Rindu Siswa Belajar di Sekolah

Cirebon,- Pandemi covid-19, berdampak pada sistem pendidikan di dunia. Termasuk di Cirebon, semua sekolah saat ini dilakukan dengan sistem daring, tidak ada siswa yang berangkat menuju sekolah seperti dulu lagi.

Sudah hampir satu tahun ini, antara guru dan siswa terhalang jarak saat menyampaikan materi. Tentu saja hal ini menimbulkan kerinduan tersendiri bagi Kepala Kinderfield School, Intani Prajaswari, S.IP, M.Pd,. Dia berharap pandemi segera berakhir agar suasana sekolah kembali hidup seperti sebelum-sebelumnya.

“Wah kami semua disini, kompenen sekolah seperti kepala sekolah, guru-guru, staff admin, bahkan OB, OG, Security, driver kangen sekali ketemu siswa. Dan hampir satu tahun sekolah sepi, prihatin sekali dengan keadaan ini juga. Tetapi kita harus tetap semangat dan memberikan pengertian ke siswa walaupun tidak ketemu langsung, siswa masih bisa belajar sama gurunya meski hanya lewat layar monitor,” jelas Intani kepada About Cirebon, Senin (25/1/2021).

Kinderfield sudah menyiapkan beberapa skenario untuk pembelajaran yang efektif baik itu sistem daring maupun tatap muka. Sekolah ini juga sudah menyiapkan serangkaian protokol kesehatan pencegahan Covid-19 apabila sudah diperbolehkan tatap muka sebelum semester 2 tahun ajaran 2020-2021. Tapi tentunya, mengikuti semua aturan yang ada dari pemerintah di bawah bimbingan Dinas Pendidikan Kota Cirebon, dan juga memberikan survey kepada orang tua mengenai kesiapan belajar tatap muka.

BACA YUK:  Jadwal Samsat Keliling P3DW Ciledug Kabupaten Cirebon, 22 - 27 Agustus 2022

Hal ini diperlukan supaya sekolah dan orang-orangtua selalu menjalin komunikasi positif dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Di semester 2 ini pun, Kinderfield School masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh alias daring.

Meski sistem daring, Kinderfield School tetap menerapkan sistem belajar secara terstruktur seperti Kegaiatan Belajar Mengajar (KBM) biasa, hanya posisi anak-anak ada di rumah. Dari mulai persiapan pembelajaran, proses dan hasil belajar sudah sedemikian rupa disusun. Tentunya Intani mengaku dengan semangat guru-guru yang bekerja dan mengajar dengan penuh cinta.

“Itu yang paling utama, well being guru-guru juga selalu diperhatikan karena merupakan tantangan besar, mengajar siswa melalui layar monitor. Alhamdulillah, saya bangga mempunyai guru-guru yang bekerja dari hati. Siswa pun begitu, saya sangat mengapresiasi orang tua yang ikut dalam proses ini, salah satu contoh kedispilinan tetap dilakukan misal dengan siswa itu harus menggunakan seragam setiap hari sesuai jadwal belajar,” jelasnya.

BACA YUK:  25 Universitas Ternama Dalam dan Luar Negeri Ikuti International Education Expo 2022 di Cirebon

Kemudian untuk material yang akan dibutuhkan selama 1 term (3 bulan) diberikan juga supaya KBM lebih efektif. Sementara itu, antisipasi keadaan ini pihaknya mencari solusi, seperti mengadakan home visit sesuai dengan kebutuhan. Terutama untuk kelas playgroup.

Kemudian guru juga sering memberikan tambahan belajar untuk orangtua yang benar-benar sibuk. Misalnya dengan memberikan rekaman belajar dan tidak segan berkomunikasi terus dengan orangtua atau wali siswa melalui whatsapp dan lainnya.

“Kita membantu sesuai dengan kondisi rumah masing-masing yang tentunya sangat beragam. Tapi ya inilah, karena pandemi semua harus sama-sama memahami keadaaan, harus dihadapi dan diantisipasi, karena kita ga ada yang siap sebelumnya, dan belum pernah mengalami ini sebelumnya,” jelasnya.

Intani menilai pembelajaran daring adalah pembelajaran yang bisa menjadi solusi untuk masa pandemi ini. Walaupun tentunya sulit menyebutkan kalau secara daring benar-benar efektif. Karena ada beberapa aspek yang tidak didapatkan oleh siswa ketika pembelajaran secara face-to face.

BACA YUK:  Info Loker : PT. Artaboga Cemerlang (OT Group)

Guru dan siswa sangat berkurang interaksinya, dan siswa juga kurang mendapatkan sosialisasi. Tetapi pihaknya juga tetap melaksanakan kegiatan di luar akademik seperti perayaan walaupun tetap secara virtual seperti Peringatan 17 Agustus (Upacara Bendera), Diversity Day, Charity Day, Virtual Field Trip, virtual perayaan natal untuk siswa Kristen dan Katholik juga Championship yaitu perlombaan akademik dan non akademik antar siswa Kinderfield seluruh Indonesia.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menonton di RCTV juga dianjurkan oleh guru untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta sebagai bahan referensi siswa. Bahkan beberapa guru Kinderfield juga menjadi guru model dalam program PJJ yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Cirebon tersebut.

“Berharap tentunya pandemi ini segera berakhir sehingga semua anak bisa kembali ke bangku sekolah dan belajar di sekolah bertemu guru dan teman-temannya. Karena bagaimanapun juga selain akademik, pertumbuhan dan perkembangan anak harus bisa seimbang secara holistik, salahsatunya ada sosialisasi, pembentukan karakter, dan lainnya,” pungkasnya. (AC560)

(Dilihat: 39 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.