Revitalisasi dan Pemeliharaan Museum Benteng Vredeburg, Upaya IHA dalam Mengoptimalisasi Fasilitas dan Pelayanan Publik di Museum

Yogyakarta – Museum Benteng Vredeburg, unit museum dari Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesia Heritage Agency (IHA) yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia sedang dalam proses upaya transformasi, untuk mengoptimalkan fungsi Museum Benteng Vredeburg sebagai destinasi edukasi dan ruang publik yang menyenangkan bagi masyarakat, khususnya sesuai dengan kebutuhan generasi muda Indonesia.

Museum Benteng Vredeburg, terletak di Kota Yogyakarta, menempati bangunan kolonial yang dibangun pada tahun 1760, merupakan museum sejarah perjuangan Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1992.

BACA YUK:  Pelatih Bara Boxing Club, Subagja Diprediksi Terpilih Jadi Anggota DPRD Kota Cirebon

Museum Benteng Vredeburg memiliki lebih dari 7.000 benda bersejarah mulai dari peralatan rumah tangga sampai peralatan perang. Berlokasi di Jalan Margo Mulyo no.6 dekat dengan kawasan Malioboro dan sejumlah objek wisata lainnya, Museum Benteng Vredeburg menjadi destinasi wisata sejarah yang memiliki nilai historis dan edukatif bagi pengunjung.

(Plt.) Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya (MCB), Ahmad Mahendra, menyatakan, “Transformasi Museum Benteng Vredeburg bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung yang lebih baik, kami berharap museum ini tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah, tetapi menjadi tempat yang nyaman untuk rekreasi.

Untuk itu, MCB terus berkomitmen untuk terus mendukung transformasi museum yang profesional melalui berbagai agenda revitalisasi untuk menjadikan museum sebagai ruang yang nyaman untuk semua.”

BACA YUK:  Hari Pertama Work From Destination, Disbudpar Kota Cirebon Gelar Silaturahmi

Proyek transformasi Museum Benteng Vredeburg meliputi revitalisasi infrastruktur dengan pembaruan dan pemeliharaan area terbuka serta ruang tata pamer museum, dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas pengunjung seperti museum shop dan ruang anak, untuk mengoptimalkan pengalaman publik yang lebih edukatif dan interaktif.

Untuk mendukung proses revitalisasi, Museum Benteng Vredeburg akan tutup sementara mulai tanggal 4 Maret 2024.

Kendati demikian, bagi publik yang ingin mengeksplorasi koleksi museum dapat mengakses kegiatan “Vredeburg Virtual Visit” yang diselenggarakan setiap hari Senin untuk umum/individu dan Rabu untuk kelompok/sekolah pukul 09.00-11.00 WIB secara gratis.

BACA YUK:  Kemendikbudristek Akan Luncurkan Indonesian Heritage Agency (IHA)

Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo menjelaskan “Rencananya museum secara fisik akan kembali dibuka untuk publik dengan wajah barunya pada pertengahan tahun 2024.

Walau secara fisik museum tutup, tetapi kami tetap hadir secara virtual. Hal ini penting bagi kami, karena sebagai bagian dari IHA, tugas kami adalah untuk membuka akses masyarakat terhadap bangunan, artefak dan benda bersejarah yang dapat diolah menjadi produk pengetahuan sejarah dan berguna untuk pemahaman bangsa mengenai warisan budaya Nusantara dan semangat perjuangan bangsa Indonesia.”

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *