Rabu, 8 Desember 2021

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Populer

Pria Asal Cirebon ini Sukses Menjadi Importir Ikan Koi

Cirebon,- Pehobi ikan koi asal Cirebon, Jawa Barat berhasil menjadi dealer koi import ternama di kancah dunia perkoian nusantara....

Geubrina Cafe Aceh, Kuliner Aceh Terlengkap di Kota Cirebon dan ini Promonya di Bulan Desember

Cirebon,- Aceh memiliki beragam kuliner yang khas untuk bisa dinikmati bagi para pecinta kuliner. Di Cirebon, terdapat kafe atau...

Warung Indomie Kekinian Hadir di Cirebon, Usung Konsep Self Service

Cirebon,- Mengusung konsep self service, warung Indomie kekinian kini hadir di Cirebon. Berlokasi di Jalan Tuparev, tepatnya sebelah Hotel...

Kearifan Lokal Kerajinan Gerabah di Blok Posong Arjawinangun, Cirebon Terancam Hilang, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Cirebon,- Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun terletak di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Secara kontur, letak permukaan tanah adalah datar...

Mengenal Metode ERACS yang Dijalankan Nagita Slavina, ini Penjelasan dr. Yasmin Dermawan

Cirebon,- Nagita Slavina baru saja melahirkan putra keduanya beberapa hari lalu dengan proses operasi sesar. Namun, setelah menjalani operasi...

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon melakukan uji sample atas matinya Burung Pipit secara massal di Halaman Balaikota Cirebon, Selasa (14/9/2021) siang.

Tim medis melakukan uji sample terhadap sepuluh ekor bangkai Burung Pipit yang mati mendadak. Pengambilan sample dilakukan melalui kloaka atau lubang pembuangan kotoran dan faring atau tenggorokan burung.

BACA YUK:  Mewujudkan Pembangunan Industri yang Kuat dan Mandiri

Baca Yuk : Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Loading...

drh. Tri Angka, dari Medis dari DKP3 Kota Cirebon mengatakan sample dari bangkai Burung Pipit akan diuji di laboratorium dengan metode PCR. Menurutnya, uji sample akan dilakukan di Subang atau Bandung.

“Metode uji samplenya menggunakan PCR. Uji sample ini akan dilakukan di Subang atau Bandung, karena di Kota Cirebon belum memiliki fasilitas uji sample,” ujar drh. Tri.

Tri menjelaskan, uji sample terhadap bangkai Burung Pipit ini agar mengetahui kasus matinya ribuan Burung Pipit ini. Sehingga, lanjut Tri, agar bisa mengetahui cara penanganan selanjutnya ketika ada kasus yang sama.

“Kasus ini yang pertama kali di Kota Cirebon. Sehingga dengan uji sample ini agar bisa mengetahui cara penanganannya ketika ada kasus serupa,” ungkapnya.

Burung Pipit yang mati mendadak tersebut diduga karena perubahan iklim atau memakan tanaman yang mengandung pestisida. (AC212)

BACA YUK:  Dua Hotel OHM Resmi Dibuka di Solo dan Palembang Menjelang Akhir Tahun 2021
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Reforma Agraria di Kabupaten Cirebon Harus Berjalan Optimal Sesuai Undang-undang

Cirebon,- Bupati Cirebon Drs. H. Imron membuka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria di Ruang Nyimas Gandasari, Gedung Sekretariat Daerah...

Kopi Montong Hadirkan Menu Terbaru Sup Patin Tempoyak Montong

Cirebon,- Kopi Montong yang berada di kawasan Perumahan Kota Baru Keandra, Desa Sindang Jawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon menghadirkan terobosan baru. Saat ini, Kopi...

Hadirkan Beragam Promo dan Diskon di GIIAS Surabaya, Astra Financial & Logistic Targetkan Transaksi Rp 200 Miliar

Surabaya,- Setelah sukses menjadi sponsor utama pada perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Jakarta 2021 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD...

RS Components Berkomitmen Tawarkan Produk Berkualitas Tinggi

Jakarta,- Membeli produk dengan kualitas terbaik merupakan hal terpenting bagi sebuah perusahaan maupun individu. Menggunakan produk dengan kualitas terbaik dapat mengurangi kemungkinan rusaknya sebuah...

More Articles Like This