Sehari Sebelum Penerapan Larangan Mudik, Perantau Mulai Padati Jalan Pantura Kota Cirebon

Cirebon,- Presiden Joko Widodo telah memutuskan larangan mudik kepada seluruh masyarakat. Larangan mudik ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di daerah.

Larangan mudik tersebut akan berlaku mulai tanggal 24 April 2020. Namun, pada Kamis (23/4) siang sudah terlihat para pemudik yang hendak pulang kampung memadati Jalan Bypass Kota Cirebon.

Pantauan About Cirebon di lampu merah Kanggraksan, Kota Cirebon, terlihat plat nomor kendaraan dari luar Kota Cirebon mulai membludak dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

BACA YUK:  PPPKMI Cabang Kota Cirebon Hadir Wujudkan Masyarakat Sehat, Sejahtera dan Mandiri

Walaupun pemerintah melarang untuk mudik pada lebaran tahun ini, mereka terpaksa harus pulang kampung karena penghasilannya berkurang drastis ditengah wabah Covid-19.

Seperti, Ahmad, salah satu pemudik dari Tangerang yang hendak pulang kampung ini mengaku terpaksa harus pulang ke kampung halamannya karena usahanya sepi.

“Kondisi seperti ini terpaksa, karena jualan sepi. Buat makan saja susah,” ujarnya saat ditemui About Cirebon, Kamis (23/4/2020).

Menurut Ahmad, setelah sampai di kampung halamannya akan mengikuti prosedur kesehatan dari daerahnya.

“Nanti kalau sudah sampai, kita akan bersih-bersih dan melakukan pemeriksaan,” terangnya.

BACA YUK:  Inilah Kegiatan Inspiratif Mamat Rahmatullah yang Bermanfaat bagi Orang Lain

Senada dengan Ahmad, Aman yang ingin pulang kampung ke Brebes juga mengaku terpaksa harus pulang kampung, karena di tempat perantauannya tidak ada pekerjaan.

“Di sana (Tangerang) kan nganggur, mau makan apa. Karena tidak boleh jualan, jadi terpaksa pulang dan lebaran pengen kumpul sama keluarga di rumah,” terangnya.

Di tengah wabah Covid-19 ini, Aman pun mengaku khawatir dengan kondisi seperti ini. Tetapi, setelah sampai di kampungnya akan melapor kepada perangkat desa setempat.

“Paling nanti lapor ke perangkat desa, tapi bagaimana di kampung saja lah,” pungkasnya. (AC212)

BACA YUK:  Biaya Haji Kurang Rp1,5 Triliun, Selly: Tidak akan Bebani Calhaj
(Dilihat: 43 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.