Kamis, 28 Oktober 2021

Ribuan Santri Gelar Aksi Damai Di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon

Populer

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Arstone Gallery Cirebon Tawarkan Produk Marmer, Granit, Travertine, dan Onyx

Cirebon,- Arstone Gallery yang berlokasi di Jalan Pagongan No. 15 A (Samping Lengko Barno), Kota Cirebon menghadirkan pengalaman belanja...

Cirebon,- Ribuan santri yang tergabung dalam forum komunikasi dan Silaturahmi antar Santri Se-Kabupaten Cirebon LSC (Lingkar Santri Cirebon) menggelar aksi damai di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (7/7/2020).

Aksi tersebut dilakukan sebagai aksi protes dan tabayun (klarifikasi) atas ucapan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto, yang telah melukai Insan Pesantren Se-Kabupaten Cirebon.

Sebelum menyuarakan aksinya, para santri tersebut melakukan aksi Long March dari GOR Ranggajati menuju Kantor DPRD Kabupaten Cirebon.

Loading...

Ahmad Ibnu Ubaidilah, selaku Kordinator Utama aksi damai dari Lingkar Santri Cirebon mengatakan aksi yang dilakukan para santri ini untuk meminta klarifikasi dan permintaan maaf Hermanto di publik. Karena, pernyataan beliau sudah melukai perasaan kaum pesantren.

BACA YUK:  Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan Lakukan Sampling Tes Swab di Sekolah

“Tuntutannya jelas bahwa saudara Hermanto, kita minta klarifikasi dan pernyataan maafnya di publik. Karena pernyataan Pak Hermanto melukai perasaan kaum pesantren, kaum sarungan, para kyai yang ada di pesantren,” ujar Ibnu kepada awak media.

Ibnu menjelaskan kenapa yang diambil contoh pesantren, padahal tidak ada kaitannya dengan pesantren. Karena yang lagi dibahas itu adalah izin UMC (Universitas Muhammadiyah Cirebon).

“Pak Hermanto menyampaikan ini di publik, dan pernyataan maafnya disampaikan juga di publik, baik media cetak, elektronik dan ruang-ruang publik yang ada,” ungkapnya.

Ibnu menginginkan tidak lagi menjadikan pesantren sebagai komoditi politik, karena kita tahu bahwa pesantren sebagai lembaga sarana pendidikan agama jangan dijadikan alat kepentingan politik mereka.

“Jauh-jauh sebelum mencalonkan diri, mereka datang ke pesantren. Tapi, setelah jadi malah mengatakan pesantren membangkang. Ini jelas melukai perasaan kita,” tandasnya.

Sementara itu, penasehat LSC, Muhammad Azmi Alifi mengatakan aksi damai ini tidak mewakili satu dua pesantren saja, tetapi seluruh pesantren yang ada di Cirebon, mulai dari Babakan, Barat sampai ke Timur.

BACA YUK:  Dukung Kota Tanggap Narkoba, BNN Kota Cirebon Gelar Workshop Insan Media

“Aksi ini mewakili seluruh pesantren yang ada di Cirebon, mulai dari Babakan, Barat hingga Timur Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Menurut Azmi, tuntutan yang disampaikan oleh para santri sudah clear dan memang nanti arahnya bahwa mereka yang duduk di dewan harus bisa memperjuangkan kemaslahatan semuanya.

“Mereka yang duduk di gedung dewan harus bisa memperjuangkan tidak hanya lembaga-lembaga tertentu saja, tapi pesantren yang dijadikan komoditi politik,” terangnya.

“Ini yang perlu kita ingatkan kepada semua anggota dewan dan pemerintah Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Selain itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto yang didampingi Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Lutfi menemui para santri di depan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Hermanto meminta maaf atas ucapan yang melukai insan pesantren dan memberikan klarifikasi atas perkataanya tersebut.

“Saya meminta maaf atas pernyataan saya pada saat rapat kerja, dimana saya menggunakan kata-kata yang menyinggung pesantren,” ungkapnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Fun Tour de Bali dengan Bersepeda

Cirebon,- Enam orang penggemar sepeda melakukan perjalanan dengan bersepeda melalui kegiatan Fun Tour de Bali, Jakarta – Bandung –...

Lantik Tujuh Kepala Sekolah, Walikota Cirebon Pesan Lakukan Manajemen Pendidikan

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis melantik tujuh Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon. Pelantikan berlangsung di Ruang Adipura,...

Peringati Maulid Nabi, Masjid Al-Maksudhi Hadirkan Gus Miftah

Cirebon,- Masjid Al-Maksudhi yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon menggelar pengajian, Selasa (26/10/2021) malam. Kegiatan ini berkolaborasi...

UGJ Gelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-60 dan 61 Tahun 2021

Cirebon,- Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon diselenggarakan di Hotel Swissbell Hotel Kota Cirebon, Selasa...

More Articles Like This