Selasa, 26 Oktober 2021

Rapat Koordinasi Larangan Mudik, Ini yang Disampaikan Kepala BNPB

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan...

Obim Village & Cafe Resto Tawarkan Suasana Pedesaan di Bawah Kaki Gunung Ciremai

Kuningan,- Obim Village & Cafe Resto menghadirkan konsep yang berbeda dari yang lain. Dengan pedesaan, Obim Village ini menyuguhkan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Cirebon,- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Doni Monardo menggelar rapat koordinasi dan penanganan Covid-19 dan pengendalian transportasi saat masa Idulfitri. Rapat tersebut berlangsung di Pendopo Bupati, Jalan RA Kartini, Kota Cirebon, Kamis (29/4/2021).

Dalam rapat tersebut, Doni Monardo mengajak untuk membuat strategi tiga simpul dalam penanganan Covid-19. Tiga simpul ini yaitu simpul pemerintah, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, Kabupaten/Kota, sampai struktur yang terendah yaitu desa dan Kelurahan.

“Di simpul pemerintah narasinya tunggal, narasi pemerintah pusat yang disampaikan oleh Presiden Jokowi tentang larangan mudik. Jangan ada narasi yang berbeda lagi.” ujar Doni.

Loading...
BACA YUK:  Kunjungan Masa Reses, Fitria Pamukasawati Dapat Aduan Infrastruktur

Yang kedua, lanjut Doni, adalah imbauan dari orang tua di kampung halaman, orang tua yang menjadi tujuan mudik. Sehingga, perlu adanya pendekatan emosional, pendekatan personal.

“Tanpa ini dilakukan juga, hasilnya tidak akan maksimal. Orang tua di kampung halaman disampaikan lewat tokoh agama, budayawan, atau melalui orang-orang yang mempunyai pengaruh di seluruh daerah, menyasar kepada orang tua yang anak-anaknya atau keluarganya ada di rantau,” ungkapnya.

Setelah pendekatan kepada orang tua dan pendekatan secara emosional sudah dilakukan, maka kata Doni, yang ketiga adalah keluarga yang akan nekat mudik sebanyak 7 persen atau 18,9 juta orang tetap membawa dokumen swab negatif Covid, tidak jaminan mereka akan selamanya negatif.

“Mereka menggunakan transportasi pasti tangannya menyentuh bagian-bagian yang dilalui. Tidak ada jaminan semua yang disentuh steril, walaupun sudah dilakukan disinfektan setiap saat. Karena satu dua orang yang positif Covid tanpa gejala, dapat menyebarkan melalui droplet,” katanya.

Literasi Covid, kata Doni, harus ada di setiap insan bangsa kita. Tidak cukup diketahui oleh para dokter. Pengetahuan tentang Covid harus diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia.

BACA YUK:  BI Cirebon Kembali Buka Layanan Uang Rupiah kepada Masyarakat

“Hal ini agar kita bisa benar-benar terbebas dari covid. Minimal kita bisa mengendalikan covid ini,” jelasnya.

Semakin sering ini disampaikan, semakin banyak orang yang sadar bahwa covid masih ada dan belum ada yang tahu kapan berakhir.

“Narasi untuk tidak mudik untuk selalu disampaikan. Karena 7 persen sangat besar. Upaya kita adalah mengurangi lagi serendah-rendahnya, pasi ada yang mudik tetapi kita harapkan jumlahnya jauh berkurang dari angkat yang hari ini kita hadapi,” kata Doni.

Yang dilarang adalah mudik, namun menurut Doni, aktivitas ekonomi tetap berjalan.

“Aktivitas-aktivitas selain mudik masih diberikan kesempatan. Oleh karenanya kerja sama ini penting, petugas di lapangan harus memahami agar tidak terjadi gesekan di masyarakat,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM” yang digagas Paper.id bersama...

Peringati Bulan Inklusi, OJK Cirebon Gelar Vaksinasi dan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar

Cirebon,- Memperingati Bulan Inklusi Keuangan 2021, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Kantor OJK Tasikmalaya dan PT...

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-41 Digelar di Gegesik Cirebon

Cirebon,- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (25/10/2021). Pandemi Covid-19...

More Articles Like This