Prodia Gelar Seminar Nasional Waspadai Gejala Diabetes 

Cirebon, 27 Agustus 2017,- Mengkampanyekan pencegahan pre-diabetes bagi seluruh masyarakat Indonesia,  Laboratorium Klinik Prodia menggelar Seminar Nasional yang berlangsung di Atrium CSB Mall, Jalan Cipto Manggunkusumo, Kota Cirebon, Minggu (27/08/2017).

Seminar yang bertajuk “Quit or Wait? Siapapun Bisa Kena Diabetes” Klinik Prodia mendatangkan dua pembicara di bidangnya yaitu dr. Nanny NM Soetedjo.,SpPD-KEMD dan Riska Widyasarai, S.Si.

Acara yang dimulai sejak pagi hingga sore hari, dimeriahkan juga dengan lomba zumba, penampilan dari TK-SDK BPK Penabur Cirebon, penampilan sempoa dan pemeriksaan gratis.

dr. Mona Yolanda, M.Si, selaku Regional Head Media Klinik Prodia Jawa Barat mengatakan, kegiatan seminar ini merupakan roadshow, di tahun 2017 ini menggelar di 22 kota besar di Indonesia, dan di Kota Cirebon adalah yang ke-15.

BACA YUK:  Jadwal Pemadaman Listrik di Kota Cirebon, 4 Juni 2022

Menurutnya, Laboratorium Klinik Prodia sudah dari tahun 2007 menggelar seminar nasional di kota-kota besar di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan meningkatkan wellness, karena sekarang lebih baik mencegah daripada mengobati.

“Jadi kita sesuai dengan program pemerintah yaitu preventif untuk mencegah terjadinya prediabetes. Dan, kami berharap dengan kegiatan ini masyarakat Indonesia bisa mengenali tanda-tanda prediabetes,” ujarnya.

Lanjut dia, mengambil tema Diabetes dalam talkshow ini karena, pada tahun 2030, International Diabetes Federation (IDF) memprediksi bahwa terdapat 398 juta penduduk dunia mengalami pradiabetes.

BACA YUK:  Wakil Wali Kota Cirebon: Pelaku Usaha Harus Lakukan Inovasi

“Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalansi prediabetes di Indonesia cukup tinggi, yaitu sekitar 10,2 persen, sehingga diperkirakan 24 juta penduduk di Indonesia adalah penderita prediabetes,” jelasnya.

Selain itu, dr. Nanny NM Soetedjo.,SpPD-KEMD, menambahkan, prediabetes harus kita sosialisasikan, karena ternyata calon-calon prediabetes ini jadi diabetes dan angkanya biasanya lebih dari tiga sampai lima kali lipat angka prevalensi diabetes saat ini.

“Seperti yang Riskesda bilang sekitar 10,2 persen, mungkin prediabetes itu angkanya tiga sampai lima kali lebih banyak, bahkan bisa lebih dari angka 10,2 ini,” tambahnya.

BACA YUK:  Info Loker : Infini Creative

Ia menjelaskan, yang jadi pertanyaan, kalau prediabetes harus diobati tidak? Selalu orang akan bertanya seperti itu. Kalau sudah diabetes mutlak harus diobati, artinya diobati dengan diet, olahraga dan obat-obatan.

“Untuk Prediabetes sampai saat ini belum direkomendasikan pakai obat, hanya diet dan pola hidup, tetapi setiap 3 bulan harus diperiksa, karena prediabets masih calon, kita ngga tau kapan dia akan terjadi,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 13 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.