Rabu, 27 Oktober 2021

QRIS Terus Kembangkan Inovasi Use – Case Tanpa Tatap Muka

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Dalam rangka peningkatan kualitas dan untuk menambah wawasan kepada wartawan ekonomi wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar Capacity Building selama tiga hari, 7-9 Oktober 2020.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Alamanis Resort, Jalan Raya Cirebon – Kuningan, Kabupaten Cirebon ini memberikan materi terkait perkembangan QRIS di wilayah Ciayumajakuning hingga materi keprotokolan dan komunikasi.

Dalam kegiatan tersebut, Staf unit implementasi kebijakan sistem pembayaran (SP) Bank Indonesia Cirebon, Arie Andira Ferdiana menjelaskan bahwa Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

Loading...
BACA YUK:  Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2021 di Wilayah BI Cirebon Alami Perbaikan

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Saat ini, lanjut Arie, dengan QRIS seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

“Dorongan terhadap penggunaan QRIS saat ini terus ditingkatkan, mengingat mulai ada indikasi pergeseran perilaku masyarakat dalam bertransaksi di masa Pandemi dari model EDC ke QRIS, terutama untuk transaksi retail,” ujar Arie dalam pemaparannya, Kamis (8/10/2020)

Arie menjelaskan bahwa perkembangan penggunaan QRIS sampai saat ini, sudah memiliki inovasi use-case tanpa tatap muka.

“Yang biasanya datang ke toko untuk bayar langsung, tapi sekarang sudah bisa bayar dari rumah, hanya toko mengirimkan QR kepada pembeli dan save di galery saja,” ungkapnya.

Inovasi Use-Case tanpa tatap muka ini diperuntukan mendukung sektor tematik seperti ritel kebutuhan pokok, kesehatan, dan donasi.

BACA YUK:  Oasis Bistro & Poolside Aston Cirebon Hotel Hadirkan Menu Terbaru

“Caranya mudah, pedagang tinggal mengirimkan foto QRIS, scan, pilih icon gallery, ambil foto QRIS, masukan nominal, masukan PIN, klik bayar, simpan dan kirim bukti penjual,” jelasnya.

Menurut Arie, inovasi tersebut saat ini baru 6 PJSP (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) seperti LinkAja, GoPay, Dana, UOB, BCA, dan Bank NTT sudah mengembangkan model ini dan akan diperluas ke PJSP yang lain.

Selain itu, Arie manambahkan, sampai tanggal 2 Oktober 2020, Merchant di Indonesia yang sudah menggunakan QRIS mencapai 4.858.717 Merchant. Sedangkan di Provinsi Jawa Barat sudah ada 1.028.734 Merchant.

Untuk di wilayah III Cirebon, data Merchant QRIS seperti Kabupaten Kuningan sudah mecapai 9.970 Merchant, Kabupaten Majalengka, 11.091 Merchant, dan Kabupaten Indramayu 17.309 Merchant.

“Sedangkan Kabupaten dan Kota Cirebon terbanyak, sudah mencapai 42.764 Merchant QRIS,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

UGJ Gelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-60 dan 61 Tahun 2021

Cirebon,- Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon diselenggarakan di Hotel...

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan industri di Kota Cirebon....

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

More Articles Like This