Sabtu, 24 Oktober 2020

Sejarah VCO, Tim Sepak Bola Zaman Kolonial Yang Bermarkas di Kota Cirebon

Populer

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Nakes RSD Gunung Jati Positif Covid-19, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Cirebon,- Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait penutupan sementara sejumlah pelayanan. Penutupan sementara untuk...

Indonesia Fortuner Community Gelar Bakti Sosial di Objek Wisata Telaga Biru

Kuningan,- Indonesia Fortuner Community (IFC) menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako untuk warga Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten...

Siswa MANU Putra Buntet Cirebon Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Cirebon,- Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon, Alif Luqman Jayadi (18) lolos menjadi...

Cirebon,- Voetbalbond Cheribon en Omstreken (VCO), merupakan tim sepak bola saat zaman kolonial yang bermarkas di Kota Cirebon, Jawa Barat. Saat itu pemerintahan Kota Cirebon masih berstatus Gemeente Cheribon. VCO sempat berlaga dalam kompetisi antarkota.

Tim sepakbolacirebon menelusuri informasi tentang pembentukan VCO. Koran Lokomotif terbitan 30 Maret 1932 dalam arsip Delpher menyebutkan, VCO dibentuk oleh lima klub lokal asal Cirebon, TNH, EMM, Petrels, Stromvogels dan Zwer te Ster en Liang Lwe Hieo. Saat itu, TNH belum terlalu yakin dengan dibentuknya VCO. Sebab, Cirebon memiliki pengalaman yang tak menggembirakan tentang pembentukan asosiasi atau klub yang mewakili daerah.

Sebelum dibentuk VCO, beberapa klub lokal sempat membentuk asosiasi bernama Cheribonshe Voetbal Bond (CVB). Sayangnya, klub lokal ini hanya bertahan beberapa tahun. Kendati demikian, TNH akhirnya memutuskan untuk tetap terlibat dalam pembentukan VCO.

Loading...

VCO akhirnya masuk sebagai anggota Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU), yang sebelumnya bernama Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB). Federasi sepak bola yang mengakomodir etnis eropa dan lainnya pada zaman penjajahan.

BACA YUK:  Kubur Dendam dan Benci, Demi Damai di Kota Wali

Arsip milik Rec Sport Soccer Statistics Foundation (RSSSF) menyebutkan, VCO pertama kali tampil dalam kompetisi resmi NIVU pada 1936. Kompetisi pertama NIVB setelah berganti nama menjadi NIVU.

VCO masuk dalam grup region West Java, atau Jawa Barat bersama empat klub lain, yakni Buitenzorg (saat ini bernama Bogor), Tegal dan Soekaboemi. Selain region West Java, NIVU juga membuat region Oost/Midden Java, menggabungkan klub dari Jatim dan Jateng menjadi satu grup.

Soekaboemi melawan Buitenzorg menjadi laga pembuka babak kualifikasi tingkat regional di grup Jawa Barat. Soekaboemi tumbang, kalah 4-0 dari Buitenzorg. Laga kedua mempertemukan tim Cheribon atau VCO dengan Tegal. Hasilnya imbang, 2-2.

BACA YUK:  Bupati Minta Dishub Cirebon Ciptakan Transportasi yang Aman, Nyaman dan Sehat

Pertandingan kedua digelar pada 19 Januari. VCO kembali berlaga pada 8 Februari. Tim asal Cirebon ini bertemu Buitenzorg. VCO berhasil menang dengan skor telak 4-2. Berikutnya, laga terakhir babak kualifikasi. VCO bertemu Soekaboemi. Hasilnya imbang, 1-1.

Tak pernah menelan kekalahan dalam tiga laga pada babak kualifikasi membuat VCO lolos ke fase berikutnya. Hanya VCO yang lolos. VCO menempati pos pertama dalam grup region West Java itu. Sistem perhitungan poinnya tentu berbeda dibandingkan saat ini.

Tim-tim yang lolos babak kualifikasi tingkat regional dipertemukan dalam satu grup. Saat itu, Malang atau Malangsche Voetbal Unie (MVU), dan Semarang atau Voetbalbond Semarang en Omstreken (VSO), menjadi lawan VCO pada fase kedua.

Perjuangan VCO untuk bisa ke babak fase final gagal. MVU dan VSO terlalu tangguh bagi tim asal pantura Jawa Barat ini. VCO tak pernah meraih kemenangan pada babak kualifikasi kedua. Laga pertama tumbang 2-4 saat melawan MVU. Laga berikutnya, hanya bermain imbang dengan VSO, yakni 1-1. Dalam babak ini, VSO berhasil menjuarai grup dan berhak lolos menuju partai final.

VSO bertanding dengan tiga tim yang langganan juara saat itu, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken), SVB (Soerabajasche Voetbal Bond) dan BVBO (Bandoengsche Voetbal Bond en Omstreken). BVBO gabungan dari BVU
(Bandoengsche Voetbal Unie) dengan Bandoengsche Voetbal Bond (BVB).

SVB berhasil menjadi juara dalam kompetisi tahun 1936. SVB, atau Surabaya berhasil menjadi pemuncak klasemen. Sementara itu, VSO yang sebelumnya berhasil menumbangkan VCO dan MVU hanya menjadi juru kunci. VSO berada di posisi keempat. Kemudian disusul BVBO dan VBO.

BACA YUK:  Indonesia Fortuner Community Gelar Bakti Sosial di Objek Wisata Telaga Biru

Pada era itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah terbentuk. PSSI merupakan federasi sepakbola yang mengakomodir pribumi (inländische) pada era kolonial. PSSI dibentuk pada 19 April 1930. Awalnya PSSI merupakan akronim dari Persatoen Sepakraga Seloeroeh Indonesia.

BACA YUK:  Kantor BRI Cabang Cirebon Kartini Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Secara Virtual⁣

Selain NIVU dan PSSI, ada Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) federasi sepak bola milik bangsa Tionghoa.(*)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Libur Panjang Maulid Nabi, 53 Perjalanan KA Jarak Jauh Melintas di Daop 3 Cirebon

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan sebanyak 53 perjalanan kereta api jarak jauh pada libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pekan...

Di Balik Profesi Sebagai Dokter Kandungan, dr. Yasmin Dermawan Punya Hobi Menantang

Cirebon,- Dikenal sebagai dokter spesialis kandung atau dokter Obgyn di Kota Cirebon, dr. Yasmin Dermawan, SpOG mempunyai tanggung jawab besar dalam menangani ibu hamil. Tak...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Menurut Imron, untuk...

More Articles Like This