Minggu, 29 November 2020

REI Wilayah Cirebon Pesimis Tercapainya Program Sejuta Rumah

Populer

MD 7 Hotel Hadir di Cirebon, Tawarkan Promo Menarik Hanya Rp. 187 ribu/Malam

Cirebon,- MD 7 Hotel merupakan hotel budget yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Hotel dengan 8 lantai ini...

Ratusan Guru dan Nakes di Cirebon Manfaatkan Program Naik KA Gratis

Cirebon,- Sejak dihadirkannya program PT KAI Gratiskan Guru dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Naik Kereta Api sejak awal November 2020...

Mulai Besok, Pertamina Hadirkan Program Pertalite Harga Khusus di Cirebon

Cirebon,- Sebagai upaya mendukung kualitas udara yang lebih baik, PT Pertamina (Persero) memperluas kembali implementasi Program Langit Biru (PLB)...

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Wali Kota Cirebon Lakukan Isolasi Mandiri

Cirebon,- Walikota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, dirinya tengah melakukan isolasi mandiri di rumah dinas...

Rumah Sakit dan Tempat Isolasi Mandiri di Kota Cirebon Full

Cirebon,- Kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon kembali meningkat. Sampai hari ini, total kasus konfirmasi di Kota Cirebon mencapai...

Cirebon,- Real Estate Indonesia (REI) Wilayah Cirebon mengaku pesimis tercapainya program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang mengakibatkan keterhambatan pembangunan.

Saat ditemui, Ketua REI Wilayah Cirebon, H. Gunadi mengatakan bahwa faktor penghambat di antaranya yaitu regulasi dan aturan yang ditetapkan pemerintah di awal tahun 2018.

BACA YUK:  Terkonfirmasi Positif Covid-19, Wali Kota Cirebon Lakukan Isolasi Mandiri

“Mulai dari registrasi pengembang di Kementrian PUPR, peraturan konstruksi bangunan rumah subsidi, peraturan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan aturan akhir akad kredit stok rumah subsidi di bulan Maret menjadi faktor utama yang menghambat,” paparnya.

Loading...

Awalnya, di tahun 2018 ini, pihaknya menargetkan 9.000 sampai 10.000 unit pembangunan rumah subsidi. Setelahnya ada aturan baru, menjadikan kalangan pengembang merasa ditarik ulur oleh pemerintah. Bahkan di tingkat REI Pusat, kebijakan ini masih menjadi pembahasan dan belum menemukan titik kejelasan.

“Akhirnya saat ini pengembang melakukan wait and see, menunggu adanya final kebijakan,” tambahnya.

Adanya kebijakan demikian, pembangunan diakui Gunadi akan sulit. Apalagi dihadapkan dengan adanya SLF, yang semakin menambah beban di kalangan pengembang dalam membangun rumah subsidi.

Pihak REI Wilayah Cirebon pun berharap agar tidak dihadapkan oleh kebijakan yang rumit. Karena dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan pembangunan di kalangan pengembang. (AC560)

BACA YUK:  Pemkab Cirebon Dorong UMKM Bangkit di Tengah Pandemi
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Pendiri Codefirst dari Cirebon Raih 2nd Winner Pada Ajang Wirausaha Muda Mandiri 2020⁣

⁣Cirebon,- Founder Startup Codefirst, Aditya Kurniawan Chandra, B.Com (Acc&Fin), M.M yang juga Dosen Universitas Catur Insan Cendikia (UCIC) berhasil...

by.U Telkomsel Dapat Predikat Brand Pilihan Generasi Z di Indonesia

Jakarta,- by.U sukses mendapat predikat sebagai brand (merek) pilihan Generasi Z di Indonesia dalam acara Marketeers Youth Choice Brands of the Year 2020. Pada...

Grage Mall Gelar Berbagai Kegiatan Sosial

Cirebon,- Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh akan tantangan. Hantaman badai Covid-19 membuat hampir seluruh dunia tergoncang hebat di semua sektor diantaranya sektor kesehatan. Meski...

20 Tahun Berkarya, MJ Batiqu Persembahkan Koleksi Busana Pria Kekinian

Cirebon,- Jaenudin atau yang dikenal dengan MJ Batiqu, Designer atau perancang busana khusus pria ternama di Kota Cirebon mempersembahkan koleksi terbaru dalam gelaran CSB...

More Articles Like This