Rekomendasi Lima Minuman Hangat Tradisional untuk Temani Musim Hujan di Majalengka dari infoMJLK

Majalengka,- Masih musim hujan ya, Baraya? Biasanya butuh perlindungan ekstra nih! Yap. Ketika musim hujan tiba, tak jarang kondisi tubuh menjadi rentan terhadap penyakit. Jangankan penyakit, badanpun sering terasa pegal-pegal, capek, dan mudah lelah. Terlebih saat ini pandemi masih belum berakhir disertai munculnya varian virus baru bernama Omicron. Situasi tersebut menimbulkan ancaman terhadap imunitas semakin bertambah.

Memang, musim hujan biasanya banyak orang khawatir terhadap kondisi tubuhnya yang melemah. Belum lagi demam, flu, dan batuk yang sudah menjadi ‘tamu langganan’ ketika datangnya musim hujan. Untuk mengatasi ancaman-ancaman yang dapat menyerang imunitas tersebut, kebanyakan dari mereka mengonsumsi multivitamin dan obat-obatan sebagai perisai.

Namun, ternyata ada juga yang lebih memilih mengonsumsi minuman tradisional untuk dijadikan amunisi saat musim hujan.
Baraya mungkin (hampir) lupa dengan keberadaan minuman tradisional ini. Selain rasanya yang nikmat dan memiliki banyak manfaat, minuman hangat tradisional juga cocok dijadikan teman setia saat musim hujan, loh! Selain itu, minuman tradisional juga mudah dibuat karena bisa menggunakan bahan-bahan yang selalu hadir di dapur Baraya.

Nah, kira-kira apa saja sih minuman tradisional itu? Yuk, simak penjelasan berikut!

1. Bajigur
Siapa sih yang tidak kenal bajigur? Yap. Baraya pasti tahu dong dengan minuman ini. Bajigur merupakan salah satu minuman tradisional khas Jawa Barat. Rasanya yang manis dan disajikan ketika hangat membuat bajigur menjadi minuman favorit ketika musim hujan. Bajigur berbahan dasar gula aren dan santan. Namun, kedua bahan tersebut tidak akan menjadi bajigur kalau tidak ditambah dengan jahe, daun pandan, dan sedikit garam. Oh, iya. Baraya juga bisa menambahkan gula pasir sesuai selera jika memang rasanya masih kurang manis. Rasa manis dan gurih ketika menyeruput bajigur membuat tubuh menjadi lebih hangat. Cocok banget jadi teman musim hujan.

BACA YUK:  AquaEasy Lakukan Perjanjian Kemitraan dengan eFishery untuk Digitalisasi Industri Udang

2. Bandrek
Selain bajigur, Jawa Barat juga punya minuman keunggulan lainnya, nih! Itulah bandrek. Banyak orang mengira bahwa bajigur dan bandrek sama saja. Eits, jangan salah ya, bajigur dengan bandrek itu berbeda. Dari bahan dasarnya saja sudah berbeda. Kalau bajigur memiliki bahan dasar gula aren dan santan, bandrek berbahan dasar jahe dan gula merah. Komposisi jahe pada bandrek dan bajigur jelas berbeda. Karena jahe merupakan bahan utama dalam bandrek, tentu jahe yang terdapat dalam bandrek lebih banyak daripada dalam bajigur. Jahe dalam bajigur sebagai bahan pelengkap saja. Selain itu, ketika disajikan, bandrek ditambah dengan parutan kelapa. Dari penampilannya, warna bandrek yaitu coklat bening yang berasal dari rebusan jahe dan gula merah. Sementara itu, warna bajigur coklat keruh yang berasal dari santan. Jika rasa bajigur manis dan gurih karena memakai santan dan sedikit garam, rasa bandrek justru manis hangat dan aroma jahenya sangat kuat. Nikmat banget dan membuat tubuh jadi hangat.

BACA YUK:  Inilah 4 Daerah di Jabar Akan Dilakukan Uji Coba Pendaftaran Transaksi Pertalite dan Solar

3. Wedang Jahe
Kalau tadi ada dua minuman yang berasal dari Jawa Barat, sekarang kita meluncur ke Jawa Tengah. Yap, tepatnya di Yogyakarta terdapat salah satu minuman yang sangat terkenal yaitu wedang jahe. Sebetulnya, wedang jahe ini hampir mirip dengan bandrek, loh. Karena wedang jahe dan bandrek memiliki bahan utama yang sama yaitu jahe dan gula merah. Namun, bedanya wedang jahe ini tidak memakai tambahan parutan kelapa ketika dihidangkan. Wedang jahe juga bisa dikreasikan dengan berbagai bahan lainnya. Misalnya ditambah dengan serai, kayu manis, dan lainnya. Cocok diminum saat masih panas ataupun sudah hangat. Tubuh yang kedinginan karena hujan menjadi hangat setelah minum wedang jahe.

4. Teh Jahe Lemon
Masih seputar jahe yang banyak manfaat. Kali ini kita mengenal teh jahe lemon. Baraya perlu tahu, wedang jahe sebenarnya sering disebut sebagai teh jahe walaupun dalam pembuatannya tidak ditemukan sedikitpun teh. Justru inilah teh jahe yang sebenarnya. Jika bahan utama wedang jahe adalah jahe dan gula merah, teh jahe lemon ini memiliki bahan utama teh dan jahe. Campuran teh dan jahe ini ditambah dengan irisan lemon sehingga menyatu aroma jahe dan rasa lemon yang asam. Selain untuk menghangatkan badan, minuman ini juga dapat meredakan sakit tenggorokan karena batuk. Nikmat banget deh pokoknya.

BACA YUK:  Ketua DPD APTRI Jabar: Dari 8 Pabrik Gula di Jabar, Hanya 2 Pabrik yang Beroperasi

5. Sekoteng
Kalau tadi kita membahas minuman-minuman hangat tradisional yang memiliki persamaan dari bahan dasarnya tetapi berbeda tampilannya, sekarang ada satu minuman hangat tradisional yang memiliki bahan dasar jahe juga tetapi dengan tambahan bahan yang membuat tampilannya merona. Yap, ini adalah sekoteng. Sekoteng merupakan salah satu minuman tradisional khas Jawa Tengah juga, loh. Sekoteng ini dibuat dari air jahe yang dihidangkan ketika panas. Bahan lainnya yang ditambahkan yaitu pacar cina, potongan roti tawar, kolang-kaling, dan kacang hijau. Inilah yang membuat tampilannya merona, karena terdapat bahan-bahan lain dengan warna yang mencolok. Rasanya yang manis, nikmat, dan melegakan tenggorokan ini membuat sekoteng menjadi salah satu minuman tradisional yang banyak disukai. Sekoteng memang paling pas disantap saat malam hari sambil menikmati rintik hujan.

Nah, itulah lima rekomendasi minuman hangat tradisional yang bisa jadi teman musim hujan di Majalengka. Bikin ngiler, kan? Coba sekarang juga! (INFOMJLK)

 

(Dilihat: 84 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.