Rose Malya ; Suka Eksperimen Memasak

0
91
Rose Malya

Cirebon,- Memasak menjadi hobi bagi wanita bernama lengkap Rose Malya. Hobi tersebut mengantarnya untuk menjalani bisnis kuliner Iga Bakar Tiga (IBT) di Jalan Muhamad Toha Kota Cirebon.

Namun, tidak serta merta menjadi pengusaha kuliner, jatuh bangun telah dilaluinya. Dia mengaku awalnya suka eksperimen memasak aneka pastry untuk keluarga. Yang kemudian menerima orderan dari orang-orang.

Aston Hotel

“Waktu itu sekitar tahun 2000 saya hobi bikin pastry secara otodidak buka buku resep masakan, dan eksperimen. Lalu anak saya suka, dan bagi-bagi ke tetangga. Setelah dikasih, tetangga pesen dan minta dibuatin untuk acara,” ungkapnya.

Dari situ, Rose Malya yang awalnya tidak berniat untuk usaha kue, akhirnya terus berksperimen. Mulai dari membuat cake blackforest, tiramisu, dan kue ulang tahun lainnya. Tak hanya itu, tak jarang dia menerima pesanan dari instansi-instansi dan perusahaan lainnya.

Pada saat itu, kue buatannya laris manis. Dia menerima pemesanan melalui telepon. Tak sedikit yang mempercayakan pembuatan kepadanya, bahkan wedding cake sekalipun.

Baginya, buku resep masakan adalah kunci untuk belajar memasak. Karena jaman dulu akses internet masih belum begitu berkembang seperti saat ini. Namun meski internet sudah sangat mudah diakses, kecintaannya untuk belajar memasak masih menggunakan buku untuk mengawali eksperimen.

“Walaupun internet sudah semakin cepat, tapi saya suka pakai buku. Koleksi buku resep masak pun sudah banyak, dan kalau boring buka aja buku-buku masak, terus eksperimen,” terangnya.

Namun di tengah perjalanan dia harus menghentikan usahanya karena ada beberapa kendala. Rasa rindu untuk memulai usaha kembali muncul. Sang suami yang menyukai Iga Bakar, menjadi landasan untuknya membuka usaha Iga Bakar di tahun 2010. Sebelumnya, dia telah melakukan eksperimen berkali-kali hingga mendapatkan rasa yang pas.

“Saat itu saya buat iga bakar dengan 3 varian saus yaitu original, rica-rica, sama lada hitam. Dan sekarang sama kembangkan sausnya sampai ada 7 varian dengan tambahan bumbu bali, barbeque, teriyaki, dan sambal penyet,” jelasnya.

Yang istimewa, Rose Malya membuka usaha kuliner Iga Bakar Tiga dengan mengajari dan mempekerjakan anak-anak yatim yang dianggapnya sebagai anak asuh. Dia berharap bahwa anak-anak yatim mampu bekerja dengan baik dan percaya bahwa bekal keterampilan yang mereka miliki dapat digunakan bagi masa depannya.

“Kerja itu bagi saya ibadah. Saya serahkan rejeki pada Allah, dan Alhamdulillah sekarang IBT sudah berdiri 8 tahun berkat rintisan dari nol bersama anak-anak asuh,” ujarnya.(AC560)