Politeknik Pariwisata Prima Internasional Resmi Beroperasi di Kota Cirebon

0
111
Serah terima surat keputusan dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia atas Izin Pendirian Politeknik Pariwisata Prima Internasional.

Cirebon,- Yayasan Prima Ardian Tana menggelar acara serah terima surat keputusan dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 945/KPT/I/2018 atas Izin Pendirian Politeknik Pariwisata Prima Internasional.

Acara serah terima surat keputusan tersebut berlangsung di Ballroom Prima Hotel, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (12/1/2019).

Aston Hotel

Surat keputusan izin pendirian Politeknik Pariwisata Prima Internasiona diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Prof. DR. Uman Suherman, AS, M.PD.

Turut hadir Ketua Yayasan Prima Ardian Tana Ir. H. Imam Taufik, Walikota Cirebon Drs. Nashrudin Azis, Sultan Kacirebonan Sultan Abdul Gani Natadiningrat, dan para Rektor Perguruan Tinggi di wilayah III Cirebon dalam acara serah terima surat keputan tersebut.

1. Semula Untag D3 Perhotelan 

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Ketua Yayasan Prima Ardian Tana, Ir. H. Imam Taufik mengatakan bahwa Politeknik Pariwisata Prima Internasional semula adalah D3 Perhotelan Untag Cirebon.

Serah terima surat keputusan dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia atas Izin Pendirian Politeknik Pariwisata Prima Internasional.

“Alhamdulillah, akhirnya izin dapat ditingkatkan menjadi tingkat S1 dan S2 Politeknik Pariwisata Prima Internasional swasta yang pertama,” ujarnya.

2. Pesatnya Kunjungan Wisatawan

Pariwisata Internasional saat ini sedang mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada tahun 2016 mencapai 1,2 juta kunjungan atau mengalami kenaikan sebesat 3,9 persen dibanding tahun 2015.

Sejalan dengan kenaikan wisatawan internasional di berbagai belahan dunia, pada tahun yang sama kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 11,5 juta, atau mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 10,69 persen.

Namun, kata Imam, masih 0,9 persen dari kunjungan dunia. Oleh karena itu, kita harus lebih fokus intensif, dan ekstensif, serta efisien dengan tetap memperhatikan kondisi politik dan keamanan.

“Seperti kita ketahui bersama, MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) merupakan salah satu pendorong utama pengembangan destinasi pariwisata dan merupakan pendapatan yang penting bagi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendorong berkembangnya investasi asing,” bebernya.

“Selain manfaat ekonomi, MICE juga memberikan peluang untuk berbagi pengetahuan, pengembangan jaringan, dan pengembangan kapasitas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan dari jumlah kunjungan wisatawan tersebut, sekitar 13 persen atau sebanyak 162 juta kunjungan untuk keperluan bisnis dan profesional dengan 12.227 event.

“Perkembangan MICE di dunia juga diikuti dengan perkembangan MICE di Asean,” terangnya.

3. Dasar Didirikan Politeknik Pariwisata Prima Internasional

Peningkatan jumlah kunjungan wisawatan dan peningkatan penyelenggaraan event, selain harus diimbangi dengan peningkatan jumlah prasarana dan sarana yang memadai, juga harus diimbangi dengan kualitas pelayanan.

Menurut Imam, kualitas pelayanan itu sendiri, selain dipengaruhi oleh jumlah fasilitas yang tersedia, juga dipengaruhi oleh jumlah tenaga kerja profesional pada usaha yang melayani langsung permintaan wisatawan, seperti perhotelan, restoran, usaha obyek daya tarik wisata, dan penyelenggaraan MICE.

“Oleh karenanya, untuk memenuhi tenaga kerja profesional bidang pariwisata, maka inilah yang mendasari mengapa Politeknik Pariwisata Prima Internasional ini didirikan,” jelasnya.

4. Materi Pembelajaran Politeknik 

Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi dan dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Penandatanganan Prasasti Politeknik Pariwisata Prima Internasional

“Untuk itulah kurikulum pada Politeknik Pariwisata Prima Internasional ini disusun dengan mengikuti standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” ujar Imam.

Disamping itu, lanjut Imam, materi pemberlajaran sudah disusun dengan mengikuti standar Asean MRA (Mutual Recognition Artangement) on Tourism Professionals, yang di dalamnya mencakup penetapan standar kompetensi bidang pariwisata ACCSTP (Asean Common Compentency Standards for Tourism Profesionals) dan CATC (Common Asean Tourism Curriculims) sesuai standar MRA.

“Dengan kata lain, dengan mengikuti standar yang ditetapkan MRA, maka lulusan Politeknik Prima Internasional akan dipermudah atau difasilitasi ruang gerak menjadi tenaga profesional serta disamakan skill atau kemampuannya dengan tenaga profesional negara-negara anggota Asean,” terangnya.

5. Ingin Jadi Pusat Pendidikan Vokasi Pariwisata tahun 2022

Imam menambahkan, tidaklah terlalu berlebihan, apabila melalui visi sebagai SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Timely) akan menjadi kampus berkualitas regional pada tahun 2022.

“Kami ingin menjadi pusat pendidikan vokasi pariwisata di Asean pada tahun 2022,” tambahnya.

“Karena, tujuan kami tetapkan jelas dan spesifikasi untuk menghasilkan tenaga kerja profesional pariwisata berkualitas di kawasan regional,” tutupnya. (AC212)