Jumat, 30 Oktober 2020

Ratusan Santri dari Wilayah III Cirebon Menolak Jelang Jumenengan Sultan Kasepuhan XV

Populer

Momen Mengharukan Saat Wisuda, Seorang Ayah Gantikan Wisuda Anaknya yang Meninggal

Cirebon,- Sebanyak 803 wisudawan/ wisudawati program Sarjana dan Magister Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Kota Cirebon mengikuti acara wisuda...

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Mulai Besok Pembatasan Aktivitas Masyarakat di Kota Cirebon Dicabut

Cirebon,- Pembatasan aktivitas masyarakat di Kota Cirebon rencananya akan berlangsung sampai 31 Oktober 2020. Namun, Walikota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Wali Kota Cirebon Berikan Rekomendasi Pembukaan Bioskop di Kota Cirebon

Cirebon,- Wali Kota Cirebon Drs. Nashrudin Azis telah memberikan surat rekomendasi terkait pembukaan bioskop di Kota Cirebon. Penyerahan tersebut diberikan...

Cirebon,- Jelang Jumenengan atau Pengukuhan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Ratusan Santri dari Forum Silaturahmi Dzuriyah Sunan Gunung Jati mendatangi Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu (30/8/2020).

Kedatangan ratusan santri dari berbagai pesantren di wilayah III Cirebon tersebut melakukan aksi pelurusan sejarah dan akan melakukan pengajian, tahlilan, serta sholawat.

Ide Bagus Arief Setiawan, selaku Juru Bicara Forum Silaturahmi Dzuriyah Sunan Gunung Jati menyampaikan bahwa aksi pelurusan sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon didasari niat untuk membenarkan yang hak dan melawan yang batil.

Loading...
BACA YUK:  Resso x Ify Alyssa: "Wind", Single Terbaru Ify Rilis Secara Eksklusif di Resso‚Ā£

“Sejarah harus diluruskan, agar kita semua dapat menjaga peninggalan dan warisan dari Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati untuk merawat Tatan daripada adat kota Cirebon,” ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Menurut Ibas, sapaan Ide Bagus Arief Setiawan, kita semua tahu bahwa sudah banyak sekali sejarahwan yang didukung oleh sumber-sumber tertulis dan lainnya sebagainya yang terverifikasi, ada yang namanya sejarah Cirebon Peteng.

Sejarah Cirebon Peteng, kata Ibas, adalah sebuah kudeta politik yang kemudian diteruskan dari generasi ke generasi, yang kurang lebih selama sembilan Sultan.

“Kali ini kita rasa sudah saatnya, sejarah itu kita luruskan, sejarah itu kita benarkan. Yang berhak atas Keraton Kasepuhan adalah mereka yang merupakan trah sekaligus Dzuriyah dari Sinuhun Kanjeng Sunan Gunung Jati,” terangnya.

Sejauh ini, kata Ibas, para Kyai, para Dzuriyah mengharap dan meminta acara tahlilan mengenang 40 hari wafatnya saudara Arief di dalam Keraton Kasepuhan Cirebon tidak dinodai dengan acara penobatan.

“Jadi, tahlil kirim doa saja. Jangan dicampur atau ditunggangi dengan agenda penobatan,” tegasnya.

Penobatan itu, tambah Ibas, tentu harus mendapatkan restu dari musyawarah para alim ulama, para Dzuriyah.

BACA YUK:  Selama Pandemi, Volume Penumpang di Daop 3 Cirebon Hanya 200 sampai 300 Penumpang

“Karena, yang kita tahu bahwa, sejauh ini banyak sekali Dzuriyah, para Kyai, para ulama yang menolak penobatan saudara Luqman Zulkaedin,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Libur Panjang, Okupansi Hotel di Kota Cirebon Naik Signifikan

Cirebon,- Libur panjang bersamaan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2020, hunian kamar atau okupansi hotel di Kota Cirebon...

Hari Sumpah Pemuda, KNPI Kabupaten Cirebon Gelar Berbagai Kegiatan

Cirebon,- Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda tahun 2020, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cirebon menggelar berbagai rangkaian kegiatan bakti...

Oktober 2020, Satgas Waspada Investasi Blokir 206 Fintech Lending Ilegal dan 154 Entitas Tanpa Izin

Jakarta,- Satgas Waspada Investasi (SWI) terus meningkatkan upaya penindakan fintech peer to peer lending ilegal serta penawaran investasi dari entitas yang tidak berizin melalui...

Mandiri Syariah Selenggarakan Program Ketahanan Pangan di Lingkungan Pesantren

Cirebon,- Mengimplementasikan Program Pemberdayaan Pondok Pesantren sebagai Ekosistem Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia, Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Region IV Bandung dan...

More Articles Like This