Ribuan Jamaah Hadiri Tausiyah Ustaz Evie Effendie di Islamic Center At-Taqwa Cirebon

0
60
Ustaz Evie Effendie memberikan ceramah di Islamic Center Kota Cirebon, Rabu (25/07/2018)

Cirebon,- Ribuan Jamaah menghadiri Tausiyah bersama Ustaz Evie Effendie yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Masjid Raya At-Taqwa, Kota Cirebon, Rabu (25/7/2018) malam.

Acara yang diselenggarakan oleh Global Wisata Halal Tour bekerja sama dengan At-Taqwa Center, dalam rangka roadshow Ustaz Evie di wilayah Jawa Barat dengan tema “Perjalanan Hati ke Tanah Suci”

Aston Hotel

Pantauan About Cirebon, jamaah yang datang dari berbagai daerah di Wilayah III Cirebon, sudah mulai berdatangan sejak Magrib.

Bahkan, selepas salat Isya ribuan jamaah terus berdatangan. Hingga, Gedung Islamic Center yang digunakan untuk tausiyah tak dapat menampung seluruh jamaah yang hadir.

Terpaksa, jamaah yang tak dapat masuk ke dalam gedung harus memadati area luar gedung, sambil mendengarkan tausiyah dari Ustaz asal Bandung ini.

Istana Kerang

Sesuai dengan tema yang diberikan, Ustaz Evie Effendi dengan gayanya yang khas menyampaikan bahwa perjalanan hati ke tanah suci, hati-hati ke tanah suci tidak sembarang orang dapat kesempatan.

“Untuk melakukan perjalanan ke tanah suci dengan hati butuh bekal ilmu,” ujarnya.

“Jadi, perjalanan hati ke tanah suci tidak berbekal ilmu akan cape,” imbuhnya.

Ustaz yang khas dengan topi kupluknya ini tidak sedikit meyelipkan materi-materi yang membuat gelak tawa dan humor kepada jamaah.

Apalagi, humor dan rayuan yang dilontarkan Ustaz Evie sangat pas dengan jamaah yang hadir kebanyakan dari anak muda milenial.

Sementara itu, Ketua At-Taqwa Center, H. Ahmad Yani, M.Ag saat ditemui usai acara mengatakan kegiatan ini bertujuan dalam rangka dakwah Islam membangun spiritualitas umat, membangun generasi muda yang beriman dan bertaqwa.

“Apalagi Ustaz Evie Effendie ini pangsa pasarnya sudah betul-betul generasi milenial. Sehingga sangat cocok dengan tujuan membangun generasi muda yang berimanan dan bertaqwa,” ungkapnya.

Artinya, kata dia, ini menjadi pelengkap ruang kosong yang selama ini ustaz itu hanya bicara ukhrawi, kemudian tampilannya juga serba muslim.

“Menurut kami dakwah Islam rahmatan lil alamin itu sangat luas, sehingga siapapun kader da’i yang punya integritas tidak hanya ditunjukan pada aksesesoris pakaian, tapi istiqomahnya, keteladananya, dan bobot ceramahnya,” bebernya.

“Ini sebuah perkembangan dakwah yang cukup mengembirakan dalam satu dekade, muncul ustaz-ustaz muda gaul tapi nyantri,” tutupnya. (AC212)