Minggu, 25 Oktober 2020

PO Bus di Cirebon Siap Lakukan Adaptasi Kebiasaan Baru

Populer

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Siswa MANU Putra Buntet Cirebon Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Cirebon,- Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon, Alif Luqman Jayadi (18) lolos menjadi...

Inilah 3 Tuntutan Aksi Unjuk Rasa Gerakan Mahasiswa Cirebon di Jalan Nasional

Cirebon,- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cirebon (GMC) melakukan aksi unjuk rasa di Simpang 4 Pemuda Bypass...

Kantor BRI Cabang Cirebon Kartini Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Secara Virtual⁣

⁣Cirebon,- Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedes (PHS) periode pertama tahun 2020...

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon bersama TNI dan Polri mengecek persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di bidang transportasi.

Sebelumnya, petugas gabungan sudah melakukan sosialisasi dan razia masker di angkutan umum dan jalan raya beberapa waktu lalu.

Kali ini, petugas gabungan dari Dishub, TNI dan Polri melakukan monitoring ke sejumlah PO Bus di wilayah Kabupaten Cirebon, seperti PO Bus Sahabat, PO Bus Garuda Mas, dan PO Bus Setia Negara.

Loading...

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Denny Supdiana mengatakan kegiatan yang dilakukan di PO Bus ini merupakan hari kedua monitoring di bidang transportasi.

BACA YUK:  Toko Karomah Anak, Beli Eceran Harga Grosiran

“Tujuan dari kegiatan monitoring ini untuk menyadarkan para pelaku usaha transportasi dalam menjaga kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya saat ditemui About Cirebon di PO Bus Sahabat.

“Jangan sampai, jika ada salah satu pegawai di PO Bus yang terpapar Covid-19, bisa ditutup sementara. Sehingga, kita perlu kesadaran bersama,” tambahnya.

Selain pengusaha bus, kegiatan ini juga untuk menyadarkan masyarakat yang menggunakan transportasi umum karena melalui daerah lain dan jangan sampai terkena sanksi.

Lanjut Denny, pada tanggal 27 Juli 2020 mendatang sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat akan mulai diberlakukan sanksi bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

“Namun yang paling penting, jangan sampai Covid-19 itu menyebar dan kita cegah penyebarannya dengan mematuhi protokol kesehatan bersama-sama,” ungkapnya.

Denny menjelaskan, protokol kesehatan yang diterapkan dalam transportasi umum seperti bus, harus menyediakan titik-titik pusat kesehatan. Mereka harus menyediakan hand sanitizer, thermal gun, masker dan tetap jaga jarak.

“Kita lihat tadi, bus sudah mematuhi protokol kesehatan dengan memberikan jarak antar penumpang. Bahkan sudah disiapkan masker dan hand sanitizer,” terangnya.

BACA YUK:  Metland Hotel Cirebon Hadirkan Konsep Live Show Saat Breakfast

“Mudah-mudahan, dalam pelaksanaanya nanti dilaksanakan, dan mungkin akan ada operasi di jalanan,” tandasnya.

Sementara itu, Sunarto, selaku Operasional PO Bus Sahabat menjelaskan bahwa pada prinsipnya PO Bus Sahabat dengan situasi Covid-19 dalam menjalankan aktifitas dalam bidang transportasi tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Kami tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti contoh kita sudah mengupayakan penyediaan tempat cuci tangan, unit yang masuk langsung di semprot disinfektan, dan setiap unit sudah mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

“PO Bus Sahabat juga telah menyediakan hand sanitizer di setiap bus, dan penumpang yang tidak membawa masker akan diberi masker,” katanya.

Sunarto menambahkan, untuk pengemudi dan seluruh karyawan PO Bus Sahabat telah melakukan pemeriksaan Swab dengan hasil negatif.

“Semua pengemudi yang di tes Swab Hasilnya negatif. Kurangnya lebih ada seratusan pengemudi,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Daop 3 Cirebon Mencatat Kenaikan Penumpang Sebesar 3 Persen di Bulan Oktober

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon mencatat ada kenaikan volume penumpang sebesar 3 persen pada bulan Oktober 2020. Manager Humas...

Libur Panjang Maulid Nabi, 53 Perjalanan KA Jarak Jauh Melintas di Daop 3 Cirebon

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan sebanyak 53 perjalanan kereta api jarak jauh pada libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pekan...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Menurut Imron, untuk...

More Articles Like This