Ramai Suntik Vaksin COVID-19 Hingga 16 Kali di Daerah Lain, ini Kata Ketua IDI Kota Cirebon

Cirebon,- Abdul Rahim asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan mengaku telah disuntik vaksin COVID-19 hingga 16 kali. Kabar pengakuan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Bahkan, dalam video pengakuan yang tersebar di media sosial, Abdul Rahim telah mewakili 14 orang untuk di vaksin COVID-19. Walaupun sudah 16 kali di suntik vaksin COVID-19, dirinya tidak memiliki keluhan apapun.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr. Edial Sanif mengatakan suntik vaksin COVID-19 hingga 16 dosis tersebut ke depan tidak tahu efek untuk dirinya sendiri. Bagaimanapun, lanjut Edial, obat apapun namanya kalau overdosis punya resiko.

BACA YUK:  DPC Persikindo Kota Cirebon Siap Gabung Bersama Kadin untuk Ciptakan UMKM Unggul

“Overdosis itu tetap punya resiko. Sehingga sebaiknya mengikuti sesuai anjuran dokter. Mungkin dua kali tambah booster,” ujar Edial saat ditemui di Balaikota Cirebon, Rabu (22/12/2021).

Kalau sampai 16 kali suntik vaksin COVID-19, kata Edial, termasuk obat apapun pasti ada masalah. Dampaknya, menurut Edial, bermacam-macam, dan sampai saat ini belum di ketahui efek sampingnya.

“Makanya diberikan dosis itu agar tidak over load atau berlebihan. Sehingga efek samping dari overdosis ini bisa menyebabkan kematian,” kata Edial.

Agar tidak terulang kembali kasus seperti ini, Edial berharap, tim kesehatan bisa lebih aware lagi dan berhati-hati tentang lolosnya orang yang bisa lebih dari 16 kali vaksin seperti ini.

BACA YUK:  Launching JEC Macula Center : Sentra Penanganan Makula Pertama di Indonesia

“Tentunya ini menjadi peringatan juga buat tim yang melakukan vaksin di lapangan, terutama tim skrining agar kasus seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (AC212)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *