Senin, 25 Mei 2020

Rangkaian HUT ke-5, RSIA Cahaya Bunda Gelar Seminar Awam Kenali Diabetes Melitus

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Bila Masih Ditemukan Warga Mudik, Polresta Cirebon Akan Putar Balik Kendaraan

Cirebon,- Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini guna mencegah penyebaran virus...

PSBB Tahap Kedua, Pusat Perbelanjaan Boleh Buka Normal

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memutuskan untuk memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Cirebon mulai...

Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Sang Cipta Rasa Tidak Menggelar Salat Id

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memperpanjang masa PSBB tahap kedua selama 14 hari kedepan.PSBB tahap kedua sudah dimulai...

Cirebon,- Setelah sukses menggelar Seminar Awam Mengenal Infeksi Pneumokokus dan penanaman bibit pohon mangrove, rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda kembali menggelar Seminar Awam.

Kali ini, RSIA Cahaya Bunda kembali menggelar Seminar Awam dengan mengusung tema “Kenali Diabetes Melitus dari A sampai Z” bersama dr. Sulistiana, Sp.PD yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam RSIA Cahaya Bunda, Sabtu (2/11/2019).

Acara yang berlangsung di Ruang Auditorium Lt. 3 RSIA Cahaya Bunda, Jalan Perjuangan No. 8, Kota Cirebon tersebut dihadiri puluhan peserta.

Menurut dr. Sulistiana, bahwa seminar awam ini sangat penting sekali buat penderita Diabetes Melitus (DM), karena penderita DM di wilayah Cirebon banyak sekali.

Loading...

“Apalagi sekarang, dengan gaya hidup yang saat ini, banyak junk food dan segala macam, dan itu faktor resiko DM. Dan masyarakat juga masih sedikit yang tau tentang DM itu sendiri,” ujarnya kepada About Cirebon usai memberikan seminar.

Lanjut Sulistiana, keluhan klasik Diabetes Melitus diawali dengan rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil tengah malam, dan berat badan menurun dengan cepat, rasa lapar terus menerus tapi tidak diikuti dengan peningkatan berat badan.

“Keluhan lainnya juga dapat berupa lemah badan, kesemutan, mata mulai kabur, gairah seks menurun, dan luka sukar sembuh,” terangnya.

Untuk mencegah DM, Sulistiana menjelaskan bahwa pola makan harus diatur, olahraga, pengendalian berat badan, dan kontrol secara teratur.

“Pola makan yang tepat bagi para penderita DB ada 3J, yaitu jumlah kalori, makanlah makanan sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh, Jadwal dan Jenis makanan,” jelasnya.

Makanan yang bermanfaat bagi penderita DM, kata Sulistina, seperti makanan yang mengandung antioksidan, mengandung serat, dan makanan yang mengandung indek glimik rendah.

“Waktu makan bagi penderita diabet lebih baik dengan porsi kecil namun dibagi dalam beberapa waktu makan agar gula darah stabil,” terangnya.

Sehingga, tambah Sulistiana, kesimpulannya bahwa perilaku sehat bagi penderita diabet, harus mengikuti pola makan sehat, meningkatkan kegiatan jasmani, menggunakan obat diabet dan obat-obat pada keadaan khusus secara aman dan teratur.

“Saya menyarankan untuk pemantauan gulkosa darah mandiri (PDGM) dan melakukan perawat kaki secar berkala,” tutupnya.

Sementara itu, dr. Erwin Didi Purnama, Direktur RSIA Cahaya Bunda mengatakan kegiatan seminar awam dalam rangka HUT RSIA Cahaya Bunda ke-5 ini diselenggarakan untuk umum, karena memang kita juga menggelar seminar untuk tenaga kesehatan, seperti dokter, bidan, dan perawat.

“Tujuannya diadakan seminar untuk tenaga kesehatan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan,” ujarnya dalam sambutan.

dr. Erwin Didi Purnama, Direktur RSIA Cahaya Bunda

Kemudian juga, tambah Erwin,  tujuan diadakannya seminar tenaga medis untuk pemenuhan kelengkapan sertifikasi mereka. Karena para dokter, bidan, dan perawat setiap tahun harus punya poin sendiri yang harus mereka kejar.

“Poin itu di dapat dari seminar-seminar yang mereka ikuti,” terangnya.

“Sedangkan seminar awam untuk umum sifatnya lebih banyak memberika edukasi tentang hal-hal tentang kesehatan,” singkatnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Sembuh

Cirebon,- Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sembuh.Berdasarkan hasil...

Slamet Anak Sebatang Kara yang Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

Cirebon,- Slamet (15) asal Blok Singkil 2 RT 02 RW 07, Desa Astanajapuran Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kondisinya terlihat memperihatinkan.Pasalnya, Slamet merupakan anak yatim...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

Cirebon,- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan adanya penambahan satu pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020).Sehingga, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19...

H-2 Jelang Lebaran Idulfitri, Polresta Cirebon Terus Lakukan Penyekatan Selama 24 Jam

Cirebon,- H-2 jelang Hari Raya Idulfitri tahun 2020, jajaran Polresta Cirebon bersama dengan unsur lainnya terus melakukan penyekatan di wilayah Kabupaten Cirebon.Kapolresta Cirebon, Kombes...

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Minuman Keras Hasil Razia

Cirebon,- Polresta Cirebon memusnahkan barang bukti sepuluhan ribu botol minuman keras (miras) berbagai jenis hasil razia.Pemusnahan yang dihadiri Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten...

More Articles Like This