aku ngga mungkin baju untuk akad nikah atau resepsi dibawa pulang lagi. Kalaupun tetap ada menggunakan baju yang ada, akan diberikan cash tambahan dan baju tersebut tidak akan digunakan lagi. Melihat penyebaran virus Corona ini sangat luar biasa parahnya,” tambah Arief.

Bila mana ada calon pengantin tetap ada yang memaksa untuk menyelenggarakan acara pernikahan, Arief meminta diadakan posko untuk sterilisasi bagi tamu yang datang.

“Karena hal ini (virus Corona) tidak bisa dibuat main-main,” tegasnya.

Tak hanya AR’Q Griya Pengantin, hal serupa juga dialami Retania Primasari, Owner dari Nayyara Wedding Organizer (WO)

Ambu Reta, sapaan akrab Retania mengaku banyak calon pengantin yang menggunakan jasa wedding organizernya yang menunda acara resepsi pernikahannya setelah Idul Fitri.

“Beberapa pengantin karena khawatir dengan kondisi seperti ini, semua yang sudah menggunakan jasa kami di pending ke waktu yang berbeda-beda. Ada yang bulan Juni, Agustus, bahkan ada di akhir tahun,” ujar Ambu Reta kepada About Cirebon.

Lanjut Ambu Reta, calon pengantin yang menunda acara resepsi menggunakan jasa Nayyara Wedding Organizer ada sebanyak tujuh calon pengantin.

“Total client yang akan melaksanakan acara pernikahan di bulan April saja, durasi dari tanggal 4-19 April 2020 ada tujuh pengantin,” terangnya.

Retania Primasari, Owner Nayyara Wedding Organizer.

Walaupun menunda acara resepsi pernikahan, kata Ambu Reta, ada beberapa client yang tetap melangsungkan acara akad nikah, namun benar-benar hanya dihadiri keluarga inti saja.

“Jadi benar-benar dihadiri keluarga saja, kita pun sebagai WO tidak diperkenankan hadir pada saat akan nikah. Karena, ada seruan juga dari KUA bahwa tidak boleh berkerumun lebih dari 20 orang kalau tidak salah,” jelasnya.

Selain acara Wedding, Nayyara yang juga menggeluti Event Organizer pun menunda beberapa event besar. Sehingga, secara financial dampak dari virus Corona ini pasti sangat banyak pengaruhnya.

“Kita bukan melihat secara financialnya. Tetapi kita juga harus melihat kondisi seperti ini, agar tidak terjadi penyebaran (virus Corona) yang lebih luas,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aston Cirebon Hotel Tutup Sementara Mulai 5 April Hingga 3 Juni 2020

Cirebon,- Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 dan juga mendukung himbauan pemerintah, Aston Cirebon Hotel &...

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina Serahkan Bantuan Ratusan APD untuk Dinkes Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Anggota Komisi VII DPR RI, Hi. Selly Andriany Gantina menyerahkan bantuan berupa ratusan alat pelindung diri (APD) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Sabtu...

KAI Perpanjang Pengembalian 100 Persen Pembatalan Tiket Hingga 4 Juni 2020

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang kebijakan pengembalian 100 persen untuk pembatalan tiket kereta api menjadi hingga keberangkatan 4 Juni 2020 atau H+10...

Dampak Covid-19, Pedagang Pasar Keluhkan Penurunan Omset dan Sepi Pembeli

Cirebon,- Sejak mewabahnya virus Corona atau Covid-19, sejumlah pedagang pasar mengeluhkan penurunan omset dan sepi pembeli.Seperti yang dialami Tini, pedagang Pasar Pagi Kota Cirebon...

Mulai Senin, Pemda Kota Cirebon Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Untuk Swalayan dan Pasar Tradisional

Cirebon,- Menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Corona atau Covid-19 dan memperhatikan Keputusan Presiden Momor 11 tahun 2020...

More Articles Like This