Senin, 18 November 2019

Rangkaian HUT ke-5, RSIA Cahaya Bunda Gelar Seminar Awam Kenali Diabetes Melitus

Populer

Andra & The Backbone Meriahkan Puncak HUT ke-5 RSIA Cahaya Bunda Cirebon

Cirebon,- Perayaan puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda berlangsung meriah,...

Cirebon Bangga, Indonesia Bangga, Claudia Juarai The Voice of Germany 2019

Cirebon - Penyanyi asal Cirebon Claudia Emmanuela Santoso akhirnya memenangi ajang pencarian bakat The Voice of Germany 2019. Pada...

Puluhan Kendaraan Roda Dua Knalpot Bising Terjaring Satlantas Polres Cirebon

Cirebon-, Maraknya kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot bising membuat Satuan Lalulintas Polres Cirebon melaksanakan penindakan pelanggaran dengan "hunting...

Sebagai Icon Baru, PT. KAI Daop 3 Cirebon Resmikan Monumen Mesin Mekanik VDM 800 GS, Ini Bentuknya

Cirebon,- Bertepatan Hari Pahlawan yang jatuh tanggal 10 November 2019, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Oprasional (Daop) 3...

Tradisi Panjang Jimat Muncul Sejak Masa Pemerintahan Pangeran Cakrabuwana

Cirebon,- Tradisi Maulid Nabi Saw, merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Islamisasi di nusantara. Tradisi ini muncul...

Cirebon,- Setelah sukses menggelar Seminar Awam Mengenal Infeksi Pneumokokus dan penanaman bibit pohon mangrove, rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda kembali menggelar Seminar Awam.

Kali ini, RSIA Cahaya Bunda kembali menggelar Seminar Awam dengan mengusung tema “Kenali Diabetes Melitus dari A sampai Z” bersama dr. Sulistiana, Sp.PD yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam RSIA Cahaya Bunda, Sabtu (2/11/2019).

Acara yang berlangsung di Ruang Auditorium Lt. 3 RSIA Cahaya Bunda, Jalan Perjuangan No. 8, Kota Cirebon tersebut dihadiri puluhan peserta.

Menurut dr. Sulistiana, bahwa seminar awam ini sangat penting sekali buat penderita Diabetes Melitus (DM), karena penderita DM di wilayah Cirebon banyak sekali.

Loading...

“Apalagi sekarang, dengan gaya hidup yang saat ini, banyak junk food dan segala macam, dan itu faktor resiko DM. Dan masyarakat juga masih sedikit yang tau tentang DM itu sendiri,” ujarnya kepada About Cirebon usai memberikan seminar.

Lanjut Sulistiana, keluhan klasik Diabetes Melitus diawali dengan rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil tengah malam, dan berat badan menurun dengan cepat, rasa lapar terus menerus tapi tidak diikuti dengan peningkatan berat badan.

“Keluhan lainnya juga dapat berupa lemah badan, kesemutan, mata mulai kabur, gairah seks menurun, dan luka sukar sembuh,” terangnya.

Untuk mencegah DM, Sulistiana menjelaskan bahwa pola makan harus diatur, olahraga, pengendalian berat badan, dan kontrol secara teratur.

“Pola makan yang tepat bagi para penderita DB ada 3J, yaitu jumlah kalori, makanlah makanan sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh, Jadwal dan Jenis makanan,” jelasnya.

Makanan yang bermanfaat bagi penderita DM, kata Sulistina, seperti makanan yang mengandung antioksidan, mengandung serat, dan makanan yang mengandung indek glimik rendah.

“Waktu makan bagi penderita diabet lebih baik dengan porsi kecil namun dibagi dalam beberapa waktu makan agar gula darah stabil,” terangnya.

Sehingga, tambah Sulistiana, kesimpulannya bahwa perilaku sehat bagi penderita diabet, harus mengikuti pola makan sehat, meningkatkan kegiatan jasmani, menggunakan obat diabet dan obat-obat pada keadaan khusus secara aman dan teratur.

“Saya menyarankan untuk pemantauan gulkosa darah mandiri (PDGM) dan melakukan perawat kaki secar berkala,” tutupnya.

Sementara itu, dr. Erwin Didi Purnama, Direktur RSIA Cahaya Bunda mengatakan kegiatan seminar awam dalam rangka HUT RSIA Cahaya Bunda ke-5 ini diselenggarakan untuk umum, karena memang kita juga menggelar seminar untuk tenaga kesehatan, seperti dokter, bidan, dan perawat.

“Tujuannya diadakan seminar untuk tenaga kesehatan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan,” ujarnya dalam sambutan.

dr. Erwin Didi Purnama, Direktur RSIA Cahaya Bunda

Kemudian juga, tambah Erwin,  tujuan diadakannya seminar tenaga medis untuk pemenuhan kelengkapan sertifikasi mereka. Karena para dokter, bidan, dan perawat setiap tahun harus punya poin sendiri yang harus mereka kejar.

“Poin itu di dapat dari seminar-seminar yang mereka ikuti,” terangnya.

“Sedangkan seminar awam untuk umum sifatnya lebih banyak memberika edukasi tentang hal-hal tentang kesehatan,” singkatnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Ulang tahun ke-8 CSB Mall Berlangsung Meriah, Undian Mobil hingga Penampilan Project Pop

Cirebon,- Pusat perbelanjaan CSB Mall yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon merayakan hari ulang tahun (HUT)...

ADV150 Urban Exploride, Ajak Konsumen dan Komunitas Kunjungi Tempat Bersejarah di Cirebon

Cirebon,- PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda Jawa Barat mengajak 100 bikers yang terdiri dari konsumen...

Cirebon Technopreneurship Kembali Gelar Seminar Nasional di Universitas Kuningan

Kuningan,- Revolusi industri 4.0 ada tantangan dan ada peluang yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan (Uniku) bekerja...

DAM Tawarkan Berbagai Program Spesial di Honda Premium Matic Day Cirebon

Cirebon,- PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat bekerja sama dengan PT Astra Honda...

Nasi Jamblang Hj. Lili Berdayakan Warga Sekitar, Urban Farming Hingga Sirup Kemon

Cirebon,- Nasi Jamblang Hj. Lili yang baru dibuka pada tanggal 9 November 2019 lalu mengusung konsep yang berbeda. Dengan konsep modern, kuliner khas Cirebon...

More Articles Like This