Jumat, 28 Februari 2020

Rusak Tanaman Padi, Petani di Kabupaten Cirebon Berburu Tikus

Populer

Satlantas Polres Cirebon Kota Gelar Operasi Jaran Lodaya 2020, Ini Sasarannya

Cirebon,- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota menggelar Operasi Jaran Lodaya 2020 yang berlangsung dari tanggal 22 Februari...

McDonald’s Kembali Membuka Gerainya di Kota Cirebon, Ini Kelebihannya

Cirebon,- McDonald’s Indonesia kembali membuka gerainya kembali yang bertempat di Jalan Brigjen Darsono, Bypass, Kota Cirebon dan akan resmi...

BPOM Jawa Barat Sita Ribuan Kosmetik Tanpa Ijin Edar di Cirebon

Cirebon,- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat menyita ribuan kosmetik yang diduga ilegal di rumah penyimpanan di...

Manulife Cirebon Gelar Program CSR Penyediaan Sumber Air Bersih

Cirebon,- Masyarakat desa Nanggela Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon tampak bergembira setelah sumur bor sebagai sumber mata air bersih mengalir...

Pertumbuhan Pasar Modal di Kota Cirebon Cukup Prospektif

Cirebon,- Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat, Reza Sadat Shahmeini mengatakan bahwa potensi pertumbuhan jumlah investor pasar...

Cirebon,- Banyaknya hama tikus yang merusakan tanaman padi, puluhan petani di Blok Krapyak, Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon resah dengan hama tikus yang menyerang tanaman padi yang baru ditanam.

Atas hal tersebut, para petani di desa tersebut melakukan Gropyok Tikus dengan bersama-sama. Ini sudah dilakukan para perani sejak sepekan lalu.

Sakuri, Ketua Kelompok Tani Krapyak, Desa Panguragan Kulon mengatakan gropyok tikus atau berburu tikus secara bersama-sama ini sudah dilakukan sejak sepekan lalu.

Loading...

“Disini, hama yang paling banyak adalah tikus. Ini harus dibasmi, karena kalau kita sudah tanam dan sekitar umur setengah bulan habis diserang hama tikus,” ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Menurut Sakuri, hama tikus biasanya yang paling banyak muncul pada saat musim penghujan dibanding dengan musim kemarau.

“Kalau musim penghujan setiap tahun selalu banyak, dibanding pada saat musim kemarau. Tadi dapat tikus sekitar 50 ekor tikus dalam kurun waktu dua jam,” katanya.

Para petani berburu hama tikus.

Untuk memburu hama tikus, kata Sakuri, para petani memilik dua metode, dimana yang pertama sebelum turun ke sawah petani memasang umpan dari bulan November sampai Desember.

“Jadi, sebelum musim penghujan kita selalu pasang umpan,” jelasnya.

Kemudian metode yang kedua, tambah Sakuri yaitu dengan gropyok tikus atau berburu tikus. Metode ini akan terus berkelanjutan, karena lokasi yang banyak dan tikus juga masih banyak.

“Kemungkinan berburu tikus ini akan berlanjut sampai satu minggu kedepan atau sepuluh hari,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

dr. Aginta, SpOG : Hamil itu Harus Sehat dan Ceria

Menjadi dokter kandungan memotivasi dr. Aginta Mega Lestari Ginting, SpOG untuk berbagi kebahagiaan kepada para perempuan. Menurutnya, kehamilan adalah...

Pertamina Suntik Modal Wirausaha Hingga Rp. 2 Milyar di Wilayah Region III

Bandung,- Gina Adhityalugina, dengan bangga menunjukkan produk pouch kulit berlabel "Gammara". Perempuan asal Bandung itu percaya diri produknya akan siap bersaing di pasar lokal...

Telkomsel Raih Enam Penghargaan dari Opensignal

Jakarta,- Konsistensi Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas dengan teknologi terdepan guna menjamin kenyaman gaya hidup digital pelanggan kembali mendapatkan penghargaan dari Opensignal. Telkomsel memenangkan enam penghargaan...

Kota Cirebon Masuk Prioritas Dalam Rencana Program Kota Layak Huni

Cirebon,- Asian Development Bank (ADB) melakukan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terkait program kota layak huni. Kota layak huni berkelanjutan merupakan...

KPP Pratama Cirebon Satu dan Dua Gelar Business Development Service

Cirebon,- Mendukung UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Cirebon, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon Satu dan Dua menggelar kegiatan Business Development Service (BDS),...

More Articles Like This