Senin, 29 November 2021

Ridwan Kamil Dorong Kepala Daerah Lakukan Tes Swab Mininal 1% Jumlah Penduduk

Populer

UMK Kota Cirebon Tahun 2022 Naik Sebesar Rp. 33 Ribu

Cirebon,- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon dan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) telah menggelar rapat penetapan Upah Minimum Kota...

Barisa Cafe Usung Konsep Pantai Lengkap dengan Pasirnya

Cirebon,- Jika kamu rindu dengan suasana pantai di Bali, kafe ini menghadirkan konsep dengan suasana pantai. Namanya Barisa Cafe,...

Open Bidding di Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan...

Kalahkan Petahana, Tukang Becak ini Terpilih Menjadi Kuwu Desa Jungjang

Cirebon,- Pemilihan Kepala Desa (Kuwu) serentak di wilayah Kabupaten Cirebon berlangsung Minggu (21/11/2021). Pemilihan Kuwu tersebut diselenggarakan di 135...

Pengurus Ikatan Alumni UGJ Cirebon Periode 2021 – 2025 Resmi Dilantik

Cirebon,- Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) periode 2021-2025 resmi dilantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang...

Cirebon,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan rapat gugus tugas bersama Kepala Daerah di Kota Cirebon, Rabu, (5/8/2020).

Dalam rapat tersebut, pihaknya mendorong kepada kepala daerah untuk gencar melakukan pemeriksaan swab, minimal satu persen dari jumlah penduduk.

“Ada dua hal yang saya arahkan, untuk di Cirebon ini pengetesan swab terus ditingkatkan, minimal satu persen dari jumlah penduduk,” ujarnya kepada awak media.

Loading...

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil bahwa pengetesan Swab pasien ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dalam istilah lama masih banyak yang belum di tes swab.

BACA YUK:  OJK Cirebon Mencatat Kondisi Sistem Keuangan di Wilayah Ciayumajakuning Tetap Terjaga dan Tumbuh Positif

“Untuk pasien ODP, PDP dalam istilah lama, masih banyak yang belum dites swab, itu harus diselesaikan terlebih dahulu,” katanya.

Kemudian, tambah Kang Emil, setiap satu kasus harus minimal ada 20 orang yang dicari close kontaknya dan rasio itu masih belum. Dari satu kasus cuma dua tiga, hanya keluarga terdekat, padahal harus 20 teorinya.

“Itulah yang sedang kita kejar, kalau itu dilakukan oleh Kabupaten/ Kota harusnya lebih baik,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Emil berpesan kepada orang-orang Cirebon agar berhati-hati, karena banyak orang impor yang masuk ke Cirebon karena perjalanan ke zona merah.

“Kepada orang-orang Cirebon agar berhati-hati, banyak orang yang masuk ke Cirebon karena perjalan dari daerah zona merah,” pesannya.

Sementara itu, untuk pendidikan sudah boleh dibuka di zona hijau dengan syarat sekolahnya melakukan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Sehingga, lama-lama akhirnya bisa melakukan.

Sekolah, kata Kang Emil, akan dimulai dari tingkat SMA, SMK, MA terlebih dahulu, baru SMP, SD dan seterusnya.

“Karena sudah banyak sekali informasi dari orang tua yang komplain karena tidak memiliki kuota, handphone dan lain sebaginya. Maka kita ijinkan dengan tingkat kewaspadaan,” tandasnya. (AC212)

BACA YUK:  DPRD Dukung CEF 2021, Minta BI Perluas Sentuhan untuk Usaha Kecil di Kota Cirebon
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jalin Kemitraan, RS Sumber Kasih Cirebon Gelar Kompetisi Futsal

Cirebon,- Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon menggelar Futsal Competition bersama mitra kerja. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 27...

Pondok Yatama Mendunia Gandeng Komunitas Mobil Berdayakan Santri Yatim

Cirebon,- Pondok Yatama Mendunia membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada seluruh pihak yang hendak berkontribusi pada pemberdayaan potensi sumber daya manusia desa, khususnya kelompok yatim dan...

Inilah Kopi Bin Rosyad Produksi Desa Guwa Kidul

Cirebon, Guna menjawab tantangan pecinta kopi asli yang sedang digandrungi masyarakat, kini Kuwu Desa Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon mengelola produk kopi sachet...

Sekda Kota Cirebon : Peran Masyarakat Jadi Kunci Berantas Rokok Ilegal

Cirebon, - Pemberantasan rokok ilegal menjadi tugas semua pihak. Tidak hanya unsur pemerintahan, partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam melaksanakan agenda tersebut. Hal itu...

More Articles Like This