Remaja Masjid dan At-Taqwa Center Kota Cirebon Tolak Aksi Premanisme dan Geng Motor

Cirebon,- Puluhan remaja Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon melakukan aksi tolak premanisme dan geng motor, yang berlangsung di halaman Masjid Raya At-Taqwa, Jalan R.A Kartini, Kota Cirebon, Senin (9/9/2019).

Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan juga keprihatinan atas kejadian penikaman remaja yang terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon beberapa hari lalu.

Ade Saputra, Ketua Remaja Masjid At-Taqwa Kota Cirebon mengatakan maksud dan tujuan diselenggarakan aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas kejadian tersebut.

“Awalnya, acara ini hanya untuk internal bagi remaja masjid saja, namun dengan berbagai pertimbangan kami membuka untuk semua remaja dan pemuda yang ada di Kota Cirebon,” ujarnya kepada About Cirebon di sela-sela kegiatan.

BACA YUK:  Info Loker : Apotek Derajat

Lanjut Ade, setelah acara aksi, para remaja masjid melakukan salat ghaib untuk korban, karena korban merupakan bagian dari saudara kami, apalagi korbannya seorang remaja.

“Peserta yang mengikuti aksi ini, kalau dihitung dari Remaja Masjid At-Taqwa saja sudah ada 75 orang belum ditambah dari luar,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, kepada pihak kepolisian untuk bisa menertibkan aksi premanisme dan geng motor, agar kejadian serupa tidak terulang kembali kejadian yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Ketua At-Taqea Center, Ahmad Yani menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas terjadinya insiden pembunuhan terhadap remaja di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon pada Jumat (6/9) lalu.

BACA YUK:  Layanan Cepat, Polres Cirebon Kota Buka Hotline Pengaduan Masyarakat

“Untuk itu, kami keluarga besar At-Taqwa mengutuk dengan keras tindak premanisme terhadap remaja tersebut,” ujarnya.

Lanjut Yani, At-Taqwa Center beserta Remaja Masjid siap bekerja sama dengan aparat keamanan serta pemerintah daerah untuk melakukan edukasi kepada para remaja masjid dan pelajar se-Kota Cirebon melalui kegiatan preventif.

“Sehingga, dengan kegiatan seperti itu harapan kami tidak terulang kembali ada premanisme yang menyebabkan melayangnya jiwa manusia secara sia-sia,” tegas Yani.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian Polres Cirebon Kota yang dengan sigap kurang dari 2×24 jam pelaku bisa tertangkap.

“Ini menunjukan kesungguhan dan keseriusan dari aparat kepolisian Polres Cirebon Kota,” bebernya.

BACA YUK:  Prakiraan Cuaca Kota Cirebon, 30 April 2022

Yani pun mengajak kepada seluruh orang tua, para pelajar, semua stakeholder pemangku kebijakan, para pendidik, ulama, dan juga cendikiawan untuk menindak lanjuti tragedi ini agar tidak terus terulang, baik dari geng motor maupun kegiatan-kegiatan sia-sia yang dilakukan para pemuda dan remaja.

“Mari kembali melakukan kegiatan yang berguna dengan pendekatan yang baik dan bersatu padu dengan didikung kebijakan pemerintah daerah dan aparatur pemerintahan, agar pendidikan pemuda dan remaja lebih positif dan terhindar dari aktifitas yang sia-sia,” jelasnya.

“Mari kita juga tanamkan sejak dini akhlak mulia kepada anak-anak kita,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 33 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.