Ribuan Masyarakat Cirebon Tumpah Ruah Saksikan Cap Go Meh

Cirebon,- Ribuan masyarakat tumpah ruang sepanjang jalan Kantor, Kota Cirebon untuk menyaksikan acara puncak tahun baru imlek Cap Go Meh tahun 2571 atau 2020, di Vihara Dewi Welas Asih, Sabtu (8/2/2020).

Perayaan Cap Go Meh merupakan rangkaian dari perayaan Tahun Baru Imlek. Cap Go Meh diperingati sebagai perayaan bagi warga keturunan Tionghoa di seluruh dunia.

Perayaan 15 hari setelah pergantian Tahun Baru Imlek ini, sebagai bentuk rasa syukur kepada dewi-dewi.

Baca Yuk : Nashrudin Azis: Kirab Budaya Cap Go Meh, Upaya Pelestarian Budaya

Pantauan About Cirebon di lokasi, perayaan Cap Go Meh di Vihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon dimeriahkan dengan iring-iringan belasan joli atau tandu yang membawa patung dewa dewi.

Perayaan Cap Go Meh di Cirebon

Belasan joli yang yang ditandu tersebut berasal dari berbagai daerah di wilayah III Cirebon. Tuan rumah Vihara Dewi Welas Asih sendiri ada 6 joli dan joli lainya berasal dari Jatibarang, Ciledug, Sindang Laut, dan juga Klenteng Talang.

BACA YUK:  Jelang Puasa Bahan Pokok Alami Kenaikan, Sekda Kota Cirebon: Akan Rapat dengan TPID

Selain itu, acara Cap Go Meh dimeriahkan juga dengan iring-iringan barongsai serta naga liong.

Rute yang dilalui iring-iringan Cap Go Meh dimulai dari Vihara Dewi Welas Asih – Jalan Pasuketan – Jalan Pekiringan – Jalan Parujakan – Jalan Pagongan – Jalan Karanggetas – Pasar Kanoman – Jalan Talang – Jalan Yos Sudarso – dan kembali lagi ke Vihara Dewi Welas Asih.

Ribuan masyarakat yang menunggu di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan Cap Go Meg begitu antusias. Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan moment Cap Go Meh ini dengan handphone pintarnya.

BACA YUK:  Mocca Music Card, NFT Terbaru Mocca yang Bisa Kamu Dengarkan

Sungkono, selaku Sekretaris Vihara Dewi Welas Asih yang juga sebagai penasehat acara Cap Go Meh mengatakan kegiatan Cap Go Meh ini untuk bersuka cita bersama, vihara harus bisa mempersatukan bagi seluruh masyarakat.

Perayaan Cap Go Meh

“Acara Cap Go Meh ini kita harus bersuka cita dan bergembira bersama. Cirebon merupakan kota kecil, maka membutuhkan persatuan dan kesatuan,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di Vihara Dewi Welas Asih.

Menurut Sungkono, perayaan Cap Go Meh adalah budaya bukan perayaan keagamaan, sehingga Cap Go Meh bukan untuk kalangan agama tertentu. Baik itu Konghucu, Budha, Kristen dan lainnya, boleh ikut bersama-sama merayakan Cap Go Meh.

BACA YUK:  Rekrut Mantan Kuwu, DPD PAN Kabupaten Cirebon Targetkan Satu Fraksi di Pileg 2024

“Perayaan ini bukan dimaknai perayaan agama, tetapi perayaan Cap Go Meh adalah perayaan budaya warga Tionghoa,” ungkapnya.

Baca Yuk : Pjs Wali Kota Cirebon: Cap Go Meh Harus Jadi Destinasi Budaya Berkelas Dunia

Tahun Baru Imlek yang tahun ini jatuh Shio Tikus dengan unsur logam, kata Sungkono bermakna adanya sesuatu hal yang keras meskipun mudah dalam mencari nafkah.

Pihaknya berharap, pada tahun baru imlek ini bisa menjadi tahun kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dan dapat menjadi kedamaian untuk membawa kemajuan bagi Kota Cirebon. (AC212)

https://www.instagram.com/p/B8Uti4Qjbzc/

(Dilihat: 21 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.