Polres Cirebon Kota Silaturahmi ke Pondok Pesantren dan DKM

0
42

Cirebon,- Program Sabtu Sambang Ciko (SSC) kali ini, Kapolres Cirebon Kota beserta jajaran mengujungi Pondok Pesantren dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang ada di Kota Cirebon.

“Memang kali ini program SSC kita tekankan kepada DKM-DKM dan Pondok Pesantren,” ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP. Adi Vivid AB, Sabtu (3/3/2018).

Aston Hotel

Pondok Pesantren dan DKM yang dikunjungin diantaranya Pesantren Al-Bahja 2 di Gunung Jati, Pengurus Muhammadiyah Kota Cirebon, DKM At-Taqwa Kota Cirebon, Pondok Pesantren Al-Ihya’, dan Pondok Pesantren As-Sunnah Kota Cirebon.

Kata Adi, tujuan kami datang adalah untuk memastikan dan memberikan informasi terkait adanya isu-isu penganiayaan terhadap ulama, yang kebetulan dilakukan oleh orang dengan ganguan jiwa.

“Kami menyampaikan bahwa dari 21 berita sempat viral di media sosial, faktanya hanya dua yang terjadi. Yaitu di Cicalengka dan Cigondewa,” bebernya.

Istana Kerang

Lanjut Adi, sisanya adalah berita hoax ataupun berita bohong. Berita yang diputarbalikan yang seolah-olah kejadian itu adalah ulama yang dilakukan oleh orang gangguan jiwa.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, khususnya di pondok pesantren para Alim Ulama, para Kyai, para Ustad, tidak usah panik, tapi harus waspada. Karena beda antara panik dan waspada, kemudian pada saat anggota sambang akan memberikan stiker yang ditempelkan ke masjid-masjid ada nomor kepolisiasn dan ada juga nomor pribadi Kapolres.

“Jadi, kapanpun masyarakat ingin memberikan informasi, bisa langsung menghubungi nomor telpon yang tertera di stiker,” ungkpanya.

Lebih lanjut, upaya lain yang dilakukan oleh Polres Cirebon Kota selain sambang, pihaknya melakukan razia kepada orang ganguan jiwa. Razia tersebut berkordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP, bahkan sudah bentuk satgas terpadu penanganan penyakit masyarakat.

“Setiap hari kita gerak, agar orang gangguan jiwa ini tidak dimanfaatkan isu-isunya oleh orang pihak ketiga,” jelasnya.

Selain itu, bagi masyarakat yang melihat orang gangguan jiwa bisa langsung menghubungi Satpol PP atau Kepolisian untuk sama-sama mengamankan agar dilakukan pembinaan. (AC212)