Rabu, 12 Agustus 2020

Ratusan Ahli Waris Terima Santunan Asuransi Nelayan

Populer

Inilah Tambahan 16 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 16 kasus baru. Penambahan baru tersebut merupakan kasus ke-79 sampai...

8 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali

Cirebon,- Delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300, Senin...

Budidaya Ikan Dalam Ember Semakin Diminati di Tengah Pandemiā£

Cirebon,- Budidaya ikan lele dan ikan patin merupakan salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk...

Sentosa Live Seafood Market Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Sentosa Live Seafood Market by Kharisma hadir di Kota Cirebon. Restoran Seafood hidup pertama di Kota Cirebon ini...

Terkait Pengukuhan Polmak Oleh Keturunan Sultan Kasepuhan XI, Putra Mahkota Angkat Bicara

Cirebon,- Keturunan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon XI, Radja Jamaludin Aluda Tajul Arifin, Rahardjo Djali mengukuhkan dirinya sebagai Polmak atau...

Cirebon,- Mata Khodijah berkaca-kaca saat mengingat almarhum Musa, ayahnya. Musa adalah seorang nelayan dari Desa Mundu Pesisir Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Musa meninggal, setelah mengalami sakit selama tiga bulan lamanya.

Menurut Khodijah, ayahnya dulu berprofesi sebagai nelayan yang mencari ikan dengan menggunakan perahu ke laut. Namun karena kondisi fisiknya, akhirnya Musa memilih untuk menjadi penjaring.

Khodijah merupakan salah satu ahli waris yang mendapatkan santunan asuransi, dari program Asuransi Keselamatan Diri (AKD) untuk nelayan yang diinisiasi oleh Cirebon Power dan Dit Polairud Polda Jabar.

Loading...

Sejak dimulainya program ini pada tahun 2011, tercatat ada 156 ahli waris yang sudah mendapatkan santunan.

“Saya mengucapkan terima kasih sekali, karena santunan ini, sangat membantu kami,” ujar Khodijah.

Khodijah menerima secara langsung santunan tersebut dari PT Jasa Raharja, dengan didampingi perwakilan Cirebon Power dan Dit Polairud Polda Jabar.

Hal serupa juga disampaikan Nurtaka. Ahli waris dari almarhum Catim ini, menerima santunan dikarenakan almarhum Catim meninggal karena sakit.

Nurtaka mengucapkan terima kasih kepada Cirebon Power dan Dit Polairud Polda Jabar, yang peduli terhadap nelayan. Menurutnya, asuransi nelayan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Asuransi ini sangat membantu dan bermanfaat bagi nelayan,” ujar Nurtaka.

Sementara itu, Perwakilan PT Jasa Raharja Cabang Cirebon, Rohimat menuturkan bahwa santunan Asuransi Kecelakaan Diri (AKD) bagi nelayan ini bukan hanya diberikan bagi ahli waris yang meninggal atau cidera karena kecelakaan saat melaut saja.

Namun juga, bisa dikarenakan sakit atau penyebab lainnya. Santunan yang diterima oleh ahli waris dari Musa dan Catim, menunjukkan bahwa asuransi ini menjamin selama nelayan beraktivitas.

“Walaupun meninggalnya karena sakit, tetap dapat santunan, apalagi jika meninggal karena kecelakaan saat bekerja,” ujar Rohimat.

Rohimat menyebutkan, bahwa sejak bekerjasama pada tahun 2011 lalu, peserta program asuransi nelayan ini, sudah mencapai 21 ribu orang. Cakupan perlindungan asuransi ini tak hanya meliputi kematian yang disebabkan saat bekerja maupun saat sakit. Namun juga kepada peserta asuransi, cidera dan membutuhkan perawatan.

“Walaupun luka-lukanya karena aktivitas di rumah, tetap bisa mendapatkan asuransi,” ungkapnya.

Selain itu, Community Development Manager Cirebon Power, Hafid Saptandito mengatakan bahwa kegiatan asuransi nelayan ini berawal dari keprihatinan setelah mengamati kondisi keselamatan nelayan yang kurang mendapat perhatian pemerintah.

Saat pertama kali menggagas program ini pada tahun 2011, asuransi diberikan pada 80 orang nelayan. Namun seiring waktu, bergulirnya program ini semakin mendapat apresiasi dan peminat, hingga akhirnya kini Cirebon Power dapat memfasilitasi 3.000 asuransi nelayan setiap tahunnya.

“Sejak tahun 2015, kita mendaftarkan 3.000 nelayan setiap tahunnya,” kata Hafid.

Hafid pun berharap, agar masyarakat tidak melihat jumlah nominal dari santunan polis asuransi ini, namun menerimanya sebagai bentuk apresiasi dan bantuan bagi para nelayan dan keluarganya.

“Kami berharap, asuransi ini bisa membantu dan bermanfaat untuk para nelayan dan keluarganya” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kendaraan Elf yang Terlibat Kecelakaan di Cipali Diduga Ada Pelanggaran Trayek Angkutan Umum

Cirebon,- Kendaraan mikrobus jenis elf bernomor polisi D-7013-AN yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 184.300 pada...

Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Cipali Masuk Tahap Penyidikan

Cirebon,- Kasus kecelakaan lalu lintas di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300 yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia dan belasan luka-luka pada Senin...

Aston Cirebon Hotel Gelar Donor Darah dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Onyx Room Aston Cirebon Hotel, Selasa (11/8/2020).Aksi sosial donor darah...

Pertashop Pertamina Hadir di 19 Provinsi, Siap Layani Masyarakat Desa

Jakarta,- PT Pertamina (Persero) terus menjalankan program pembangunan Pertamina Shop (Pertashop) di seluruh wilayah Indonesia. Hingga Agustus 2020, mini outlet Pertashop telah hadir di...

13 Korban Kecelakaan Cipali Masih Perawatan dan 2 Orang Sudah Diperbolehkan Pulang

Cirebon,- Korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan KM 184.300 pada Senin (10/8/2020) kemarin masih menjalani perawatan di Rumah Sakit...

More Articles Like This