Sejumlah Pernikahan di Cirebon Ditunda Akibat Virus Corona

Cirebon,- Dampak wabah virus Corona atau covid-19, sejumlah pernikahan di Cirebon diundur. Seperti yang diceritakan AR’Q Griya Pengantin, ada sepuluh calon pengantin yang menunda acara pernikahannya.

Arief Rachmanto, Pemilik AR’Q Griya Pengantin mengatakan ada sepuluh calon pengantin yang menunda acara pernikahannya karena virus Corona.

“Semua calon pengantin ini menunda karena keinginan sendiri,” ujar Arief saat ditemui About Cirebon di galerinya, Jalan Katiasa, Kota Cirebon, Rabu (25/3/2020).

Menurut Arief, hampir seluruh teman-temannya yang menggeluti bidang rias pengantin sangat terasa penurunanya dari dampak virus Corona ini.

“Karena ini sudah menjadi job, akibatnya mempengaruhi dampak dari perputaran pendapatan temen-temen yang seprofesi setiap bulannya,” terang Arief.

Walaupun banyak yang menunda acara pernikahannya karena dampak virus Corona ini, bagi Arief tetap disyukuri. Karena penundaan ini bisa beristirahat.

“Kalau saya memanfaatkan banget jadi ajang liburan aku. Karena, aku yang biasanya ngga pernah istirahat, jadi sekarang kaya disuruh istirahat,” ungkapnya.

BACA YUK:  Jadwal Samsat Keliling P3DW Ciledug Kabupaten Cirebon, 25 – 30 April 2022

Kalau dibilang ada penurunan, kata Arief, jelas ada penurunan, karena ada sepuluh wedding yang harus ditunda acaranya. Kalaupun ada yang tetap memaksa untuk menggelar, pihaknya akan menerapkan kriteria sendiri.

Arief Rachmanto

“Kalau ada yang memaksa, saya akan memberikan cash tambahan dari produk-produk yang dipakai. Atau, menggunakan produk rias sendiri, termasuk baju yang dikenakan pun punya sendiri,” terangnya.

“Karena aku ngga mungkin baju untuk akad nikah atau resepsi dibawa pulang lagi. Kalaupun tetap ada menggunakan baju yang ada, akan diberikan cash tambahan dan baju tersebut tidak akan digunakan lagi. Melihat penyebaran virus Corona ini sangat luar biasa parahnya,” tambah Arief.

Bila mana ada calon pengantin tetap ada yang memaksa untuk menyelenggarakan acara pernikahan, Arief meminta diadakan posko untuk sterilisasi bagi tamu yang datang.

BACA YUK:  Tingkatkan Imunitas, DKPPP Kota Cirebon Berikan Vitamin untuk Hewan Ternak

“Karena hal ini (virus Corona) tidak bisa dibuat main-main,” tegasnya.

Tak hanya AR’Q Griya Pengantin, hal serupa juga dialami Retania Primasari, Owner dari Nayyara Wedding Organizer (WO)

Ambu Reta, sapaan akrab Retania mengaku banyak calon pengantin yang menggunakan jasa wedding organizernya yang menunda acara resepsi pernikahannya setelah Idul Fitri.

“Beberapa pengantin karena khawatir dengan kondisi seperti ini, semua yang sudah menggunakan jasa kami di pending ke waktu yang berbeda-beda. Ada yang bulan Juni, Agustus, bahkan ada di akhir tahun,” ujar Ambu Reta kepada About Cirebon.

Lanjut Ambu Reta, calon pengantin yang menunda acara resepsi menggunakan jasa Nayyara Wedding Organizer ada sebanyak tujuh calon pengantin.

“Total client yang akan melaksanakan acara pernikahan di bulan April saja, durasi dari tanggal 4-19 April 2020 ada tujuh pengantin,” terangnya.

Retania Primasari, Owner Nayyara Wedding Organizer.

Walaupun menunda acara resepsi pernikahan, kata Ambu Reta, ada beberapa client yang tetap melangsungkan acara akad nikah, namun benar-benar hanya dihadiri keluarga inti saja.

BACA YUK:  Program Literasi Budaya dan Profesi Kota Cirebon Bisa Jadi Gambaran Cita-Cita Anak

“Jadi benar-benar dihadiri keluarga saja, kita pun sebagai WO tidak diperkenankan hadir pada saat akan nikah. Karena, ada seruan juga dari KUA bahwa tidak boleh berkerumun lebih dari 20 orang kalau tidak salah,” jelasnya.

Selain acara Wedding, Nayyara yang juga menggeluti Event Organizer pun menunda beberapa event besar. Sehingga, secara financial dampak dari virus Corona ini pasti sangat banyak pengaruhnya.

“Kita bukan melihat secara financialnya. Tetapi kita juga harus melihat kondisi seperti ini, agar tidak terjadi penyebaran (virus Corona) yang lebih luas,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 30 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.