Kamis, 22 Oktober 2020

Rumah Rengganis Hadirkan Konsep Toko Buku dan Kedai Kopi

Populer

Nakes RSD Gunung Jati Positif Covid-19, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Cirebon,- Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait penutupan sementara sejumlah pelayanan. Penutupan sementara untuk...

8 Petugas Positif Covid-19, RSD Gunung Jati Tutup Sementara Pelayanan

Cirebon,- Sehubungan dengan kegiatan pelacakan kontak erat para pegawai yang terpapar Covid-19, Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota...

Walikota Cirebon Menolak Wacana Perubahan Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda

Cirebon,- Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda mulai mencuat. Wacana tersebut muncul saat Kongres Sunda 2020...

Indonesia Fortuner Community Gelar Bakti Sosial di Objek Wisata Telaga Biru

Kuningan,- Indonesia Fortuner Community (IFC) menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako untuk warga Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten...

Pembatasan Aktivitas di Kota Cirebon Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon kembali memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat dan juga pengalihan arus lalu lintas hingga akhir Oktober...

Cirebon,- Rumah Rengganis merupakan Rumah Buku dan Kedai Kopi yang berlokasi di Taman Kota Ciperna, Blok R2 No. 11 Cirebon hadir dengan konsep yang berbeda.

Di tempat ini, pengunjung bukan hanya menikmati kopi, namun bisa sambil membaca buku dengan pemandangan pesawahan. Apalagi, Rumah Rengganis ini tempatnya instagramable dan nyaman.

Nissa Rengganis, pendiri Rumah Rengganis, mengatakan Rumah Rengganis berkonsep toko buku kecil dan perpustakaan mini, serta kedai kopi.

Loading...
BACA YUK:  Bank Indonesia Cirebon Serahkan Bantuan Sembako dan Masker Untuk Pemkab Cirebon

“Kami menyulap rumah dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai bar kopi dan toko buku kecil. Kami juga menyediakan koleksi buku pribadi untuk bisa dibaca di tempat,” ujar Nissa saat ditemui About Cirebon, Kamis (17/9/2020).

Lanjut Nissa, yang melatarbelakangi hadirnya Rumah Rengganis ini berawal dari tempat nongkrong teman-teman komunitas literasi dan ingin menjadi rumah komunitas yang ada toko buku dan kedai kopi.

Sebelum terjadi kecelakaan dengan suami, kata Nissa, memiliki agenda ngopi setiap hari dan keluar. Setelah kecelakaan, menurut Nissa tidak bisa kemana-mana dan di rumah aja, sehingga teman-teman banyak yang datang ke rumah sambil menyeduh kopi.

“Sampai ada masukan dari teman untuk mencoba membuka kedai kopi ala rumah dan terinspirasi dari beberapa kedai kopi ala rumah di luar kota. Karena keterbatasan modal, kita memanfaatkan halaman rumah,” ungkapnya.

Rumah Rengganis yang berdiri sejak bulan Desember 2019, tambab Nissa, memiliki program kelas menulis dan tempat berkumpul komunitas literasi seperti komunitas sastra, pecinta buku.

“Karena adanya pandemi kegiatan-kegiatan yang biasanya digelar setiap Minggu harus ditunda. Seperti program ngobrol sore yang didalamnya ada bedah buku hingga mengundang beberapa penyair dari luar kota,” jelasnya.

Jenis buku yang dijual di Rumah Rengganis bergenre sastra, politik, sejarah, dan kebanyakan buku-buku yang dijual berasal dari penerbit indie yang tidak bisa ditemukan di toko-toko buku mainstream.

BACA YUK:  Polresta Cirebon Salurkan Bantuan APD ke RS Sumber Kasih

“Jadi, Rumah Rengganis bekerja sama dengan penerbit-penerbit indie yang ada di Jogja, Bandung, Jakarta, hingga Semarang. Mereka menitipkan buku-bukunya disini,” bebernya.

Mengenai jenis kopi yang ditawarkan, Rumah Rengganis mengikuti pasar dengan menawarkan kopi kekinian, seperti kopi susu gula aren yang dinamakan kopi teman diskusi dan kopi teman baca. Ada juga menu kopi manual brew hingga menu non coffee.

BACA YUK:  Buntut Pindahan Warga Binaan dari Cipinang, Lapas Kesambi Gelar Swab Massal

“Untuk harga kopi yang ditawarkan kisaran mulai dari Rp. 10 ribu dan paling mahal hanya Rp. 20 ribu,” bebernya.

Untuk menarik minat pengunjung, Rumah Rengganis menghadirkan promo menarik yakni beli buku dapat gratis kopi.

“Promo ini sebenarnya untuk mengkampanyekan kepada orang-orang untuk membeli buku dan juga mendukung gerakan literasi,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

LKP Mawar Sharon Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin ⁣⁣ ⁣⁣

Cirebon,- LKP Mawar Sharon menggelar Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Kerja Keterampilan Tata Rias Pengantin Sunda Puteri di Aula Cirebon...

Gunakan Teknologi eFishery, Petani Ikan di Cirebon Diuntungkan

Cirebon,- Teknologi pemberi pakan ikan otomatis buatan Indonesia, eFishery menguntungkan bagi petani ikan. Pasalnya, teknologi eFishery ini menggabungkan pemberian pakan otomatis dengan algoritma dan sensor...

Wali Kota Cirebon: Pembatasan Aktivitas Turunkan Pendapatan Daerah Sehingga Akan Dievaluasi

Cirebon,- Penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon masuk dalam kategori zona merah, sehingga Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah menyiapkan program untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif...

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon : Pembatasan Jam Malam Kurang Efektif

Cirebon,- Pembatasan aktivitas masyarakat dan juga pengalihan arus lalu lintas di Kota Cirebon berjalan sejak tanggal 9 sampai 31 Oktober 2020. Menurut Wakil Ketua DPRD...

More Articles Like This