Minggu, 17 Oktober 2021

Sejarah VCO, Tim Sepak Bola Zaman Kolonial Yang Bermarkas di Kota Cirebon

Populer

750 Tanaman Bonsai Nasional Dipamerkan di Cirebon

Cirebon,- Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Cirebon menggelar Pameran Bonsai Nasional dan Exibisi Adenium hingga 12 Oktober 2021....

Selama Pandemi COVID-19, Pecinta Bonsai di Tanah Air Meningkat 40 Persen

Cirebon,- Selama Pandemi COVID-19 banyak masyarakat memiliki waktu luang untuk beraktivitas dan menyalurkan hobi. Seperti halnya pecinta tanaman hias...

Kirab Merah Putih dari Balai Kota Cirebon Menuju Astana Gunung Jati

Cirebon,- Kirab Merah Putih dalam rangka HUT ke-76 TNI, membawa bendera pusaka dari Balai Kota Cirebon menuju Astana Gunung...

Tiga Atlet Asal Kota Cirebon Raih Medali di PON XX Papua

Cirebon,- Sebanyak 17 atlet asal Kota Cirebon memperkuat kontingen Jawa Barat dalam PON XX 2021 Papua. Dari 17 atlet...

Bangun Bisnis Industri Rumahan, Pasangan Suami Istri Ini Raup Omset Ratusan Juta Rupiah

Cirebon,- Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap penjualan para pelaku bisnis hingga UMKM. Namun, pandemi ini tidak berpengaruh terhadap usaha...

Cirebon,- Voetbalbond Cheribon en Omstreken (VCO), merupakan tim sepak bola saat zaman kolonial yang bermarkas di Kota Cirebon, Jawa Barat. Saat itu pemerintahan Kota Cirebon masih berstatus Gemeente Cheribon. VCO sempat berlaga dalam kompetisi antarkota.

Tim sepakbolacirebon menelusuri informasi tentang pembentukan VCO. Koran Lokomotif terbitan 30 Maret 1932 dalam arsip Delpher menyebutkan, VCO dibentuk oleh lima klub lokal asal Cirebon, TNH, EMM, Petrels, Stromvogels dan Zwer te Ster en Liang Lwe Hieo. Saat itu, TNH belum terlalu yakin dengan dibentuknya VCO. Sebab, Cirebon memiliki pengalaman yang tak menggembirakan tentang pembentukan asosiasi atau klub yang mewakili daerah.

Sebelum dibentuk VCO, beberapa klub lokal sempat membentuk asosiasi bernama Cheribonshe Voetbal Bond (CVB). Sayangnya, klub lokal ini hanya bertahan beberapa tahun. Kendati demikian, TNH akhirnya memutuskan untuk tetap terlibat dalam pembentukan VCO.

Loading...

VCO akhirnya masuk sebagai anggota Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU), yang sebelumnya bernama Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB). Federasi sepak bola yang mengakomodir etnis eropa dan lainnya pada zaman penjajahan.

BACA YUK:  Masuk Pancaroba, BMKG : Indonesia, Awas Cuaca Ekstrem !

Arsip milik Rec Sport Soccer Statistics Foundation (RSSSF) menyebutkan, VCO pertama kali tampil dalam kompetisi resmi NIVU pada 1936. Kompetisi pertama NIVB setelah berganti nama menjadi NIVU.

VCO masuk dalam grup region West Java, atau Jawa Barat bersama empat klub lain, yakni Buitenzorg (saat ini bernama Bogor), Tegal dan Soekaboemi. Selain region West Java, NIVU juga membuat region Oost/Midden Java, menggabungkan klub dari Jatim dan Jateng menjadi satu grup.

Soekaboemi melawan Buitenzorg menjadi laga pembuka babak kualifikasi tingkat regional di grup Jawa Barat. Soekaboemi tumbang, kalah 4-0 dari Buitenzorg. Laga kedua mempertemukan tim Cheribon atau VCO dengan Tegal. Hasilnya imbang, 2-2.

BACA YUK:  Inilah Alasan Motor Honda Jadi Primadona di Indonesia Meski Banyak Pesaing

Pertandingan kedua digelar pada 19 Januari. VCO kembali berlaga pada 8 Februari. Tim asal Cirebon ini bertemu Buitenzorg. VCO berhasil menang dengan skor telak 4-2. Berikutnya, laga terakhir babak kualifikasi. VCO bertemu Soekaboemi. Hasilnya imbang, 1-1.

Tak pernah menelan kekalahan dalam tiga laga pada babak kualifikasi membuat VCO lolos ke fase berikutnya. Hanya VCO yang lolos. VCO menempati pos pertama dalam grup region West Java itu. Sistem perhitungan poinnya tentu berbeda dibandingkan saat ini.

Tim-tim yang lolos babak kualifikasi tingkat regional dipertemukan dalam satu grup. Saat itu, Malang atau Malangsche Voetbal Unie (MVU), dan Semarang atau Voetbalbond Semarang en Omstreken (VSO), menjadi lawan VCO pada fase kedua.

Perjuangan VCO untuk bisa ke babak fase final gagal. MVU dan VSO terlalu tangguh bagi tim asal pantura Jawa Barat ini. VCO tak pernah meraih kemenangan pada babak kualifikasi kedua. Laga pertama tumbang 2-4 saat melawan MVU. Laga berikutnya, hanya bermain imbang dengan VSO, yakni 1-1. Dalam babak ini, VSO berhasil menjuarai grup dan berhak lolos menuju partai final.

VSO bertanding dengan tiga tim yang langganan juara saat itu, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken), SVB (Soerabajasche Voetbal Bond) dan BVBO (Bandoengsche Voetbal Bond en Omstreken). BVBO gabungan dari BVU
(Bandoengsche Voetbal Unie) dengan Bandoengsche Voetbal Bond (BVB).

SVB berhasil menjadi juara dalam kompetisi tahun 1936. SVB, atau Surabaya berhasil menjadi pemuncak klasemen. Sementara itu, VSO yang sebelumnya berhasil menumbangkan VCO dan MVU hanya menjadi juru kunci. VSO berada di posisi keempat. Kemudian disusul BVBO dan VBO.

BACA YUK:  Dorong Misi Kemanusiaan, Bank Indonesia Cirebon Kembali Gelar Kegiatan Donor Darah

Pada era itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah terbentuk. PSSI merupakan federasi sepakbola yang mengakomodir pribumi (inländische) pada era kolonial. PSSI dibentuk pada 19 April 1930. Awalnya PSSI merupakan akronim dari Persatoen Sepakraga Seloeroeh Indonesia.

BACA YUK:  RSD Gunung Jati Kota Cirebon Luncurkan Layanan Swab Drive Thru Maupun Walk In

Selain NIVU dan PSSI, ada Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) federasi sepak bola milik bangsa Tionghoa.(*)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

2 Kota Sekaligus! FIFGroup Fest Beri Kejuatan Promo di Samarinda dan Balikpapan

Samarinda,- FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan Oktober dengan menyambangi 2 kota sekaligus, yaitu Kota Samarinda...

Musyawarah Nasional IMA Tetapkan Suparno Djasmin Sebagai President IMA Periode 2021-2023

Jakarta,- Seiring dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan Indonesia Marketing Association (IMA) periode 2019-2021, presidium IMA menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2021. Munas yang diselenggarakan tiap...

Tingkatkan Moderasi Beragama, Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama RI Gelar Halaqah Nasional di Cirebon

Cirebon,- Puslitbang Bimas Agama Kementerian Agama (Kemenag) RI bekerja sama dengan Yayasan Lentera Muda Indonesia dan GP Ansor Kabupaten Cirebon menggelar Halaqah Nasional, Deklarasi,...

Warga RW 04 Surapandan Keluhkan Infrastruktur ke Wakil Ketua DPRD

Cirebon,- Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah S.Sos melakukan kegiatan reses di RW 04 Surapandan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (15/10/2021). Kegiatan reses...

More Articles Like This