Kamis, 27 Januari 2022

Putra Mahkota Keraton Kasepuhan Cirebon Ceritakan Sebelum Sultan Sepuh Wafat

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Segera Beralih ke TV Digital, Berikut Rekomendasi Antena TV Digital Terbaik di Tahun 2022

Cirebon,- Berikut ini rekomendasi 12 antena TV digital agar dapat menikmati siaran TV digital. Namun untuk dapat menikmati siaran...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Cirebon,- Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat wafat di usia 55 tahun. Beliau meninggal dunia di rumah sakit Sentosa Bandung, Rabu (22/7/2020) pagi pukul 05.20 WIB.

Sultan Sepuh XIV meninggalkan seorang Permaisuri Raden Ayu Isye Natadiningrat dan juga empat orang anak yakni Putra Mahkota PRA Luqman Zulkaedin, PR Arie Rachmanudin, RR Siti Fatimah Nurkhayani, dan PR Muhammad Nusantara.

Menurut Putra Mahkota Kesultanan Kasepuhan Cirebon, PRA Luqman Zulkaedin, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat wafat karena penyakit yang diderita sejak tahun 2016 lalu. Beliau menderita penyakit kangker usus.

Loading...
BACA YUK:  Sumur Artesis, Solusi untuk Wilayah yang Sulit Akses Air Bersih di Kota Cirebon

“Tahun 2016 beliau dioperasi ususnya itu dipotong beberapa centi, Kemudian tahun 2018 kambuh dan kembali dioperasi dipotong ususnya,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di pemakaman Astana Gunung Sembung, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati.

“Kemudian, setelah pulang haji tahun lalu, ususnya mulai tumbuh kanker, karena sudah dipotong beberapa kali, akhirnya sudah tidak bisa dan beliau melakukan kemoterapi,” tambah Luqman.

Luqman menjelaskan, kemarin itu kondisi mulai menurun setelah menjalankan kemoterapi yang ketiga.

” Kita tentu rasa berduka, karena kondisi Sultan Sepuh ini sebenarnya sudah sakit dan akhirnya kemarin hari Selasa (21/7) beliau ngedrop sejak jam 2 siang,”

“Padahal, sebelumnya beliau jam 12 masih ngobrol dengan permaisuri dan keluarga,” tambahnya.

Bahkan, kata Luqman, sebelum Sultan Sepuh menghembuskan nafas terakhirnya selalu menemani di samping beliau sambil membisiki kalimat lafad Allah.

“Saya selalu menemani beliau dan selalu membisiki lafad-lafad Allah disampingnya. Dokter yang menangani pun, hanya berkata mukjizat dari Allah,” ungkapnya.

Kepergian Sultan Sepuh ini menjadi duka yang terdalam bagi keluarga Kesultanan Cirebon. Apalagi, menurut Luqman, Sultan Sepuh sejak jumenengan tahun 2010 sampai 2020 baru 10 tahun, tapi kita lihat sudah banyak sekali peninggalan beliau yang kemajuannya yang ada di keraton.

BACA YUK:  Perkuat Ekonomi Digital Indonesia, Telkomsel Bentuk PT Telkomsel Ekosistem Digital

Sebelum wafat, kata Luqman, beliau berpesan untuk selalu menjaga adat dan tradisi yang sudah ada, jangan sampai tradisi turun temurun itu tidak dilestarikan.

“Mudah-mudahn beliau diterima disisi Allah SWT, dan diampuni dosa-dosanya,” harap Luqman. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tayang Hari ini, Cast Film Ben & Jody Ngobrol Sore di Kota Cirebon

Cirebon,- Pemeran utama film Ben & Jody karya Angga Dwimas Sasingko di bawah rumah produksi Visinema Pictures menggelar acara...

Elevated Track Railway di Kota Cirebon Sedang Dikaji, Butuh Rp 5.6 Triliun Sepanjang 7 KM

Cirebon,- Wali Kota Cirebon sudah mengusulkan terkait perlintasan kereta api sebidang kepada Menko Marves, Menteri Perekonomian, dan juga Menteri Perhubungan pada 30 Desember 2021...

Kota Cirebon Diusulkan Dibangun Elevated Track Railway

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon mengikuti rapat virtual bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI Daop 3 Cirebon serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian...

Sekda Kota Cirebon Imbau Untuk Menunda Perjalanan ke Daerah Episentrum

Cirebon,- Untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi meminta untuk menunda perjalanan keluar kota, terutama daerah episentrum. Saat...

More Articles Like This